Takdir Menolak Cinta-nya

Takdir Menolak Cinta-nya
Bertemu dengan Teman Masa Kecil


__ADS_3

Di hari minggu yang sangat cerah dan berawan, terkadang jika hari minggu itu adalah hari yang sangat cerah. Itu kesempatan Alvin untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas seperti diam-diam memasuki rumah teman sekelasnya untuk mencontek PR untuk hari senin.


Tapi hari minggu ini, Alvin sedang tidak mood dalam berjalan keluar ataupun melakukan aktifitas lainnya.


Ibu Alvin mengetuk pintu kamar Alvin.


"Ada apa?" Membuka earphone yang di telinganya dan melihat ke arah pintu.


"Kamu selalu aja bermalas-malasan di setiap minggu pagi, kenapa kamu tidak pergi keluar dan menghirup udara segar?!" Ucap ibunya Alvin.


"Males ahh... Buat apa aku menghabisi waktu dan energi ku dengan hal-hal yang tidak berguna seperti itu..." Memeluk bantalnya.


"Kamu ini..."


Ibu Alvin berjalan pergi dengan membiarkan Alvin bermalas-malasan.


Alvin berdiri dari tempat tidurnya dan menghampiri meja belajarnya. Alvin mengambil foto kenangannya ketika sd dengan Tomoe.


"Apakah Tomoe masih ada ya...?" Ucap Alvin dengan sangat penasaran.


12:00 PM.


Alvin sedang melamun di depan rumah Tomoe. Jantung Alvin langsung berdetak dengan kencang dan ia perlahan-lahan menekan bell itu.


"Umm... Permisi." Tanya seorang gadis yang berada di sebelah Alvin.


Alvin menoleh kepada gadis itu.


"Anda siapa ya?" Tanya gadis itu.


"Aaahh!?" Alvin terkejut dan langsung panik melihat ibunya Tomoe.


"U-Um, nama saya adalah Alvin. H-H-Hari ini, saya, um..." Ucap Alvin dengan sangat gugup dan panik.


Ibunya Tomoe tersenyum dan mengingat bahwa Alvin itu teman masa kecilnya Tomoe.


"Ahh~ Kamu pasti Alvin Ghifari, ya?! Teman masa kecil Tomoe." Tanya ibunya Tomoe yang sangat senang melihat Alvin .


"Iya, itu benar" Alvin mengangguk.


-\=-\=-


"Ohh... Tomoe memberitahu ibu tentang saya, ya?"


"Hehe, iya" Ibu Tomoe tersenyum.


"jadi, kenapa kamu kesini, Alvin? Rumah kamu kan jauh."


"Maaf telah mengganggu, saya datang hanya untuk mengunjungi Tomoe." Jawab Alvin dengan sangat serius.


"Kamu datang jauh-jauh hanya untuk mengunjungi Tomoe?" Ibu Tomoe terkejut.


"Iya."


"Bisa jadi Tomoe lupa tentang kamu, Alvin."


"Ahh... mungkin saya tidak seharusnya datang ke rumah Tomoe, ya?" Tanya Alvin yang sangat kecewa karena mendengar perkataan Ibu Tomoe.


Ibu Tomoe tertawa.


"Ehh? Kenapa?" Tanya Alvin.


"Hahahahaha!"


Ibu Tomoe tertawa lagi dan teringat sesuatu.


"Waduh. Saya harus pergi kerja sekarang juga." Melihat ke jam tangannya.


"Kamu mau melihatnya, 'kan?" Ibu Tomoe menoleh ke Alvin dan tersenyum.


"Benarkah?" Tanya Alvin.


"Tentu saja." Jawab Ibu Tomoe dengan tersenyum.


"Lagipula, gadis itu di luar perhatian saya, kamu lah yang mungkin akan merawatnya."


"Oh, uh, aku belum siap dengan tanggung jawab yang besar seperti itu." Menggaruk-garuk rambutnya dan tertawa.


"Baik dan jujur. Saya suka sikap seperti itu." Ibu Tomoe tersenyum.


"Baiklah, ini." Ibu Tomoe mengeluarkan kunci kamar Tomoe dari sakunya.


"Apa itu?" Tanya Alvin.


"Kunci pintu kamar Tomoe." Jawab Ibu Tomoe yang sedang tersenyum.


-\=-\=-\=-\=-\=-


Alvin berdiri di depan pintu kamar Tomoe. Alvin mengetuk pintunya.


"Tomoe, ini aku." Ucap Alvin.


"Huh? Alvin?!" Jawab Tomoe yang sangat terkejut bahwa dia bisa mendengar suara Alvin lagi.


"Aku tahu ini tiba-tiba, tapi aku datang untuk berkunjung. Biarkan aku masuk."


"Apa?! K-Kenapa kamu ada disini?! Dimana ibuku?!" Tomoe mulai panik dan mengganti baju nya.


"Ibu kamu memberikan aku izin, kok" Alvin mengeluarkan kunci pintu kamar Tomoe di dalam sakunya.


