
Hidup itu adalah sebuah perjuangan Dimana kita harus bersabar melawan takdir yang kadang menyakitkan.
Ayana putri Humaira anak kedua dari dua bersaudara,bagi Aya kabahagian itu adalah sesuatu yang langka ,setiap kebahagiaan yang dia rasakan pada akhirnya tetap berakhir dengan kesedihan.
Di umurnya yang ke 17 tahun dia harus merasakan sakit nya melihat kehancuran keluarganya,sang kakak yang kabur dari rumah karena sang papa tidak merestui hubungannya dengan sang pacar,dan menolak perjodohan dengan anak rekan bisnis sang papa,dia adalah Aliya azzahira kakaknya Aya.
Dan semenjak kejadian sang kakak kabur, keluarga Aya sudah tak utuh lagi,setiap hari ada saja pertengkaran di antara kedua orang tuanya,bukan hanya tentang sang kakak tapi juga tentang pekerjaan mereka.
sehingga pencerain pun terjadi,tepat di hari kelulusan nya,hancur itulah yang Aya rasakan,bukan ucapan selamat yang Aya dapatkan karena kelulusan nya,tetapi kata yang dia dapatkan adalah selamat menempuh hidup baru Aya.
Aya POV
hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi gue,dimana hari ini adalah hari kelulusan gue,apalagi dengan nilai yang sempurna.
__ADS_1
meskipun tanpa kehadiran sang mama ataupun papa tak membuat gue merasa sedih,karena gue tau mereka sibuk.
setelah acara sekolah selesai gue memutuskan untuk pulang kerumah,niatnya mau buat kejutan buat orang tua gue,tapi malah gue yang dapat kejutan nya.
"mama mau kemana?"
"Aya ikut mama ya, barang-barang Aya udah mama beresin"tepat di depan pintu rumah gue melihat mama gue yang sedang mengeluarkan koper dengan di bantu oleh sang asisten rumah tangga.
"kita mau kemana ma!!"tanya gue lagi,belum sempat mama menjawab pertanyaan gue sang papa keluar.
"ini apaan sih,kalian mau kemana kanapa Aya harus memilih antara kalian berdua "teriak gue dengan perasaan yang sudah ngk enak.
"jangan bilang kalian udah cerai"teriak gue lagi dengan mata yang menatap tajam ke arah mereka,
__ADS_1
Mereka hanya diam,dan itu sudah menjawab semua nya.
"Aya dengerin papa,papa sayang sama Aya ikut papa ya" ucap papa mencoba menggenggam tangan gue tapi gue tepis.
"Aya ikut mama aja sayang"hati gue hancur gue ngk tau harus memilih siapa,dua duanya sangat berarti bagi gue,"Aya bakalan hidup sendiri,tanpa kalian"gue mengambil koper dan melangkah menjauh dari kedua orangtua gue,itu adalah keputusan yang tepat tanpa harus menyakiti keduanya menurut gue.
" Aya tinggallah di rumah ini biar papa yang pergi"teriak papa sepertinya sedang menyusul gue,tepat di depan pagar papa menghentikan langkahnya.
"papa tau kamu kecewa Aya, tetaplah tinggal di sini, ini adalah rumah kamu"tanpa menunggu jawaban dari gue papa langsung mengambil koper yang ada di tangan gue dan membawanya masuk ke dalam rumah, tepatnya ke dalam kamar gue.
semuanya sudah terjadi,gue hancur mama sudah pergi, sebentar lagi papa juga akan pergi,gue tidak mungkin meminta papa untuk tinggal disini,gue ngak mau mama berpikir gue lebih menyayangi papa di bandingkan dirinya, biarlah gue sendiri tanpa salah satu dari mereka.
karena inilah gue Ayana putri Humaira, gadis berusia 18 tahun.
__ADS_1
terima kasih ❤️