
Aya yang sudah pulang dari kampus mampir di minimarket depan komplek nya.
sebenarnya tidak ada yang pengen Aya beli di sana,tapi Aya tidak sengaja menatap selembaran kertas pengumuman yang tertempel di pintu kaca tersebut.
beruntung nya minimarket itu lagi sepi,tidak membuat Aya canggung untuk bertanya.
"mbak di sini lagi butuh pegawai ya?",tanya Aya sama cewek yang sedang berdiri di kasir.
"bener mbak, karena saya mau pulang kampung,jadi tidak ada penggantinya, apakah mbak berniat berkerja di sini?",jelas kasir tersebut.
"tapi saya masih kuliah, apakah bisa?".
"bisa kok mbak,mbak nya gantiin sif saya,dari jam 4 sore, sampai jam 10 malam mbak".
"kapan saya bisa masuk kerja?",tanya Aya karena sudah memantapkan hati nya untuk bekerja.
"kalau begitu mbak, saya lapor sama Bos saya dulu,habis itu baru kasih tau mbak,sama entar apa yang harus mbak persiapkan,mbak boleh tinggalin no mbak di sini dulu!",bales sang kasir ramah.
setelah selesai bertanya tanya sama mbak kasir tersebut,tentang apa saja yang harus dia kerjakan di sana dan ingin sedikit belajar,Aya kembali ke rumah nya.
langit sudah menghitam,dan bulan sudah bersinar,Aya yang merasa bosan rebahan terus di kamar, teringat akan ajakan Rio tadi pagi,"sempat ngak sih kalau jawab sekarang",pikir Aya seraya mengambil handphone yang tergeletak di samping nya,"baru jam 8,masih sempat berarti",beo Aya.
"jadi ngak ngumpul?",tanya Aya via chat.
tidak sampai menunggu lama Rio sudah melihat pesan dari Aya,dan sedang mengetik.
"jadilah,loe ikut ngak?",bales Rio.
"ikut gue,bosen di rumah terus",
__ADS_1
"ngumpul di mana?",lanjut Aya bertanya.
"kayaknya di cafe deh,biar gue yang jemput loe ke rumah ",bales Rio.
setelah melihat pesan dari Rio,Aya bangun dari kasur nya untuk bersiap-siap.
20 menit menunggu akhirnya Rio sampai di depan rumah Aya,Aya yang sudah dari tadi menunggu di depan rumah langsung berjalan masuk ke dalam mobil milik Rio.
"gue pikir loe ngak jadi ikut!",kata Rio saat Aya sudah sempurna dengan duduknya.
"rencananya sih gitu,tapi gue bosan di rumah terus",bales Aya menatap sekilas ke arah Rio.
sampailah mereka di sebuah cafe di dekat taman tempat biasa Aya dan Rio ketemu.
mereka turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam cafe,saat sudah masuk ke dalam sebuah meja di pojok cafe menjadi pusat perhatian Aya,dan benar saja mereka adalah temen yang Rio maksud.
tidak ingin terlihat begitu cuek,Aya mencoba tersenyum ke arah mereka yang sudah dari tadi menatap ke arah nya dan Rio.
"hai aya",sapa mereka barengan, kembali Aya membalas nya dengan senyuman.
"silahkan duduk Aya ",ucap salah satu dari mereka seraya menarik kursi untuk Aya,Aya pun duduk di kursi tersebut"thanks",tidak lupa Aya berterima kasih sama cowok tersebut.
setelah Aya berkenalan dengan mereka semua,Aya baru tau kalau mereka adalah anak-anak geng yang di ketua oleh cowok bernama Leo Azkara, terlihat tampan tapi terlalu dingin,lebih dingin dari seorang Mikha,Aya pun tertegun dengan fikiran nya kenapa dia harus nge bandingin Leo sama Mikha.
"loe ngak harus ikut semua kegiatan kita",kata Leo membuat yang lain nya terdiam, termasuk gue karena baru pertama kali mendengar suara seorang Leo.
"sebenarnya gue ngak suka kalau dalam geng ini itu ada cewek,karena loe hanya pengen punya temen ngumpul ngak papa,tapi ingat loe itu cewek",lanjut Leo ngingetin Aya.
"dan buat kalian cowok-cowok,cewek itu di jagain bukan di rusak,ingat itu!",Leo bangkit dari duduknya dan keluar dari cafe tanpa sepatah kata pun lagi.
__ADS_1
"dia emang gitu orang nya Aya,ngak usah di pikirin",ucap Rio mencoba menenangkan Aya.
sebenarnya Aya tidak merasa sakit hati dengan perkataan Leo,karena emang bener Aya hanya pengen punya temen nongkrong,dan Aya merasa beruntung berada dalam geng mereka,tidak banyak cowok sekarang yang bisa bersifat seperti Leo dan Aya kagum dengan Leo sebagai ketua.
"sebenarnya dia itu baik,tapi karena terlalu cuek gitu, makanya keliatan serem",jelas salah satu dari mereka yang Aya tau bernama Reyhan cowok yang tadi narik kursi untuknya.
"ngak papa kok, Santai aja kali",bales Aya.
"emang nya, kegiatan yang dia maksud apaan?",tanya Aya dengan mimik wajah penasaran.
"biasalah Aya, kegiatan anak geng,kayak tauran atau bikin onar",Aya sudah membulatkan matanya,walau di ajak pun Aya ngak bakalan mau untuk ikut.
"tapi bohong, kita biasanya ngadain tour antar kota atau ngak nge daki,kan ngak baik kalau loe ikut kita, apalagi loe cewek",lanjut Reyhan ngejelasin.
Aya yang tadi membulatkan matanya lebar, sekarang sudah menatap seperti biasa,"gue pikir beneran tauran"bales Aya.
"tapi kalau tour antar kota,gue suka, apalagi gue ngak pernah ngerasain jalan-jalan bareng teman",lanjut Aya.
tapi tetap saja mereka tidak bisa ngajak Aya untuk ikut kalau tidak ada persetujuan dari seorang Leo.
"Rio kalau kalian pergi ajakin gue ya",Aya yang hendak turun dari mobil Rio karena sudah sampai di depan rumahnya kembali mengingat Rio untuk mengajaknya ikut.
"jangan nge rengek di gue Aya,rengek tuh sama si Leo, kalau gua yang ngajak loe juga ngak bakalan bisa ikut",
"sana masuk ke rumah,atau mau ikut gue pulang", lanjut Rio,dengan wajah di males malesin Aya turun dari mobil Rio.
"bye bye aya", setelah melambai ke arah Aya,Rio langsung pergi dengan mobilnya.
"dari mana aja!", suara seseorang mengagetkan Aya yang hendak membuka pintu rumah.
__ADS_1
"loe ngapain di rumah gue?",tanya Aya dengan tatapan tajamnya.
"gue yang nanya duluan".