
Tetap kuatkan do'a, karena pertolongan Allah akan selalu datang tepat waktu. Beberapa bulan telah terlewati, tak henti-hentinya Meisya dan Gio meminta kiranya keajaiban akan datang menemui pernikahan mereka. Akan tetapi, keadaan itu masih sama, dan tidak ada tanda-tanda kehamilan padahal mereka sudah melakukan beberapa metode dan pengobatan.
Dan setelah berpikir cukup lama, kini keduanya berakhir di salah satu panti asuhan yang ada di singapura. Di sini, semua nampak terlihat begitu terawat dengan baik. Jika di lihat sepintas, mungkin orang tidak akan menduga jika bangunan megah yang ada di tengah kota itu, adalah sebuah panti asuhan.
Gio dan Meisya keluar dari ruangan pengelola panti asuhan. Setelah menyerahkan cek berisi sejumlah uang untuk sumbangan, sepasang suami istri itu melangkah menuju mobil mereka sedang terparkir. Mengambil buah tangan yang sudah mereka siapkan untuk calon anak mereka.
Setelah semuanya sudah siap, keduanya kembali melangkah masuk menuju ruangan di mana anak yang akan mereka adopsi, berada.
Saat memasuki ruangan, Meisya tersenyum saat mendapati ada seorang anak laki-laki sudah menunggu kedatangan mereka di sana.
"Hai, Sam.." Tegur Meisya sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Anak laki-laki yang baru berusia empat tahun itu tersenyum ke arah Mei dan Gio."
"Hai, Ibu." Jawabnya, membuat senyum Meisya semakin lebar. Wanita cantik itu melangkah mendekat, kemudian bersimpuh mensejajarkan tubuhnya dengan anak laki-laki tampan berwajah blasteran itu.
"Kita pulang ke rumah, yuk." Ucap Meisya pelan, dan anak laki-laki tampan itu segera mengangguk. Ia seakan sudah tahu bahwa dirinya akan diajak pergi dari tempat itu.
"Oh iya, Ibu punya hadiah untuk mu." Meisya mengulurkan boneka Dinosaurus yang ada di tangannya, ke arah Samudra.
Anak laki-laki itu menatap wajah Meisya sesaat, lalu meraih boneka yang sedang terulur ke arahnya dengan wajah berbinar.
Akan tetapi, semua kembali lagi pada Sang Penentu. Karena kita sebagai manusia, hanya bisa memimpikan hal itu, akan tetapi DIA-lah yang akan menentukan segalanya.
__ADS_1
"Ayah juga punya sesuatu untuk mu."Gio melangkah masuk ke dalam ruangan, lalu ikut bersimpuh di samping Meisya. Memberikan sebuah kotak hadiah yang terbungkus indah kepada calon anaknya itu.
"Terimakasih, Ayah." Jawab balita itu dengan suara yang menggemaskan. Meisya dan Gio tersenyum bersama.
Inilah keputusan yang mereka ambil, setelah beberapa bulan berusaha. Mungkin Tuhan memberikan takdir ini pada mereka, agar kelebihan yang mereka miliki bisa dinikmati oleh anak-anak kurang beruntung seperti Samudra ini.
Setelah beberapa saat berbincang dengan pengelola Panti Asuhan, Gio dan Meisya akhirnya kembali ke apartemen mereka denhan membawa serta Samudra.
"Ayah, apa suatu hari nanti kita bisa kembali ke tempat ini lagi' Tanya anak kecil itu sambil memandangi gedung berlantai tempat dirinya bernaung selama beberapa tahun ini.
"Tentu saja. Setiap bulan, kita akan mendatangi tempat ini untuk menjenguk teman-teman mu." Jawab Gio sambil terus melajukan mobilnya meninggalkan pelataran luas Panti Asuhan itu.
__ADS_1
"Kamu akan terus datang ke tempat ini. Bahkan jika nanti kamu sudah besar pun, kamu harus tetap bisa meluangkan waktu untuk datang ke tempat ini." Meisya menimpali.
Anak kecil yang sedang duduk di kursi penumpang itu mengangguk paham. Ia lalu memutuskan tatapannya dari bangunan berlantai, dan kembali menatap jalanan yang jarang sekali bisa ia lihat.