Takdir Menolak Cinta-nya

Takdir Menolak Cinta-nya
Apakah itu sebuah Janji?


__ADS_3

Angin bertiup kencang dan cuaca terlihat sangat cerah... Musim panas sudah dekat dan semua murid akan berlibur dan menikmati waktu meraka di gunung atau di pantai. Dan saat itu lah ada juga yang perpiknik di tempat yang indah seperti di gunung atau didekat air sungai


Mungkin bagi orang yang tidak suka cuaca panas hanya akan diam di rumah dan menikmati kipas angin meraka atau AC meraka... Tapi siapa yang tidak suka musim panas kan? Alvin Ghifari, laki-laki yang terlihat cool dan hot dan rambut berantakan nya yang mencolok berwarna hitam


Hampir setiap musim panas Alvin dan temen masa kecilnya yang bernama Tomoe Kisaki selalu pergi ke tempat yang indah dan dapat dinikmati seperti gunung, bukit dan juga hutan...


"Alvin, ayolah! Kenapa kamu ini selalu males berjalan ke tepi gunung?!" Tomoe yang marah karena melihat Alvin malas untuk jalan


"Kamu gampang berbicara itu, Tomoe... Aku ini orang yang sangat tidak suka menghabiskan stamina dan energi ku untuk hal yang tidak sangat penting" Ucapnya sambil kelelahan


"Kamu ini kan mau jadi laki-laki yang strong, tapi kamu malah malas berjalan ke tepi gunung bersama ku!" Tomoe merasa tidak senang karena Alvin


Alvin sudah tidak kuat berjalan dan dia berhenti sebentar dan berteduh di bawah pohon. Karena ia ini orang yang sangat tidak suka jalan dan lari


"Ya, ampun, kamu ini" Tomoe berbicara sambil menggaruk-garuk rambutnya


Tomoe berjalan menuju Alvin dan duduk di sebelahnya


"Kamu bilang kamu kan pengen berpiknik dengan ku, Alvin"


"Iya sih. Tapi aku kira kita tidak akan berjalan ke sana" Alvin mendesah dengan kekecewaan karena dia berpikir bahwa meraka akan pergi kesana dengan mobil


Tomoe membuka tas dia sendiri dan mengeluarkan botol berisi air


"Ini. Kamu minum aja deh biar kamu bisa berjalan lagi" Tomoe berbicara sambil memegang botol air


"Ehh, itu kan punya kamu, Tomoe?"


"Lagian kamu malah menyerah dan kelelahan" Tomoe berbicara sambil marah


"Yaudah deh, aku ambil ya" Mengambil botol air di tangan Tomoe


Alvin membuka tutup botol nya dan lalu meminumnya


"Gulp... Gulp... Gulp..." Alvin sangat menikmati air yang jernih itu


Tomoe melihat ke langit dan senyum


"Hey, Alvin..." tersenyum


"Ada apa, Tomoe?" menutup tutup botol kembali


"Ketika kita sudah besar, apakah kita akan menikah?" tersipu dan tersenyum


"E-Ehh?! Menikah?" Alvin terkejut


Tomoe melihat Alvin dan tersenyum bahwa dia ingin bersama Alvin selamanya


"Kenapa kamu berbicara tentang menikah ketika kita masih 6 tahun?!" Terkejut


"Karena, kamu itu ceroboh dan malas kepada hal-hal apapun! Bahkan hal kecil pun kamu selalu malas! Aku penasaran kamu bakal jadi seperti apa ketika kamu sudah besar, Alvin!" berbicara sambil marah


Tomoe menarik napas dan tersenyum


"Alvin, kamu menyukai aku tidak?" tersenyum


Alvin terkejut lagi dan hampir menumpahi botol air Tomoe


"Kamu mau bikin aku kena serangan jantung?!" terkejut dan tersipu


"Hahaha! Maaf, maaf!" tercekik


Tomoe mengambil botol air nya dan menyimpannya di tas nya


Tomoe berdiri dan mengambil tasnya


"Ayo! Kita lanjut berjalannya" Tomoe sangat bersemangat

__ADS_1


Alvin tersenyum


"Baiklah" Alvin berdiri dan melanjutkan perjalanannya


Alvin dan Tomoe melanjutkan perjalanan piknik mereka


Beberapa menit kemudian


"Hah... hah... Panas banget..." Alvin berjalan sambil kecapean


Tomoe melihat Alvin dan hilang harapan


"Kamu ini..." Tomoe memegang tangan Alvin sambil berjalan


Alvin tersipu dan tidak melihat ke wajah Tomoe karena dia sangat malu


"Kenapa Tomoe selalu peduli kepada gua sih?! Gua padahal bisa menyusul..." Berbicara di dalam hati


Beberapa menit kemudian meraka hampir sampai ke tujuan meraka. Alvin sangat kecapean berjalan menuju tepi gunung


