
"tidak ada kabar bukan berarti tidak mencintai,karena terkadang menghilang adalah cara menghargai "Ayana putri Humaira.
hari demi hari telah berlalu,tapi keadaan masih tetap sama seperti kemarin,itulah yang dirasakan oleh seorang gadis bernama Aya,dengan tatapan kosongnya dia menatap langit yang terlihat mendung, seperti hatinya saat ini.
meratapi nasib yang sedang membodohi nya.
"kak,bisakah kakak lihat Aya sekarang,Aya sekarang udah bebas,tidak ada lagi yang mengatur Aya kak,apa kakak bahagia sekarang sama pilihan kakak!."
"Aya harap kakak bahagia,tidak kesepian seperti Aya." air matanya kembali mengalir,bohong jika dia berkata kalau dia itu kuat,karena pada kenyataannya dia hanyalah gadis yang lemah.
detik menjadi menit hingga berganti menjadi jam sudah hampir 2 jam gadis itu menatap langit,yang tadinya hanya mendung sekarang sudah terlihat rintik-rintik hujan menyentuh bumi.
gadis itu melangkahkan kakinya meninggalkan balkon menuju ke dalam kamarnya,merebahkan badan di atas kasur dan melanjutkan lamunannya tadi,hingga kesadaran nya menghilang dan menuju ke alam mimpi.
tok tok tok
suara ketukan pintu membangunkan seorang gadis yang masih terlelap dalam mimpinya,dengan mata yang masih belum terbuka sempurna gadis itu melangkah membuka pintu"iya Bi,,ada apa", tanyanya dengan tangan yang terus mengucek mata.
"non,,tadi bapak nelpon katanya hp non ngak aktif jadi bapak khawatir, makanya bibik di suruh liat si Enon takut kenapa-kenapa",jawab bibi dengan mata yang menatap Aya sedih.
"Aya ngak papa kok bi,tadi malam Aya habis nonton Drakor makanya hp Aya mati bi".
"terus papa ngomong apalagi sama bibik",tanya Aya sambil malangkah turun menuruni tangga di ikuti oleh sang bibi di belakang.
"kata bapak,non Aya sudah di daftarin masuk universitas,,alah,,universitas apa ya tadi"ucap bibi dengan ekspresi bingungnya,Aya yang melihat itu hanya tersenyum sambil mendaratkan punggungnya di kursi meja makan.
"tapi kata bapak,,bapak sudah kirim lewat wa nya non sendiri".
__ADS_1
"ya udah bik, ngk papa entar Aya cek sendiri,bibik belum masak ya bi",tanya Aya karena melihat meja makan yang masih kosong dan hanya ada air putih disana.
"ya ampun non Aya,,bibi lupa tadi bibik lagi masak tapi dapat telpon dari bapak,ya udah bibi lanjut masak dulu ya non",jawab bibi dan langsung berjalan ke arah dapur dengan sedikit berlari.
"ngak papa kok bik,,ngak usah buru-buru,Aya juga belum lapar",tegur Aya dengan sedikit berteriak.
"Aya ke atas dulu ya bik,mau mandi", lanjutnya.
sebulan telah berlalu dan hari ini adalah hari pertama Aya berada di sebuah universitas ternama yang ada di Jakarta,Aya kuliah di jurusan kedokteran,bukan cita-citanya dari kecil sih,tapi entah kenapa dia tertarik dengan itu dan ingin mencobanya,dulu Aya bercita-cita menjadi disainer seperti mama nya,tapi perlahan dia jadi tidak menyukainya.
disini lah Aya sekarang berada,tepat di depan gerbang,masih di dalam mobil yang mengantarnya, Aya menatap ke luar jendela,malihat betapa banyaknya mahasiswa yang memasuki kampus,
dengan tangan yang sudah membuka pintu mobil, Aya melangka memasuki kampus dengan sifat cueknya,rambut yang hanya sebahu dan tertutup Hoodie membuat orang berpikir kalo dia adalah seorang laki-laki.
