
Aya sudah tiba di rumah nya,di antar oleh Mikha.
"kalau loe butuh teman curhat gue bisa jadi pendengar yang baik ",kata kata Mikha sebelum pergi dari rumah Aya masih terngiang ngiang di otak Aya.
"haruskah gue beritahu Mikha tentang keluarga gue!".
"tidak akan, siapa Mikha gue harus cerita tentang hidup gue sama dia!",meski Aya menyukai Mikha, tapi itu tidak membuat Mikha harus tahu tentang kehidupan Aya.
Aya yang sudah tertidur pulas, terganggu oleh rasa haus dari tenggorokan nya,jam baru menunjukkan pukul setengah 4 dan baru 3 jam Aya tertidur.
Aya perlahan menuruni tangga berjalan ke arah dapur,tidak ada seorang pun di rumah itu selain Aya,bibi yang selalu menemani Aya sudah satu Minggu yang lalu berada di kampung, karena sang anak sedang sakit.
sekarang Aya sudah terbiasa jadi tidak ada lagi rasa takut,apa yang harus Aya takutkan,dan jikalau Aya takut pun tidak ada yang akan menemani nya.
dan setelah itu Aya tidak bisa tertidur kembali, meskipun sudah mencoba untuk tidur tapi tetap tidak bisa.
seperti hari biasanya,Aya yang sudah siap dengan setelan kampus,keluar dari rumah,tidak lupa Aya untuk mengunci pintu.
keluar dari kompleks perumahan nya dengan scatboart sampai di halte bus, hampir setiap hari Aya ke kampus menggunakan bus, mungkin untuk sedikit berhemat,karena tidak ingin terlalu berharap dengan uang yang papa nya transfer tiap bulan, gimana kalau papanya lupa,dan Aya tidak berani untuk memintanya.
sebelum bus sampai, sebuah mobil berhenti di depannya,"mau bareng ngak!",tanya seseorang dalam mobil dengan kaca mobil sedikit di turunkan.
"emang loe ngak ke kampus?",tanya Aya balik,
"kampus kita kan beda Rio",lanjut Aya.
__ADS_1
"gue ngak ada jadwal hari ini, mumpung gue lagi baik ni, cepetan naik",Aya pun masuk ke dalam mobil milik Rio.
"entar malam ngumpul bareng anak-anak yang lain yuk!",ajak Rio saat sudah dalam perjalanan ke kampus.
"ada acara apaan emangnya ",tanya Aya,
"ngak tau sih, mereka cuman ngajakin ngumpul doang",
"loe udah pernah ngumpul bareng mereka",tanya Aya lagi,dia tidak mau kalau mereka ngumpul buat yang nggak-nggak.
"udah pernah sih, keseringan nya mereka cuman ngadain betle antar lawan",
"ngak yang aneh-aneh,gue tau loe takut kan, karena ngak pernah ngumpul bareng kita-kita",jelas Rio, mereka bukan kumpulan cowok-cowok pembuat onar,dan Rio tau kalau Aya ngerasa takut buat kumpul bareng, apalagi Aya adalah satu-satunya cewek antara mereka.
"liat entar,gue masuk kampus dulu",karena mobil sudah berhenti di depan kampusnya,Aya pun langsung keluar dari mobil Rio dan berjalan masuk ke dalam kampus.
"Aya ,,,"teriak Zaza dari arah parkiran,Aya pun menoleh ke arah Zaza,tidak hanya Zaza yang ada di sana tapi juga Mikha dan kedua sahabatnya.
Aya melihat Zaza sudah berlari ke arah nya,di susul oleh tiga bersahabat,"Zaza pikir Aya ngak ngampus hari ini,karena kemaren kan Aya ngak enak badan",
"itu kemaren,hari ini gue sehat",to the poin Aya.
"hai Aya ",sapa alvin,Aya hanya membalas nya dengan senyuman.
"loe kok kemaren pulang nya ngak bilang-bilang sih",tanya Alvin lagi.
__ADS_1
"kemaren Aya sakit,gue sendiri yang nganterin dia",jawab Mikha.
"wih,,ada bau-bau jatuh cinta nih", gombal Bastian ke Aya dan Mikha,tapi tidak ada yang peduli.
sedangkan di kediaman Alexander,Aliya yang sedang membuka kado Alisha dari ulang tahun kemaren,di buat syok oleh sebuah kado yang isinya adalah boneka yang begitu mirip dengan boneka yang di belinya 9 tahun yang lalu untuk sang adik.
"mas", panggil nya pada sang suami yang sedang sibuk bercanda dengan sang anak.
"ada apa sayang?",tanya Kevin seraya berjalan ke arah Aliya dengan sang anak yang berada dalam gendongan nya.
"apakah boneka seperti ini sekarang masih ada yang menjualnya?",
"emang ada apa dengan boneka ini, terlihat bagus kok",jawab Kevin karena tidak tau harus menjawab apa.
"tidak mas,boneka ini itu sangat persis dengan boneka yang Aliya beli 9 tahun yang lalu,waktu Aya berulang tahun yang ke 10 ",jelas Aliya dengan mata menatap lesu ke arah Kevin.
"mungkin orang lain juga membeli boneka yang sama seperti yang kamu beli sayang",
"jangan terlalu di pikirin,ini hanya sebuah boneka,apa kamu merindukan adik mu?",tanya Kevin seraya mengelus lembut rambut Aliya.
"apakah kamu ingin menemui nya?",tanya Kevin lagi.
"apakah dia ingin melihat ku mas?",
"aku sudah meninggal kan nya",lanjut Aliya dengan air mata yang sudah menetes.
__ADS_1
"tentu saja, mungkin dia juga merindukanmu",
"jangan menangis sayang,apa kamu ingin Alisha ikut menangis karena melihat mu menangis?",Aliya mencoba untuk menghentikan tangisannya,dengan cara tersenyum tapi air mata nya masih tetap mengalir.