"Ahh! Itu dia!" tersenyum


Alvin melihat banyak sekali orang yang berpiknik


"Ehh? Aku tidak percaya ada orang yang tahan pergi ketempat yang jauh ini" Kaget


Beberapa menit kemudian, Tomoe meletakkan karpet di bawah pohon yang enak untuk berteduh, Alvin menggenggam tangan Tomoe


"Kenapa, Alvin?" melihat ke wajah Alvin


"Biarkan laki-laki melakukan perkerjaannya" Ucapnya sambil memiliki wajah yang serius


"B-Baiklah..." kaget


Alvin memulai meletakan karpet di bawah pohon yang enak untuk berteduh, lalu setelah itu Alvin meletakan box piknik di karpet


"Semua selesai!" ucapnya sambil mengelap keringat nya


"Terima kasih, Alvin" ucapnya sambil tersenyum dengan baik


"Iya, iya" Tersipu


Tomoe melepaskan sepatunya dan mulai duduk di karpet itu, Alvin melepaskan sepatunya juga and duduk dekat dengan Tomoe


Tomoe melihat ke langit dan tersenyum, Alvin melihat muka Tomoe dan gugup


"Tomoe...?" ucapnya sambil gugup


Tomoe melihat Alvin dan berkata "Ada apa?" dengan tersenyum


"Kenapa kamu selalu ingin menikahi ku?"


"Emang aku begitu spesial dan mencolok? Dan kau tahu aku itu orang yang tidak suka dengan hal-hal kecil... Aku ini pemalas!" ucapnya dengan serius


Tomoe tersenyum and ketawa


"Karena kamu itu punya harapan dan cita-cita yang besar! Bukan cuman itu, aku tahu kamu itu pemalas dan sedikit aneh, tapi ketika ada seseorang yang butuh bantuan kamu pasti tidak ada ragu-ragu membantunya kan?" tersenyum


"Bahkan, kamu juga rela melindungi ku ketika kita masih tk..." *tersenyum*


"Itu..."


"Jangan sekali-kali kalian menyakiti hati Tomoe! Jika kalian melakukan itu! Liat saja kemarahan ku!!!" ucapnya dengan marah sambil melindungi Tomoe


"Hah?! Kamu berani-berani berbicara itu kepada kita?!" Seorang remaja marah


Remaja itu tiba-tiba memukul pipi Alvin dengan sangat keras sampei dia terjatuh

__ADS_1


Remaja-remaja itu langsung menyakiti Alvin habis-habisan sampai dia terluka


"Alvin..." menangis


Beberapa menit kemudian, Alvin terluka di bagian pipinya bahkan di mulutnya terdapat darah


"Aduh..." terluka


"Kamu itu kadang terpercaya, kau tahu?" tersenyum


"Itu doang?"


"Masih banyak kok, tapi aku tidak siap untuk membicarakan nya kepada kamu, Alvin"


Tomoe membuka tasnya dan mengeluarkan roti isi


"Kamu mau? Ini buatan ibu ku loh!" tersenyum


Alvin melihat roti isi itu dan perutnya bersuara


"Ahh..." Alvin terasa malu ketika perut dia bersuara di depan Tomoe


"Kamu lapar ya?" ucapnya Tomoe sambil tersenyum


"Ambil sesuka mungkin, aku masih punya banyak"


"Baiklah" Alvin menggambil dua roti isi di tangan Tomoe


Hap! Alvin memakannya dengan sangat lahap


"Ini tidak buruk... Enak juga" Ucapnya sambil mengunyah


"Jangan berbicara ketika kamu sendang mengunyah, Alvin!"


"Gulp... Maaf, maaf!" Ucapnya sambil ketawa


Alvin memakan roti isi satunya lagi dengan sangat lahap sampai Tomoe tersenyum dan berkata...


"Aku ingin kamu menikahi ku ketika kita sudah besar" tersenyum


Alvin terkejut dan tersedak


"Agh! Ahaagh!" batuk-batuk


"Kenapa kamu selalu bilang itu terus, Tomoe?!" terkejut


"Aku menyukai mu, Alvin" ucapnya sambil tersenyum


Angin yang mulus menggerakan rambut Tomoe yang indah, Tomoe menatap Alvin dan menunggu jawaban dia


Alvin melihat ke langit dan menarik nafasnya, Alvin menunjukan tangannya dan lalu melihatkan kelingkingnya


Tomoe melihat kelingking Alvin dan tersenyum


"Aku berjanji..."


"Jika aku tidak menepati janjiku... Aku akan memakan seratus paku!" ucapnya dengan muka yang sangat serius


Tomoe sangat terkejut dan sangat senang, Tomoe meneteskan air matanya dan berkata...


"Kamu harus menepati janji mu dan jadikan lah aku istri mu" tersenyum dan melaluka janji kelingking dengan Alvin


"Iya, aku berjanji" Alvin tersenyum dengan sangat senang.


***


Sampai jumpa di chapter selanjutnya! :3

__ADS_1


__ADS_2