Aya bukan lah gadis cantik apalagi seksi,hanya Kata manis yang bisa menggambarkan sosok Aya,dengan badan yang biasa saja,tidak pendek tapi juga tidak bisa di bilang panjang.
Berdiri di tengah lapangan dengan banyaknya mahasiswa,tidak membuat Aya mengangkat pandangannya sedikitpun.
"Ok, buat semua mahasiswa baru,kenalin gue Alvin Sadewa, selaku hari ini adalah hari pertama kalian,gue bakalan memperkenalkan kepada kalian tentang peraturan yang harus kalian patuhi dan gimana proses mengajar di universitas ini".
sudah hampir sejam cowok bernama Alvin itu menjelaskan tentang peraturan yang harus mereka patuhi,"ada pertanyaan!!,,"tanyanya dengan mata yang menatap seluruh mahasiswa baru.
"Kak Alvin boleh tau ngak,,kakak ngambil jurusan apa", tanya salah satu cewek di barisan paling depan.
"kak Alvin udah punya pacar",
"kak, kenalin teman-temannya dong".lanjut cewek lainnya.
__ADS_1
"Ok, karena kalian Pengen kenalan sama teman-teman gue,gue bakalan ngenalin kalian,buat cowok yang lagi duduk manis di bawah pohon itu namanya Muhammad makhail,kalian boleh manggil dia mikha",karena tidak mau mendengar pertanyaan aneh lainnya,Alvin memutuskan untuk memperkenalkan teman-temannya.
"dan cowok yang lagi mondar mandir ngk jelas itu namanya Bastian, terserah kalian mau manggil dia siapa",
"woi Vin,,loe bilang gue mondar mandir ngk jelas,dari tadi gue sibuk ngangkatin para cewek yang pingsan,karena ceramah loe panjang banget," karena ngak terima di katain ngak jelas bastian langsung meneriaki Alvin.
"sorry Bas,,bercanda doang", seketika semua cewek di buat meleleh dengan senyumannya Alvin.
"udah sekarang giliran kita pengen kenalan sama kalian",dengan mata yang terus memperhatikan mahasiswa baru.
"Mikha tolong ambil mic nya dong,kasih ke cowok yang ada di barisan paling belakang itu,dari tadi gue liatin dia nunduk terus", Mikha yang di mintain tolong langsung berjalan ke barisan paling belakang dengan ekspresi datarnya.
Aya yang tidak tau kalau yang di maksud itu adalah dirinya masih tetap sibuk melamun,hingga sebuah tepukan di bahu menyadarkannya.
"ambil,,kenalin nama loe ke semua siswa", dengan terpaksa Aya mengangkat wajahnya,mengambil mic yang ada di tangannya Mikha,seperkian detik tatapan mereka bertemu hingga Aya memutuskan tatapan itu dengan sebuah deheman.
"Ok, buat cowok yang memegang mic, silahkan kenalin diri loe",ucap Alvin membuat semua siswa menatap ka arah Aya.
Aya yang merasa risih dengan tatapan penasaran semua siswa,perlahan menurunkan penutup Hoodie yang menutupi kepalanya,"Ayana putri Humaira, fakultas kedokteran ", ucap Aya singkat,membuat seluruh mahasiswa terkejut, pasalnya Yang dikira cowok ternyata adalah seorang cewe.
"lah cewek rupanya,sorry ya Ayana,gue kira loe cowok tadi", permintaan maaf dari Alvin yang hanya di balas anggukan oleh Aya.
perkenalan diri pun kembali berlanjut, meskipun itu agak membosankan menurut Aya,tapi dia tetap berdiri di sana sampai semua acara selasai.
Aya yang baru saja keluar dari toilet,di kejutkan oleh sebuah rangkulan dari seseorang yang tidak dikenal nya,"Aya kan,, " tanyanya yang di balas anggukan oleh Aya dengan wajah bingung.
"gue Zahira,, sekarang kita temenan ok"
__ADS_1
❤️🙏🏻