Takdir AYANA

Takdir AYANA
#15


__ADS_3

"lupa pakek helm Ay"jawab Mikha seraya memakai helm di kepala Aya.


Aya yang selalu mendapat perhatian dari Mikha, merasa perasaan nya lebih baik, meskipun tidak sepenuhnya membaik tapi itu sudah cukup untuk Aya sedikit melupakan tentang keluarga nya.


sedangkan di tempat yang berbeda tapi di pagi yang sama, Aliya tidak henti hentinya mengingatkan sang suami untuk tidak lupa akan janjinya semalam.


"mas jangan sampai lupa,habis dari kantor langsung pulang,mas kan udah janji tadi malam bakalan nemenin aku pulang ke rumah orangtuanya aku!"jelas Aliya sambil memberikan tas kerja suami nya.


"iya sayang,mas ngak bakalan lupa,sini cium dulu", Aliya dengan senang hati memajukan wajahnya untuk di cium sang suami, karena memang seperti itulah kegiatan Aliya setiap pagi ketika mengantar sang suami pergi kerja.


panasnya matahari membuat para pengguna jalan merasa gerah, begitu pula dengan gadis yang sedang mengayunkan sketboard nya,karena tak ingin menunggu sang pacar yang masih ada jadwal kuliah,Aya memutuskan untuk pulang seorang diri, bukan tanpa alasan Aya tidak ingin menunggu Mikha,tapi Aya teringat dengan kerja part time nya, sedangkan Mikha tidak tau.


1 jam menempuh perjalanan,Aya sampai di rumah nya, melihat pintu utama rumah terbuka membuat Aya penasaran"apa mungkin bibi udah balik ya!"pikir Aya seraya masuk ke dalam rumah.


setelah masuk dengan sempurna ke dalam rumah, Aya tidak melihat siapa pun yang duduk di ruang tamu,Aya pun kembali melangkahkan kaki ke arah dapur, seseorang yang sedang menyiapkan makanan di meja makan menjadi pusat perhatian Aya, dengan senyuman di wajahnya Aya berjalan ke arah orang tersebut.


"Aya kangen", ucap Aya seraya memeluk dengan erat orang tersebut,orang yang di peluk pun terkejut dengan pelukan tiba-tiba Aya.

__ADS_1


"kok pulang ngak ngabarin Aya sih!"lanjut Aya lagi melepas pelukannya.


"si non,bibi pikir siapa,hampir aja bibi jantungan"jawab sang bibi seraya memegang jantungnya.


"ah bibi mah drama",Aya terkekeh melihat ekspresi bibi di depannya.


"kapan sampai bi?", tanya Aya lagi.


"tadi pagi Non, sekitaran jam 10, karena bibi tau nggak ada orang,bibi langsung masuk aja"jelas sang bibi.


"bibi tau aja,Aya kangen tau sama masakan bibi",jawab Aya seraya duduk di meja makan.


setelah mendengar cerita tentang sang bibi di kampung halamannya serta melepaskan kangen, Aya naik ke kamarnya berniat membersihkan diri untuk berangkat kerja.


baru masuk ke dalam kamar mandi, pendengaran nya mendengar suara dering telepon dari luar,ingin mengabaikan tapi dering telepon terus berulang, akhirnya Aya keluar dari kamar mandi,dan melangkah ke arah meja belajar yang ada di samping tempat tidurnya.


"kenapa ngak bilang kalau pulang hem?"tanya seseorang di balik telepon.

__ADS_1


Aya yang tidak jelas mendengar pertanyaan pun kembali bertanya.


"apa?".


"kenapa ngak nungguin aku pulangnya",jawab Mikha.


"males,,lagian juga bisa pulang sendiri"jawab Aya.


"iya tau,tapi lain kali kalau mau pulang duluan bilang dulu sama aku!".


"bawel banget sih !",


"udah dulu mau mandi",lanjut Aya dan tanpa menunggu jawaban dari Mikha Aya langsung memutuskan sambungan telepon nya.


sudah siap dengan setelan biasanya Aya keluar dari kamar menuruni tangga,"bi Aya keluar bentar ya!",izin Aya saat melihat bibi yang sedang menyapu di ruang tamu, tidak menunggu jawaban dari bibi Aya langsung berlari keluar rumah.


"hati-hati non",teriak sang bibi.

__ADS_1


__ADS_2