Takdir AYANA

Takdir AYANA
undangan Alvin


__ADS_3

setelah apa yang terjadi di taman,Mikha tidak lagi terlihat peduli terhadap Aya, meskipun itu hanya pikiran Aya sendiri tidak dengan Mikha nya.


bercerita tentang kepribadian Mikha, Mikha tipikal orang yang cuek,tapi Mikha mudah dalam memperlihatkan rasa sayang nya kepada seseorang, walaupun itu orang yang baru di temui nya.


seperti hal nya kepada Aya,bisa di bilang Mikha jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Aya,saat tidak sengaja menatap matanya,ada sesuatu rasa yang tidak Mikha mengerti,manik mata Aya yang terlihat lelah di mata Mikha, membuat nya ingin selalu ada buat Aya.


Muhammad Mikhail AZ Zain,anak kedua dari tiga bersaudara,anak dari Zain Abdurrahman dan Ayra putri, papanya berprofesi sebagai dokter bedah sekaligus pemilik rumah sakit,dan mamanya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.


meskipun terlahir dari benih seorang dokter,tidak membuat Mikha menyukai profesi tersebut.


Mikha lebih tertarik menjadi seorang pebisnis, dan Mikha sudah memulainya dari bangku SMA semester terakhir, bersama kedua sahabatnya.


di mulai dari kedai kopi biasa,sekarang sudah menjadi sebuah cafe yang terkenal di kalangan anak-anak muda,dan sekarang mereka masing-masing mengelola satu cafe.


"woi,,,, kalian di suruh ke rumah besok",Alvin yang baru turun dari mobil langsung meneriaki kedua sahabatnya,yang juga baru memarkirkan motornya.


"ngapain?"tanya Mikha sembari berjalan masuk ke dalam kampus di ikuti kedua sahabatnya.


"iya,, ngapain coba ke rumah loe,emng yang nyuruh siapa",timpal Bastian.


"nyokap lah, ponakan gue besok ulang tahun,jadi kalian harus pada datang",tidak ada lagi jawaban,hanya anggukan kepala yang terlihat dari Mikha dan Bastian.


tiga bersahabat itu melangkah memasuki kampus, karena termasuk cowok populer, membuat mereka jadi pusat perhatian para cewek-cewek,yah apalagi kalo bukan karena ketampanan mereka yang seperti Idol Korea itu.

__ADS_1


tak jauh berbeda dari cewek-cewek lainnya,Aya yang sedang berjalan ke arah fakultasnya pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah mereka, tidak kepada ketiga-tiganya,tapi salah satu dari mereka yang menjadi pusat perhatian Aya.


"Aya liatin siapa sih?",suara Zaza yang bertanya pun membuat Aya tersadar dan mengalihkan pandangannya,tepat di saat Mikha menatap ke arahnya.


"ngak ada",elak Aya.


"cepetan sebelum dosen masuk",lanjut Aya,dan kembali melangkah.


terlalu banyak drama untuk menceritakan tantang kenapa Zaza dan Aya sudah menjadi teman,Aya sendiri tidak tau kenapa akhirnya mereka berteman.


entah karena mereka satu jurusan,dan selalu bertemu,atau memang mereka di takdirkan untuk bersama,itulah takdir, seberapa ingin kita menghindari yang pasti itu akan tetap terjadi.


di dalam sebuah mall,Aya sedang berkeliling membantu Zaza mencari kado,yang katanya untuk keponakan temannya yang lagi berulang tahun, meskipun pada awalnya Aya males,tapi pada akhirnya Aya juga disini.


"cowok atau cewek bocil nya?",bales Aya kembali dengan pertanyaan.


"cewek Ya,tapi gue ngak tau dia sukanya apaan",


"apalagi ini baru ulang tahun yang ke satu",lanjut Zaza.


Aya yang tidak sempat terfikir kalo anak itu baru satu tahun menatap tajam ke arah Zaza,karena menurut Aya anak sekecil itu mana tau tentang hadiah-hadiah.


"kalian juga disini!"Aya dan Zaza sontak berbalik,dan mendapati tiga bersahabat sedang berdiri di belakang nya.

__ADS_1


"kakak juga ngapain disini?", Bastian yang di tanya balik,hanya menunjukkan paper bag di tangannya.


"Zaza sama Aya ngak tau harus beli apa",kata Zaza dengan ekspresi lesu.


"beli apa aja kali,ngak bawa kado juga ngak papa",timpal Alvin.


dan pada akhirnya,Zaza memutuskan untuk membeli boneka Barbie untuk hadiah,karena dia dulu juga menyukai Barbie.


"kalian kesini naik apa?",tanya Alvin setelah makanan yang mereka pesan sudah habis, setelah tadi selesai beli kado mereka memutuskan untuk mampir ke restoran karena perut mereka sudah pada demo.


"kita kesini naik taksi kak",jawab Zaza, sedangkan Aya sedari tadi hanya diam tidak menyahut sedikit pun, kecuali emang pertanyaan yang di tujukan untuknya.


lain halnya dengan Mikha yang tidak mengeluarkan suara sedikit pun,hanya hemm yang keluar dari mulutnya.


"oh ya,loe juga besok datang ya Aya ", Aya yang mendapat undangan dari Alvin tidak tau harus menjawab apa"gimana ya,gue ngak tau rumah loe dimana "jawab Aya, sebenarnya Aya ingin menjawab kalau dia ngak mau dateng,tapi karena ngak enak menolak undangan dari alvin akhirnya Aya hanya beralasan.


"loe bisa bareng sama zaza",usul Alvin.


"iya Ya,besok bareng kita aja",


"gue jemput ke rumah ",lanjut Bastian.


"ikut Aya ya",ajak Zaza lagi.

__ADS_1


akhirnya Aya hanya dapat mengiyakan undangan Alvin.


__ADS_2