Takdir AYANA

Takdir AYANA
tipuan mikha


__ADS_3

keesokan pagi Aya terbangun dari tidurnya,meski males untuk beranjak dari tempat tidur,pada akhirnya Aya tetap harus bangun, karena mengingat undangan dari alvin.


"gue kasih kado apaan ya!", pikir Aya setelah siap dengan pakaian nya,sempat berfikir untuk membeli kado saat di perjalanan,tapi itu tidak mungkin, lantaran Aya tidak tau kapan akan di jemput oleh Zaza,gimana kalo nggak sempet.


akhirnya Aya memutuskan untuk membungkus salah satu koleksi bonekanya,yang tak lain adalah hadiah ulang tahun dari kakaknya saat Aya berulang tahun yang ke 10.


"Zaza kenapa,kok loe yang jemput gue?",tidak lama setelah Aya selesai dengan kadonya,suara bel pintu berbunyi, setelah membuka pintu Aya yang berfikir kalo Zaza yang akan menjemputnya, ternyata salah karena Mikha lah yang berdiri di depannya sekarang.


"mereka ngak tau rumah loe",jawab Mikha seraya berjalan ke arah motornya.


"ah iya,,gue lupa kasih tau zaza",monolog Aya sambil menutup pintu dan berlari menghampiri Mikha.


Mikha yang sudah memegang helm langsung memakaikan ke Kapala Aya,tanpa Aya memintanya,"kenapa harus di pakein,gue juga bisa kali pakek sendiri ",ucap Aya tapi hanya dalam hati,karena kenyataannya Aya merasa sangat senang karena Mikha terlihat perhatian padanya.


"naik!", Aya yang di suruh oleh Mikha pun langsung naik ke atas motor,tidak menunggu lama Mikha langsung melajukan motornya membelah jalanan yang begitu padat.


setelah 30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai.


Aya yang tidak tau harus kemana hanya mengekor kemanapun Mikha pergi,dan sampai lah Aya di sebuah ruangan yang sudah di hias,tapi tidak ada siapa pun di sana.


"kok orang nya ngak ada?",tanya Aya.


"duduk aja dulu, acaranya belum di mulai",jawab Mikha sambil duduk di salah satu bangku yang sudah di susun rapi.


Aya juga ikut duduk di samping Mikha,"Mikha,kita ke awalan ya dateng nya",Aya kembali bertanya, sebenarnya Mikha emang sengaja Dateng awal,entah kenapa dia ingin berlama-lama berada di samping Aya.

__ADS_1


"ngak kok,bentar lagi juga mereka pada dateng",jawab Mikha ngasal.


"hemm,, kenapa orang rumah ngak ada yang ke sini satu pun sih, pembantu gitu!",tanya Aya lagi.


"mungkin mereka lagi makan siang, Sekarang kan udah waktunya makan siang",


"loe laper,biar gue minta Alvin bawain makanan kalo loe laper", lanjut Mikha, karena baru sadar kalo udah waktunya makan siang.


Aya yang ingin menjawab,mengurung niatnya karena mendengar panggilan seseorang"kalian udah dateng!", Alvin yang ingin melihat hasil dekor di kejutkan oleh Mikha dan Aya yang sudah berada di sana, padahal ini masih sangat awal.


Aya dan Mikha pun hanya mengangguk,"orang rumah lagi pada siap-siap,bentar lagi juga pada dateng tamunya",Alvin menatap ke arah Mikha,Alvin tau kalau Mikha emang sengaja Dateng awal,biar bisa ngobrol sama Aya,"tapi ini terlalu awal",pikir Alvin.


"loe juga harus siap-siap Vin", timpal Mikha membalas tatapannya.


"iya gue juga harus siap-siap,kalian pada laper ngak,gimana kalo masuk dulu,atau ngak loe ajak Aya keliling gih,biar Aya ngak bosan duduk terus", kembali Alvin menatap ke arah Mikha.


"iya,ngak usah loe kasih tau gue juga paham",jawab Mikha karena mengerti maksud dari omongan Alvin.


Alvin pun keluar dari ruangan tersebut,"ayok!",ajak Mikha yang sudah berdiri dari duduknya.


"kemana",tanya Aya, karena tidak tau maksud dari ajakan Mikha.


"ya keliling lah", mendengar jawaban Mikha Aya pun bangkit dari duduknya dan mengikuti Mikha.


sudah hampir sejam Mikha mengajak Aya berkeliling,dan Aya merasa kalo Mikha hanya berputar-putar di tempat yang sama,karena tempat yang Aya lewatin sekarang sama persis seperti tadi,dan saat Aya bertanya jawaban Mikha pasti"ya memang disain nya sama",itulah jawaban dari Mikha.

__ADS_1


mungkin emang Aya terlalu percaya dengan Mikha, hingga dia tetap mengekor di belakangnya.


"sebesar apa sih rumahnya?",tanya Aya.


"loe ngak capek apa!,dari tadi muter terus",lanjut Aya ,Mikha pun tidak menjawab pertanyaan Aya,tetap melangkah hingga sampai lah Aya di sebuah taman, tapi masih di dalam rumah dan terdapat beberapa kursi disana.


tanpa ada yang menyuruh,Aya duduk di salah satu kursi yang ada di sana,"loe ngerjain gue ya!",satu kata keluar dari mulut Aya ketika bokongnya sudah mendarat Sempurna di atas kursi.


"siapa yang ngerjain loe?",jawab Mikha dengan pertanyaan,dan ikut duduk di samping Aya,tapi kursi yang berbeda.


"gue tau,loe ajak gue muter-muter tempat yang sama terus,loe pikir gue bodoh",Mikha menatap ke arah Aya,meskipun apa yang Aya bilang itu benar tapi Mikha tak ingin membenarkannya.


"bentar lagi acaranya mulai,loe masih mau tetep duduk di sini atau masuk lagi ke dalam",tanya Mikha.


"ya masuk lah,gue kesini itu karena undangan ulang tahun,bukan buat di ajak keliling rumah",Aya bangkit berniat ingin pergi sendiri tanpa menunggu Mikha,tapi dia tidak ingat dimana ruangannya.


"kenapa ngak jadi jalan?",ejek Mikha berdiri di samping Aya,


"ayok jalan,ngapain berhenti ", lanjut nya lagi,bukannya menjawab Aya malah menatap sinis ke arah Mikha,


"perasaan udah berapa kali muter-muter tapi tetap aja ngak tau jalan",ejek Mikha lagi sambil berjalan mendahului Aya.


dengan begitu kesalnya Aya mengikuti Mikha, "ternyata emang bener kalo dia dari tadi ngerjain gue", monolog Aya geram.


ruangan yang tadi tidak ada seorang pun disana,kini sudah di penuhi dengan banyaknya tamu, bukan hanya saudara atau teman dekat yang hadir, mungkin juga rekan bisnis,karena ini kan ulang tahun cucu pertamanya keluarga Alexander.

__ADS_1


mata Aya yang mengedar menatap seluruh ruangan, tiba-tiba menajamkan penglihatan nya saat menatap seseorang yang sangat dia rindukan,"haruskah gue bahagia!".


__ADS_2