Takdir AYANA

Takdir AYANA
capek


__ADS_3

Aya menatap nanar ke arah sang kakac yang sudah hampir tiga tahun menghilang, haruskah Aya bahagia Ketika melihat sang kakak bahagia, sedangkan dirinya jauh dari kata bahagia.


tapi Aya tidak ingin bersikap egois, kakak nya sudah memiliki hidup yang sempurna,dan memiliki keluarga yang lebih baik sekarang, dimana sang suami sangat mencintainya serta mertua yang terlihat begitu peduli padanya.


"Aya ngapain bengong di sini",tanya Zaza ketika sudah berada di depan Aya.


"kesana yuk,liat baby alisha",ajak Zaza menunjuk ke arah sang kakak yang sedang menggendong seorang bayi.


"ngak bisa,gue lagi pilek entar baby nya ketularan",bohong Aya,karena belum sanggup bertemu dengan sang kakak.


"ah Aya ngak asik, berarti Zaza kesana sendirian dong!",Aya hanya mengangguk.


"ya udah kalo gitu,Zaza kesana dulu ya",Aya hanya melihat Zaza pergi berjalan ke arah sang kakak, meskipun Aya sangat ingin bertemu dengan sang kakak,tapi dia tidak mau merusak acara ulang tahun sang keponakan, mungkin kakak tidak cerita kalau dia punya seorang adik,lagi pula Aya yang sekarang bukanlah Aya yang dulu, mungkin sekarang sang kakak tidak mengenali dirinya.


"Hai kak Lia",sapa Zaza ketika sudah berada di depan Aliya.


"eh Zaza,bareng siapa kesini nya",basa basi Aliya.


"bareng uncle Bas kak,sama temen juga",bales Zaza,


"temen baru,tumben mau punya temen sekarang", tanya Aliya lagi,karena setau Aliya Zaza tipikal orang yang ngak suka punya temen,"duduk dulu,biar enak ngobrol nya,capek dari tadi berdiri terus apalagi harus gendong alisha",Zaza pun duduk di samping Aliya yang sudah duduk duluan.


"namanya Aya kak,dia itu beda sama yang lain",


"tuh orang nya",tunjuk Zaza ke arah Aya yang masih duduk di bangku paling pojok, seketika Aliya teringat akan adiknya karena Zaza menyebut nama Aya,dan Aliya sempat berfikir kalo itu adalah adiknya,tapi setelah melihat ke arah yang Zaza tunjuk, ternyata itu bukanlah Aya, karena se tau Aliya,Aya bukanlah cewek tomboi seperti yang dilihat nya sekarang, apalagi Aya nya itu menyukai rambut panjang.


Aya yang tidak pernah mengalihkan pandangannya dari sang kakak,tau kalau Zaza sedang bercerita tentang dirinya, buktinya Zaza menunjuk ke arahnya,saat tau sang kakak akan menatap ke arah nya,Aya berpura-pura menunduk seakan sedang mengambil sesuatu, padahal Aya hanya menatap kosong ke arah lantai dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Za gue ngak enak badan,gue pulang duluan ya,tolong bilangin sama Alvin kalau gue udah pulang",Aya yang takut ketahuan oleh sang kakak, mengirimi Zaza pesan kalau dia akan pulang.


tidak ada balasan Dari Zaza karena Zaza sibuk bermain dengan keponakan Alvin, mungkin juga keponakan nya.


setelah keluar dari rumah tersebut,Aya berjalan seorang diri, menyusuri jalan yang terlihat begitu sepi,karena rumah Alvin sedikit jauh dari keramaian.


bukan rasa takut yang Aya rasakan sekarang,tapi lebih ke rasa sakit yang entah dimana, mencoba untuk tidak terlihat lemah,tapi mata tidak mendukungnya.


"hiks hiks hiks "tangisan Aya keluar, meski sudah mencoba untuk menahannya,tapi itu sangat sakit,Aya duduk di trotoar jalan menelungkup kan wajahnya di antara lutut,dan menangis sesenggukan.


