Takdir AYANA

Takdir AYANA
marah nya Mikha


__ADS_3

setelah melihat kepergian Mikha dari balik jendela,Aya berjalan ke arah sofa,"perasaan apa ini Aya,,kenapa loe senang banget di perhatiin oleh Mikha",dengan senyuman yang terukir manis di bibirnya Aya menghempaskan tubuh di atas sofa.


sembari menatap langit-langit rumah,Aya mengulang kembali kejadian tadi satu persatu yang masih terlihat jelas dalam ingatannya.


"ahhhhh Aya,,,,loe ngak boleh gini dong", teriak Aya ketika tersadar dari ingatannya.


"ingat Aya, mungkin Mikha emang baik sama semua orang,ngak cuman sama loe doang",meski mulut berkata demikian beda lagi dengan hatinya"( mungkin Mikha suka sama loe makanya dia perhatian banget aya)",dan semua perhatian Mikha kembali berputar dalam ingatannya seakan membenarkan apa yang hatinya katakan.


dret dret dret


suara getaran ponsel dari dalam tas,membuat Aya tersadar dari ingatannya.


📞"halo,,ada apa!"


📞"halo Aya,gue udah dapet apa yang loe pengen kemaren",


📞"loe serius Rio",


📞"iya Aya,gue serius loe kesini deh sekarang, sekalian gue ajarin caranya",


📞"ok,gue langsung ke sana,taman kemaren kan?",

__ADS_1


📞"iya taman kemaren, cepetan ya aya".


segera Aya memutuskan sambungan telepon dan bergegas keluar dari rumah.


di taman, Rio yang sudah menunggu hampir setengah jam tidak membuat dia bosan,sampai Aya keluar dari sebuah taxi yang tak jauh dari tempat ia duduk.


"Angus gue Ya, nungguin loe",Kata pertama yang Rio ucap ketika Aya sudah berada di depannya.


"sorry,gue ngak bisa bawa mobil,so,tadi gue cari taxi dulu".


"mana yang loe bilangin tadi,gue udah ngak sabar tau ngak sih",lanjut Aya.


"tadi ngak sengaja ketumpahan sop",dengan mata berbinar Aya mengambil sketboard dari tangan Rio.


sudah hampir satu jam Rio mengajari Aya main sketboard,meski pada awalnya Rio tidak ingin mengajari Aya karena Rio khawatir Sama lehernya Aya,tapi karena paksaan dari Aya sendiri akhirnya Rio mengalah dan mengajari Aya.


" Ya udah dulu deh,, istirahat gih ngak sakit apa lehernya",Rio yang sudah kembali duduk di bangku, mencoba menghentikan Aya yang masih mengayunkan sketboard nya.


"bentar lagi",meski saat pertama kali mencobanya Aya sempat terjatuh beberapa kali, akhirnya Aya sudah bisa mengayunkan sketboard nya,meski masih terlihat kaku.


"udah kebal ya,ngak tau rasanya sakit", suara yang sudah tidak asing bagi Aya selain suara Rio, seketika Aya menghentikan ayunan kakinya,berbalik dan mendapati seseorang menatap tajam kearah nya.

__ADS_1


flashback


Mikha yang duduk di balik dinding kaca sebuah cafe,bisa dengan jelas menatap ke arah taman yang berada di sebrang jalan, seolah tidak percaya apa yang dilihat nya, Mikha menajamkan penglihatan seraya berdiri dari duduknya dan keluar dari cafe berjalan menyebrang jalan.


gadis yang sudah dia antar dan di suruh istirahat sekarang berada di depannya, bersama seorang cowok, seperti seorang pacar yang cemburu kepada kekasihnya,Mikha menatap tajam ke arah mereka.


flashback off


entah kenapa melihat Mikha berada di depannya Aya seperti merasa bersalah.


"seru banget mainnya hem",tanya kembali Mikha ketika melihat Aya hanya diam menatap ke arahnya.


Aya hanya terdiam tanpa bergerak sedikitpun, Rio yang berfikir Mikha adalah pacarnya Aya,berdiri dari duduknya dan menghampiri Mikha.


"sorry bro,tadi gue yang ngajak Aya keluar ",ucap Rio sambil menepuk ramah pundak Mikha.


tidak peduli apa yang Rio katakan,Mikha menepis pelan tangan Rio, dan berjalan mendekati Aya yang masih mematung,"udah mainnya,ngak tau diri sendiri lagi sakit!",tanya Mikha dengan ekspresi datarnya.


dengan penuh keberanian Aya membalas tatapan Mikha dengan sama datarnya,"yang sakit juga gue, kenapa loe yang malah sibuk!", jawab Aya sembari berjongkok mengambil sketboard yang ada di kakinya.


"Rio cabut yuk",ajak Aya dengan mata yang masih membalas tatapan Mikha.

__ADS_1


__ADS_2