Takdir AYANA

Takdir AYANA
perasaan aneh


__ADS_3

Aya yang mendengar suara klakson motor,tidak menghiraukan nya dan terus melangkah hingga suara panggilan seseorang membuat nya menoleh.


"Aya", panggil seseorang yang sedari tadi mengikuti Aya.


Aya yang awalnya tidak peduli, akhirnya menoleh.


"loe, ngapain ngikutin gue ", tanya Aya karena orang yang sudah membuatnya takut adalah orang yang baru di lihatnya tadi pagi.


"siapa yang ngikutin loe!",jawab Mikha dengan pertanyaan,karena tidak mau Aya tau kalau dia sudah mengikuti Aya dri tadi di taman.


"ouh",Aya yang males ngeladenin orang sudah berbalik dan kembali melangkah, tapi dia urungkan,dan menatap tajam ke arah tangan yang sudah berani menggenggam lengannya.


"mau kemana?",tanya Mikha yang tidak peduli dengan tatapan Aya.


"pulang ",jawab Aya datar.


"lepasin", perintah Aya,masih dengan tatapan datarnya.


"naik dulu,baru gue lepasin", Aya yang tidak ingin naik mencoba melepaskan tangan Mikha sendiri,tapi bukan nya terlepas Mikha malah semakin erat menggenggam lengannya.


"sudah gue bilang,naik dulu baru gue lepasin,ngeyel sih sakit kan tangan loe",dengan bibir yang sedikit tersenyum Mikha turun dari motor.


"naik,gue anter",menarik tangan Aya mendekat ke arah nya,tapi Aya tidak berniat mendekat sedikitpun,membuat Mikha menarik tangan Aya kuat hingga Aya tersentak dan membentur dada Mikha.


Aya yang merasa syok kembali di buat syok,karena ulah Mikha yang berani memeluk dan mengangkat nya ke atas motor.


"loe,apa yang loe lakuin",teriak Aya di depan muka Mikha yang sedang memasang helm di kapalanya.

__ADS_1


sambil mengetuk kepala Aya yang sudah di pakeikan helm Mikha tersenyum"makanya, lain kali di suruh naik,ya naik jangan nunggu gue yang ngangkat",ucap Mikha, berbalik dan naik ke atas motor.


entah kenapa berada di dekat Mikha , membuat Aya Sangat gugup, dengan tubuh Mikha yang begitu wangi mungkin bisa membuat orang betah dalam pelukannya.


Mikha adalah sosok yang sempurna untuk di jadikan pacar,itulah yang sempat terfikirkan oleh Aya.


lamunan Aya terhenti saat tangan yang tadinya memegang erat jaket Mikha di tarik ke depan,dan itu membuat Aya ikut memajukan badannya,"rumah loe Diman",teriak Mikha melihat ke arah Aya lewat spion motor dan kembali fokus ke depan,setelah menjawab pertanyaan Mikha,Aya kembali dalam lamunannya, dengan tangan yang masih di genggam oleh Mikha.


keesokan harinya Aya terbangun dari mimpi indahnya,kembali teringat kejadian semalam,dimana dia di antar pulang oleh Mikha, setelah 18 tahun baru kali ini Aya dekat dengan cowok.


siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan sosok Mikha yang begitu tampan,tak terkecuali Aya,entahlah Aya sendiri tidak tau perasaan apa yang sedang ia rasakan sekarang.


tiba di kampus Aya yang baru masuk kembali di hadang oleh seorang gadis yang katanya sudah menunggunya dari tadi.


"selamat pagi Aya,Zaza udah dari tadi nungguin Aya loh"Aya hanya menatap nya sekilas dan kembali melangkah.


"Aya mau kemana sih".


"Kantin",jawab Aya singkat.


"yok ke kantin,Zaza temenin",Zaza menarik tangan Aya dan berjalan ke arah kantin.


"Zaza itu suka loh sama Aya",Aya yang mendengar perkataan Zaza hampir saja tersedak oleh makanan yang sedang iya makan.


"ih Aya, ngapain liat nya begitu,Zaza itu suka sama Aya sebagai teman,Zaza sehat loh Aya", lega mendengar penjelasan Zaza Aya kembali memakan makanannya.


Zaza yang sibuk mengomel dari tadi tak kunjung me makan makanan nya," habisin makanan loe ,gue mau ke kelas".

__ADS_1


"bentar, tungguin ",tidak lama Zaza langsung bangun dan mengajak Aya,tanpa Zaza sengaja iya menyenggol salah satu mahasiswi yang sedang berjalan membawa makanan,sampai makanan itu tumpah.


"loe punya mata ngak sih", mahasiswi itu marah dan menatap lekat ke arah Zaza.


"maaf ya,Zaza ngk sengaja",Zaza yang berniat untuk membersihkan baju yang terkena tumpahan air di tepis kasar oleh pemiliknya.


"tau ah, bisanya cuman minta maaf doang".


"terus loe maunya apa?",tanya Aya menarik Zaza ke belakang nya.


"atau loe mau uang buat gantiin baju loe itu",lanjut Aya.


"sialan,,loe pikir gua miskin,gue itu senior disini",siswi itu menatap tajam ke arah Aya.


Aya hanya tersenyum sinis ke arah siswi tersebut,dan membuat siswi itu semakin emosi,melangkah asal ke arah meja mengambil sesuatu di atas sana dan dengan begitu cepat semua itu berpindah ke tubuh Aya.


"wih gila,panas ngak sih tu!", penghuni kantin yang tadinya hanya melihat sekarang ikut bicara.


"itu yang salah siapa sih".


untung baju yang di pakek Aya adalah Hoodie jadi badannya tidak terlalu terasa panas,cuman area leher nya saja yang terasa ,kembali menatap sinis ke arah siswi tersebut"sekarang giliran loe harus ganti rugi ke gue",bukannya minta maaf, siswi itu langsung berlari dengan wajah kesalnya.


"Aya maaf",ucap Zaza dengan mata yang sudah berkaca-kaca,Aya yang mendengar perkataan Zaza berbalik menghadap ke arahnya.


"cengeng banget sih, makanya jadi orang itu jangan ceroboh,belum jadi temen loe aja gue udah sial, apalagi kalo udah jadi teman loe",Aya tidak bermaksud mengatakan itu, tapi entah kenapa perkataan itu keluar sendiri dari mulutnya.


"perih banget sih!",ringis Aya saat membasuh lehernya,sambil kembali membasuh Aya menatap kosong ke arah kaca dengan mata yang hampir menangis"pura-pura di depan orang sangat menyakitkan",hati Aya menangis sekarang tapi tidak dengan matanya,karena sejatinya Aya adalah gadis lemah yang selalu di lindungi bukanlah sebaliknya.

__ADS_1


"sini gue liat", seseorang sudah berdiri di belakang Aya dengan wajah yang terlihat khawatir,bukannya berbalik Aya malah tidak menghiraukan orang tersebut.


__ADS_2