
Zaza yang berniat menyusul Aya ke toilet, terhenti karena seseorang telah berdiri di depannya,
"loe kenapa nangis?"Alvin menatap ke arah Zaza menunggu Jawaban.
"Zaza ngk sengaja nyenggol orang tadi di kantin,Zaza udah minta maaf tapi dia ngak mau maafin Zaza",jelas Zaza kembali menangis.
"jadi karena dia ngak maafin,loe nangis",Alvin tersenyum ke arah Zaza,karena di mata Alvin Zaza begitu lucu.
"Zaza ngak nangis karena ngak di maafin,Zaza nangis karena Aya,Aya ngak mau jadi teman Zaza,karena Zaza ceroboh, karena Zaza Aya jadi kena Sop panas tadi", Alvin yang tadinya tersenyum sekarang menatap tajam ke arah Zaza.
"terus Aya sekarang dimana?",bukan Alvin yang bertanya tapi seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka,dan tidak sengaja mendengar perkataan Zaza.
"kc Mikha,,,Aya tadi ke toilet",Mikha langsung berlari ke arah toilet,tanpa ragu Mikha langsung masuk, tidak peduli kalau itu adalah toilet cewek, menatap khawatir ke arah Aya yang sedang membasuh lehernya.
__ADS_1
"sini gue liat",Mikha berdiri di belakang Aya, berharap Aya berbalik,tapi Aya tidak menghiraukan nya.
"Ayana putri Humaira",Mikha menekankan suaranya geram saat melihat Aya tak kunjung berbalik,serta membalik paksa badan Aya.
keduanya bersitatap seperkian detik, sampai Mikha mengangkat wajah Aya menatap ke atas,supaya bisa melihat leher Aya yang sudah memerah.
"udah di kasih salep ngak",Aya yang di tanya hanya menggelengkan kepalanya.
"pasti tadi ngak langsung di siram air dingin kan,makanya bisa sampe memerah gini lehernya",Mikha meniup pelan leher Aya,Aya merasa jantungnya seakan berhenti berdetak,bukan,bukan berhenti berdetak,tapi serasa jantungnya akan segera meledak.
"ngak papa gimana orang lehernya udah melepuh gitu",tunjuk Mikha ke arah leher Aya.
Mikha yang bisa mencium bau sop dari baju Aya, melepaskan kemeja yang melekat di badannya,
__ADS_1
"ganti baju loe,gue tunggu di luar",Aya mengambil baju dari tangan Mikha,dan entah mengapa Aya merasa kalau berada di dekat Mikha dia itu jadi banyak diam nya,dan akan menurut semua Yang Mikha suruh.
melihat Aya yang sudah keluar dari toilet,Mikha langsung menggenggam tangan Aya dan menariknya ke UKS.
tepat di depan rumah sebuah motor berhenti, menunggu penumpang untuk turun,"jangan lupa salep nya di pakek,jangan sering kenak air,kalo ada apa-apa langsung telpon", seperti seorang cowok yang khawatir kepada pacarnya,begitulah Mikha sekarang,bersikap seolah Aya adalah wanita paling di cintai nya.
Aya hanya diam,tidak menjawab apapun,meski dalam hati dia sangat senang,karena Mikha bersikap baik kepadanya.
"jawab Aya,gue ngak tau kalo loe cuman diem",
"iya gue ingat",jawab Aya sambil menatap ke arah Mikha.
"sana masuk, ngapain masih di sini",Aya langsung melangkah masuk ke dalam rumahnya setelah mendengar perkataan Mikha,tanpa menoleh ke arah Mikha sedikitpun.
__ADS_1
Mikha yang masih duduk di atas motornya,terus menatap ke arah Aya,sampai Aya menutup pintu rumahnya,dan menghidupkan motornya kembali membelah jalanan.
"gue suka sama loe aya", Mikha yang merasa jatuh cinta pada Aya hanya bisa mengatakan pada dirinya sendiri,"akhhhhhhh,,,,,,"teriaknya seraya kecepatan motor yang semakin bertambah.