Takdir AYANA

Takdir AYANA
TEMAN


__ADS_3

"diam itu baik,tapi diam tanpa ungkapan tidak dapat membuat orang mengerti"Ayana putri Humaira.


"Aya kan?,"Aya yang baru keluar dari toilet dikejutkan oleh seseorang yang tiba -tiba merangkul bahunya.


dengan tatapan bingung Aya menatap orang tersebut soalah-olah Aya sedang menanyakan("loe siapa datang-datang langsung ngerangkul,").


"gue Zahira,, sekarang kita temenan ya!"seolah mengerti apa yang di pikirkan oleh Aya, Zahira langsung melepaskan rangkulan dan memperkenalkan diri.


selama ini buat Aya teman itu tidak penting, terlalu merepotkan apalagi segala sesuatu yang kita alami harus selalu melapor, begitulah pendapat Aya tentang teman, hanya sekedar teman sekolah yang akur itu sudah cukup bagi Aya.


"emang harus ya temenan,"jawab Aya sambil malangkah menjauh dari toilet.


"Aya kok jawabnya gitu sih!"tanya Zahira dengan kaki yang terus mengikuti Aya.


"Zaza baik loh Aya,Zaza juga cantik,kenapa Aya ngak mau temenan sama zaza".Aya yang mendengar celotehan Zaza tidak juga berniat untuk menghentikan langkahnya, sehingga pendengaran Aya menangkap sesuatu yang tidak asing.


"Aya,,,,, Zaza jatuh,sakit," suara yang tidak asing bagi Aya adalah suara jatuhnya Zaza.


"loe ngapain ngikutin gue sih,"dengan sedikit berlari Aya menghampiri Zaza yang sudah mulai menangis.


"mana yang sakit?,"dengan muka khawatir Aya bertanya dan mencoba membantu Zaza berdiri.


"kaki Zaza sakit,Aya sih jalannya cepet banget Zaza Kan ngak bisa ngikutin Aya, apalagi Zaza pakai high heels,"jelas Zaza dengan air mata yang sudah meluncur.


"cengeng banget sih,lihat tuh orang-orang pada ngeliatin loe,jatuh dikit aja nangis".


"kok Aya ngatain Zaza cengeng sih,Zaza kan sakit jatuh".


"bisa jalan ngak?",tanya Aya dengan tangan yang masih memegang Zaza.


"ngak bisa,,gendong",rengeknya.

__ADS_1


"manja banget",ejek Aya dengan badan yang sudah membungkuk di depan Zaza.


"naik!"lanjutnya


"emang Aya kuat,Zaza cuman becanda loh",


"naik apa gue tinggal!". Zaza yang mendengar perkataan Aya langsung naik ke punggung.


semua mata tertuju ke arah Aya yang sedang Melawati koridor kampus, dengan tatapan yang sulit di artikan, begitupun dengan sekolompok mahasiswa yang baru keluar dari kantin, mereka juga ikut menatap dengan ekspresi bingungnya.


"bas,itu cewek ngapain gendong ponakan loe",tanya salah satu dari mereka yang bernama Alvin.


"mana gue tau,kan gue belum nanya",yang di tanya pun ikut menjawab dengan ekspresi bingung.


"ya udah,tanya dong",mereka pun menyusul Aya yang sudah hampir menghilang.


tepat di depan pintu keluar Aya berhenti karena Zaza yang menyuruh nya,"kenapa Za!".


"ngak papa,Aya pasti capek gendong Zaza kan".


"bentar ya Aya,Zaza mau nelpon uncle dulu",Aya hanya menjawabnya dengan anggukan.


baru Zaza ingin menelpon,seseorang memanggil nya"Za loe kenapa pakek di gendong,"Zaza langsung menoleh ke belakang di ikuti juga oleh Aya, sekelompok mahasiswa sedang berjalan ke arah mereka.


"bas,kita cabut duluan ya,"tepat di depan Aya mereka berpisah dan tinggal lah tiga cowok yang sedang menatap Aya dan Zaza bergantian.


"uncle,Zaza tadi jatuh untung ada Aya yang nolongin Zaza ,"orang yang di panggil uncle langsung menatapnya marah.


"kakac Za,kalo di kampus itu panggil gue kakak,"


"mana nya yang sakit!,"lanjutnya sambil mendekati Zaza.

__ADS_1


Zaza yang di tanya hanya menatap ke arah kakinya,


"lecet dikit doang itu mah, manja banget sih loe za,"Bastian hanya menatap Zaza dengan ekspresi mengejek.


di saat ke dua orang yang berstatus uncle dan ponakan itu terus beradu argumen,beda lagi dengan Aya, yang sudah merasa risih karena Aya merasa seseorang sedang menatap ke arah nya.


"(ni anak kalo di perhatiin mirip orang yang gue kenal),"gumam Alvin dalam hati saat menatap lekat ke arah Aya.


"khemm,"deheman keras dari orang yang berada di samping Alvin, membuat semua mata tertuju ke arah nya tak terkecuali Aya.


"Micha loe kenapa sih?,"tanya Alvin ngegas.


"capek kali,dari tadi berdiri terus,pada mau pulang ngak ni,"jawab Micha dengan tampang daftarnya.


"ya udah Za,gue pulang duluan ya,"Aya yang sudah merasa risih dari tadi langsung berpamitan, sambil melepas pegangannya dari tangan Zaza.


"pulang bareng kita aja Aya yah,"usul Zaza.


"ngak usah,gue pulang sendiri aja,"jawab Aya dan melangkah keluar dari kampus.


"ayok pulang," ajak Micha ikut keluar dari kampus.


"gue bareng loe ya Micha,"teriak Alvin keluar mengikutinya.


"ayok pulang ngapain masih diam di sini,mau gue tinggal,"Zaza yang mendengar ancaman Bastian langsung melangkah keluar kampus.


"eh Za,kaki loe udah ngak sakit lagi,"


"ngak lah,"


"jadi tadi loe bohongin Aya,besok gue bakalan bilang ke Aya,"ancam Bastian sambil berlari ke arah parkiran.

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak ya kakak-kakak 🙏🏻❤️


semoga suka


__ADS_2