
karena Aya tidak ingin pulang,dan tidak tau ingin pergi kemana, Mikha memutuskan untuk mengajak Aya berkeliling kota dengan motornya.
sudah terlalu lama mereka berkeliling,tapi Aya tidak menyadari itu, karena ia terus dalam lamunannya, hingga Mikha sudah 2 kali mampir ke pom bensin pun Aya masih tetap dalam lamunannya.
meskipun Mikha sangat penasaran kenapa tiba-tiba Aya sedih,tapi Mikha tidak ingin mempertanyakan nya sekarang, mungkin Mikha akan bertanya saat Aya sudah tenang,atau mungkin Mikha akan mencari tau sendiri penyebab Aya sedih.
apa yang sedang Aya pikirkan,sampai Aya tidak menghiraukan dunia nyatanya?.
kenangan masa kecil nya yang begitu indah, terputar jelas dalam ingatan aya, seakan tak percaya kalau masa yang begitu indah itu akan tergantikan dengan hidup sepahit sekarang.
bohong jika Aya bilang kalau Aya menerima semua takdirnya sekarang,karena pada kenyataannya Aya selalu mengeluh dengan takdirnya.
"Aya turun dulu yuk!",ajak Mikha dengan mengelus lembut tangan Aya yang berada di pinggangnya.
tersadar dari lamunan Aya menatap sekelilingnya, ternyata Aya berada di sebuah restoran,Aya pun turun dari motor Mikha.
"ayok masuk",ajak Mikha seraya menggenggam tangan Aya.
Aya tersentak dengan genggaman tangan Mikha yang begitu lembut,karena kesadaran Aya sudah kembali,itu membuat Aya sedikit gugup.
dan perlakuan Mikha saat Aya sedang tidak peduli dengan apapun kecuali dengan rasa sakit dalam hatinya, berputar sendiri dalam ingatan aya,dari pelukan hangat yang Mikha berikan, berada dalam gendongan Mikha,sifat Mikha yang begitu lembut padanya.
Aya di buat syok dengan itu semua,apakah itu beneran gue!!, mungkin pertanyaan itu yang terlintas di dalam benak Aya sekarang.
"Aya mau makan apa hem?",tanya Mikha ketika mereka sudah duduk sempurna di dalam restoran tersebut.
__ADS_1
"minum aja,gue ngak laper", jawab Aya karena ingin segera menghilang di depan Mikha,karena terlalu malu dengan sifatnya tadi.
karena Aya sudah dalam mode cuek nya ,Mikha tidak membantah apa yang Aya mau,
tapi Mikha tidak juga menurutinya.
begitu banyak makanan terhidang di depan mereka,karena Mikha memesan semua makanan yang menurut nya enak.
"makan,harus habis!!",Aya yang ingin menjawab langsung di potong oleh Mikha.
"apa,ngak mau,dari tadi siang loe ngak makan,dan sekarang udah malam,mau tetep ngak makan biar sakit?", menatap tajam ke arah Aya.
tidak ada jawaban lagi dari Aya, karena Aya emang sudah sangat lapar,tapi rasa malu membuat Aya ingin segera pergi dari hadapan Mikha, karena dengan pakaian Aya yang sekarang sungguh tidak cocok dengan sifatnya tadi.
"makan yang banyak!", Mikha menatap ke arah Aya,yang sedang lahap dengan makanannya.
"mau pulang sekarang ?"tanya Mikha.
"gue pulang sendiri aja",jawab Aya dengan mata yang masih setia menatap handphone nya.
tidak ada lagi percakapan di antara mereka,setelah membayar semua tagihan makanan mereka,Mikha bangkit dari duduknya.
"ayok pulang!",ajak Mikha kepada Aya,kali ini Aya menatap ke arah Mikha, karena Aya sudah bilang sama Mikha kalau dia bakalan pulang sendiri tapi kenapa Mikha masih mengajak nya pulang.
"gue yang ngambil loe dari rumah,gue juga yang bakalan nganterin loe",tanpa menunggu Aya ngomong Mikha langsung menimpalinya.
__ADS_1
di lain tempat Aliya yang sudah selesai dengan acara ulang tahun sang anak,duduk bersama suami dan sang mertua di ruang keluarga.
"bunda capek",Alvin yang baru duduk setelah membantu para pelayan membereskan tempat acara tersebut mengeluh kepada sang bunda, dengan kepala yang sudah bersandar sempurna di bahu sang bunda.
"eh kak,tadi Alvin temuin kado di bawah kursi, mungkin itu kado buat baby alisha yang tidak sengaja jatuh", ucap Alvin sambil menyerahkan kado kepada kakak iparnya.
Aliya pun mengambil kado tersebut dari tangan Alvin dan menaruhnya di atas meja,"ngak di buka sayang",tanya sang suami.
"nanti aja ,yang lain juga belum di buka",
"Aliya maaf bunda mau nanya sesuatu boleh !"tanya bundanya Alvin sekaligus mertuanya Aliya.
"ngak papa kok Bun,tanya aja kenapa harus minta maaf ",jawab Aliya.
"apa kamu masih tidak mau ketemu sama keluarga kamu?",
"bunda tau,kamu kecewa sama orang tua kamu,tapi ini sudah hampir 3 tahun Aliya, dan ayah sama bunda juga ingin bertemu dengan keluarga kamu, apalagi bunda tidak enak karena sudah menjadikan kamu sebagai menantu di rumah ini,tapi tidak pernah meminta kepada keluargamu secara langsung",lanjut sang bunda.
mendengar pertanyaan dari sang bunda, Aliya tidak tau harus menjawab apa, meskipun Aliya sangat merindukan kedua orangtuanya termasuk sang adik,tapi dia takut untuk kembali.
"bukan Aliya tidak mau bunda, mungkin Aliya belum sanggup untuk bertemu dengan keluarga nya",
"yang penting kita tau siapa orang tuanya Aliya, walaupun tidak pernah bicara secara langsung",jelas Kevin suaminya Aliya.
"ayah hanya tidak ingin membuat nama keluarga kita buruk di depan orang tuanya Aliya vin",timpal sang ayah.
__ADS_1
Kevin menatap sang istri yang hanya menunduk,Kevin tau apa yang dirasakan sang istri sekarang,karena Kevin adalah saksi di mana Aliya tiap malam menangis ketika merindukan keluarga nya.
"ngak papa sayang, kalau kamu belum siap,kita tidak akan ketemu dengan keluarga kamu", dengan tangan yang mengelus lembut rambut sang istri Kevin mencoba menenangkan hati Aliya.