"hiks hiks Aya capek", ucap aya di sela tangisannya.


"Aya capek harus berpura-pura terus",


"akhhhhhhhhhhhh",Aya berteriak dengan kerasnya berharap rasa sakit yang iya rasakan sekarang menghilang.


yang tadinya Aya berjalan di atas trotoar, sekarang Aya sudah berada di tengah jalan,bukan Aya sengaja tapi Aya tidak sadar apa yang dirinya lakukan.


"loe cari mati", teriak seseorang yang menarik Aya ketika sebuah mobil hampir saja menghantamnya.


Aya tersadar dan menatap wajah orang yang telah menariknya.


flashback


Mikha yang tidak melihat Aya di antara kerumunan para tamu, berjalan ke arah Zaza,"Za Aya mana?",


"Aya lagi duduk di sana",tunjuk Zaza ke arah bangku yang tadi di duduki Aya,tapi bangku itu sudah kosong.

__ADS_1


"tadi Aya disana kok",ucap Zaza lagi ketika melihat kalau Aya sudah tidak ada di sana.


"bentar Zaza telpon Aya dulu", Zaza pun mengambil handphone yang ada dalam tas nya, berniat ingin menelpon aya"Aya nya udah pulang katanya ngak enak badan,tadi waktu zaza ajak Aya duduk disini Ayanya juga ngak mau katanya lagi pilek, mungkin pilek nya Aya parah makanya pulang duluan", lanjut Zaza ketika melihat pesan dari Aya.


setelah mengetahui kalau Aya sudah pulang duluan, Mikha berlari keluar, menghidupkan motornya,dan bergegas menyusul Aya.


rasa khawatir terlihat jelas dari raut wajah Mikha, apalagi ketika dengan jelas Mikha melihat Aya yang berjalan di tengah jalan,dengan suara klakson mobil dari depan tapi Aya tidak menghiraukan nya, memarkirkan motornya asal Mikha berlari ke arah Aya dan menariknya ke dalam pelukan.


flashback end


dengan begitu eratnya Mikha memeluk Aya, seolah-olah Mikha sangat takut kehilangan Aya,"loe cari mati",teriak Mikha marah sambil menjauhkan Aya dari dalam pelukannya.


dengan begitu jelasnya Mikha menatap mata Aya yang sudah sembab,saat Aya menatap balik ke arah nya.


"kalo loe sakit kenapa ngak bilang biar gue anterin", lanjut Mikha dengan suara yang sedikit berubah karena Mikha pikir Aya benar-benar sedang sakit.


tetap tidak ada jawaban dari Aya,dengan mata yang terus menatap Mikha,Aya kembali menangis tidak peduli kalau dia terlihat lemah di depan Mikha sekarang, karena hatinya terlalu sakit untuk kembali berpura-pura.


kembali Mikha membawa Aya dalam pelukannya, mengelus lembut punggung Aya,"Aya kenapa hem",tanya Mikha saat tidak tahan lagi mendengar tangisan Aya.


"Aya capek",jawab Aya dengan sesenggukan,air mata kembali menetes tapi bukan dari mata Aya, melainkan dari mata seorang laki-laki yang sedang memeluk Aya,karena tidak sanggup melihat Aya menangis,entah kenapa Mikha merasa hatinya begitu sakit saat mendengar tangisan Aya.


tidak ingin melepas pelukannya dari Aya,Mikha mengendong Aya dengan mengangkat kaki Aya melingkar di pinggang nya,dan berjalan ke arah motor,mendudukan Aya di atas motor sambil melepas pelan pelukannya.


menatap wajah Aya yang sudah memerah dengan mata yang begitu sembab dan masih sesenggukan, sekarang Mikha bisa melihat dengan jelas Aya yang asli,"udah nangis nya ya,kita pulang sekarang ",ucap Mikha sambil mengusap sisa air mata di pipinya Aya.


"Aya ngak mau pulang",jawab Aya mencoba menahan sesenggukan nya dengan menatap Wajah Mikha.

__ADS_1


"terus Aya mau kemana, biar Mikha anter".


__ADS_2