"Dasar bodoh!" Tomoe berteriak.


"Aku akan masuk ya, dan aku tidak akan mendengar kata tidak dari mu." Tanya Alvin dengan sangat serius.


"Huh!? T-Tunggu dulu! Sekarang aku masih belum---" Tomoe mulai panik.


"Aku bilang aku tidak akan mendengar kata tidak mu itu."


Alvin membuka kuncinya.


"Aku masuk!" membuka pintu kamar Tomoe.


Alvin tiba-tiba melihat Tomoe tanpa bajunya, muka Tomoe berubah menjadi merah seperti Tomat yang sudah matang.


"... ..." Alvin menutup pintunya dengan sangat kencang.


"K-K-Kamu ini! Apakah kamu sudah gila, Tomoe!? Kenapa kamu tidak memakai baju mu itu!" Tanya Alvin dengan sangat panik.


"Aku lupa untuk memberitahu mu bahwa aku sedang mengganti bajuku ini." Tomoe memakai bajunya.


"Kamu hampir bikin jantung ku kabur aja..." Jantung Alvin berdetak sangat kencang.


-\=-\=-


Tomoe menaruh 2 gelas besar di meja kecilnya dan menaruh botel besar yang berisi teh.


"Silahkan." Tomoe duduk di sebelah Alvin.

__ADS_1


"Terima kasih." Alvin melihat kulkas kecil di dalam kamar Tomoe.


"Kamu mempunyai kulkas kecil di dalam kamar mu ini?" Tanya Alvin.


"Aku selalu siap ketika setiap hari tidak meninggalkan kamarku ini." Jawab Tomoe.


"Jika kamu setiap hari diam di sini, kalau kamu ingin pergi ke toilet gimana?" Alvin tersenyum dan mengambil gelasnya.


Alvin meminum teh tersebut.


"Aku menggunakan gelas atau botol." Jawab Tomoe dengan sangat serius.


"Ahh!!!" Alvin sangat terkejut mendengar perkataanTomoe.


Alvin menatap teh itu dengan sangat ketakutan, dia pikir teh itu adalah air kencing Tomoe.


"K-Kamu... Kamu..." Alvin bergetar dengan ketakutan.


"Teh ini..." Alvin menatap Tomoe dengan eksperesi yang ketakutan.


"Aduh, jangan berpikir aneh-aneh dong, itu teh biasa kok." Tomoe tertawa


"Kamu bisa menilainya dengan rasanya, kan?"


"MANA AKU TAU LAH! AKU BELUM PERNAH MEMINUM AIR KENCING!!!" Jawab Alvin dengan muka yang ketakutan.


"Botol dan gelas plastik itu cuman lelucon kok, tentu saja, aku pergi ke toilet." Tomoe tertawa.


"Candaan mu itu selalu bikin jantung ku mau lari aja..." Alvin merasa lega.


"Um, jadi, Alvin... Kenapa kamu kesini?" Tomoe mulai merasa malu.


"Apakah kamu disini untuk membicarakan hal-hal yang penting?" Tanya Tomoe dengan muka yang penasaran.


"Jangan konyol." Alvin tersenyum.


"Huh?"


"Ayo kita bersenang-senang." Alvin tersenyum


-\=-\=-


Tomoe sedang bermain dengan drumnya dan mencoba untuk membuat lagu baru. Alvin memainkan gitar dengan sangat baik, dan itu menarik perhatian Tomoe.


"Kamu sangat jago memainkan gitar, ya?" Tomoe tersenyum.


"Ini biasa kok." Alvin tersenyum


Alvin terpikir sesuatu.


"Tomoe, kamu punya korek api tidak?" Tanya Alvin.


"Ada. Kenapa?" Jawab Tomoe.


"Pinjam dong."


Tomoe menggambil korek api yang berada di meja belajarnya dan melemparnya menuju Alvin.


Alvin menangkapnya dan mengeluarkan rokoknya, Tomoe sangat terkejut, Alvin menyalakan korek api itu.


"GAK BOLEH!!!" Ucap Tomoe yang marah kepada Alvin.


"Kenapa gak boleh, Tomoe?" Alvin tersenyum.


"Aku cuman ingin menikmati satu kok."


"TIDAK BOLEH!!! Itu tidak baik untuk kesehatan mu!" Jawab Tomoe dengan eksperesi sangat marah.


"Kamu masih belum berubah ya..." Tomoe mendesah dengan kecewa.


"Katamu tidak baik untuk kesehatan ya?" Alvin tersenyum


"Tentu saja, kamu bisa dapet kanker paru-paru loh..." Ucap Tomoe dengan muka yang sangat serius.


"Diam di rumah setiap hari dan tidak pergi ke sekolah pun sama saja sepert menikmati rokok, kau tahu?" Jawab Alvin dengan muka yang serius."


"Aku tidak mau keluar dari kamarku ini, Alvin..." Jawab Tomoe.


