Takdir AYANA

Takdir AYANA
teman SMA


__ADS_3

"jadi tadi loe bohongin Aya,besok gue bakalan bilangin sama Aya", ancam Bastian sambil berlari ke arah parkiran.


"uncle,,,,",teriak Zaza dengan ekspresi marahnya.


di lain tempat, Aya yang berniat untuk pulang ke rumah menghentikan langkahnya, menatap kosong ke arah para pejalan kaki yang begitu ramai.


terlalu awal untuk kembali kesepian Aya, itulah isi pikirannya.


kakinya yang sempat berhenti kini kembali melangkah,jika di tanya mau kemana,Aya pun tidak tahu mau kemana,Aya hanya mengikuti kemana kaki akan membawanya.


dan di sinilah Aya sekarang,duduk termenung di sebuah bangku yang ada di taman,dengan pikiran yang entah kemana.


hampir setengah jam Aya duduk melamun,sampai sebuah benda melaju ke arah kakinya dan membuat ia terkejut.


"eh sorry, ngak sengaja",pemilik benda itu berlari ke arah Aya sambil minta maaf.


"ngak papa kok",jawab Aya seraya mengangkat sketboard dan di sedorkan ke pemiliknya.


"boleh kenalan ngak",Aya yang di ajak kenalan hanya mengangguk.

__ADS_1


"gue Rio, nama loe siapa,boleh ngk duduk biar ngobrol nya enak".


"duduk aja",jawab Aya singkat dengan mata yang setia menatap ke depan.


Rio yang sudah di izinin duduk oleh Aya langsung mendaratkan bokongnya di samping Aya.


"nama loe siapa!",Rio kembali menanyakan nama Aya karena Aya tidak menjawabnya


"panggil aja aya",Rio yang mendengar nama yang di sebut menatap lekat ke arah Aya.


"Aya ,,loe ayana satu SMA sama gue kan",Rio yang mulai penasaran dengan jawaban Aya mulai memajukan wajahnya dan mencoba menatap Aya dengan begitu dekat.


"ya iyalah loe ngak kenal,orang loe ngak pernah gabung sama kita-kita, kecuali ada kerja kelompok doang",


"loe kok berubah gini sih Aya",tanya Rio penasaran.


"loe juga berubah",bukan nya menjawab Aya malah mengomentari Rio,karena Aya males ngebahas kenapa dia berubah.


"loe ingat gue Aya",Aya hanya mengangguk.

__ADS_1


"iya gue dulu kutu buku,gue juga pengen berubah kali ,biar orang-orang pada ngak bisa ngebully gue lagi",melihat Rio yang begitu antusias mengatakannya membuat Aya berfikir dia juga ngak boleh terpuruk terus,dia juga harus bisa berubah.


karena seingat Aya, Rio emang tidak pernah merasakan kebahagiaan SMA,dia selalu di bully, bukan hanya cowok yang ngebully dia, cewek-cewek juga ikut ngebully, padahal Rio termasuk dalam kategori cowok tampan, tapi Aya juga ngak tau kenapa Rio selalu di bully di sekolah.


Aya kembali menjadi dirinya sendiri di depan Rio,karena Rio emang sudah tau sifatnya dari SMA,meskipun Aya tidak punya teman di SMA ,


tapi Aya juga ngak punya musuh.


akhirnya Aya memutuskan untuk cerita sama Rio tentang keluarganya, tentang orang tuanya yang tidak baik-baik aja,tapi tidak tentang pencerain.


"loe yang sabar ya Aya,gue tau gimana rasanya,gue juga pernah ngalamin itu juga",


"kita harus tukaran Kontak Aya,biar kalo loe perlu teman,kan loe bisa hubungin gue", Aya pun setuju untuk tukaran Kontak dengan Rio dan Rio adalah teman pertama Aya,entahlah antara Zaza atau Rio teman pertama nya.


ke akrapan Aya dan Rio membuat sepasang mata yang menatap dari kejauhan merasa penasaran,"kenapa coba gue dari tadi ngeliatin mereka,ngak penting banget", ucapnya ketika melihat Aya dan Rio sudah berjalan dengan arah yang berbeda.


Aya yang baru sadar kalau taman dari rumahnya itu sangatlah jauh merasa syok"lah kok bisa sampai sini sih,tadi gue jalan kaki kesini,kok ngak kerasa ya",Aya yang merasa heran hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


tin tin tin

__ADS_1


Aya yang mendengar suara klakson motor dari belakang Marasa takut,karena selama ini Aya ngak pernah keluar rumah sendiri,tanpa menghiraukan klakson motor tersebut Aya terus berjalan,sampai sebuah teriakan membuat Aya berhenti dan menoleh kebelakang.


__ADS_2