"Kamu ini kalah sama aku ya... Aku padahal bodoh dan tidak sangat peduli dengan belajar, tapi aku tetap saja sekolah, walaupun aku suka bolos sih..." Alvin tertawa


"Hadeuh... Sikap kamu itu sama saja waktu dulu kita smp!" Ucap Tomoe yang marah.


"Jangan ganti topik aku dulu, Tomoe!" Ucap Alvin dengan muka yang sangat serius.


Alvin berdiri dan menghampiri Tomoe.


"Kamu ingin aku masuk sekolah itu, ya kan?" Tanya Tomoe.


"Tentu saja! Kamu mau jadi apa nanti?!" Jawab Alvin.


"Istri..." Tomoe mulai merasa sedih


"I-Istri?" Alvin terkejut.


"Dan kamu juga ingin menjadi pemain drum yang terbaikkan?!" Ucap Alvin dengan sangat serius.


"Alvin, dunia nyata itu sangat menyakitkan... Aku tidak mau melihat keluar lagi..." Jawab Tomoe.


"Aku tidak bisa mengubah suasana sekolah sendirian, Tomoe! Aku butuh kamu!"


"Aku merindukan kamu, Tomoe! Aku ingin melihat kamu lagi di sekolah!" Ucap Alvin dengan muka yang sangat serius.


"Maaf, tapi itu sangat mustahil..." Jawab Tomoe dengan eksperesi sedihnya.


Alvin hampir mulai hilang harapan, dia mulai terpikir oleh sesuatu.


"... ..." Alvin mulai berpikir dengan teliti.


"Malam ini, bagaimana kalau kitu mengunjungi gunung untuk melihat kembang api?" Alvin tersenyum.


"Ehh?" Tomoe terkejut.


"Ini cuman sekali kok, dan aku tidak akan macam-macam." Alvin tersenyum.


Tomoe tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah..." Jawab Tomoe.


-\=-\=-\=-


20:00 AM


Alvin dan Tomoe sedang berbaring di atas karpet sambil melihat-lihat bintang di langit.


"Ahh~ Aku sangat kenyang." Alvin tersenyum.


"Enak ya?" Tomoe tersenyum.

__ADS_1


"Iya lah, makanan yang kamu masak pasti selalu enak..." Alvin tersenyum.


"Aku sangat lega kamu di sini, Tomoe."


Tomoe tertawa.


Alvin dan Tomoe duduk di atas karpet dan melihat banyak bocah sedang bermain petasan.


"Hmm~ Aku punya bahan ketawa nih..." Alvin tersenyum dan mengeluarkan petasan kecil.


Alvin menyalakannya dan melemparnya sangat jauh menuju bocah yang sedang berkumpul itu.


DUAR!!!


"Ahhh?!" Semua bocah itu terkejut dan jatuh.


"Hahahahaha!" Alvin dan Tomoe tertawa bersama.


"Alvin, kamu jahat~!" Tomoe tertawa.


Tiba-tiba kembang api muncul dan terdapat banyak sekali kembang api di langit. Alvin dan Tomoe melihatnya dan terkagumi


DUAR!!! DUAR!!! DUAR!!!


Alvin dan Tomoe tersenyum dan sangat menikmati pemandangannya.


Alvin menatap Tomoe dan terkejut, bahwa Tomoe menangis.


"Ada apa, Tomoe?" Alvin mulai khawatir dan memegang tangan kanannya.


"Hmm? Oh... Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menangis." Tomoe tersenyum dan mengelap air matanya.


"Entah bagaimana, aku merasa sangat senang sekarang."


"Aku tidak berpikir bahwa aku akan menghabiskan hari seperti ini." Tomoe tersenyum.


"Jadi aku sangat senang, ini tidak terlihat nyata." Tomoe menatap Alvin.


"Tetapi untuk beberapa alasan, aku merasa sedih, juga." Jawab Tomoe.


"Tomoe..." Alvin terpesona oleh kata-kata Tomoe.


"Jadi... Terima kasih banyak, Alvin." Tomoe tersenyum dengan sangat manis.


"Untuk apa coba?" Tanya Alvin.


"Maksudku, Alvin, jika itu bukan karena kamu, aku tidak akan pernah mengunjungi tempat ini lagi." Jawab Tomoe dengan tersenyum.


"Dan jika itu bukan karena kamu, Tomoe, aku tidak akan pernah ada di sini, juga." Alvin tersenyum


"Jadi itu hal yang sangat bagus karena kita berdua kembali bersatu lagi, ya kan?" Tomoe menatap kembang api kembali.


Alvin menatap kembali kepada kembang api itu dan tersenyum.


"Iya."


Alvin melihat muka cantik Tomoe dan ia mulai gugup. Alvin memegang tangan Tomoe dengan eart.


Tomoe menatap Alvin dan tersipu malu


"Tomoe... Tomoe, aku..." Alvin siap untuk mengatakan perasaannya kepada Tomoe.


Alvin mulai mendekat dan Tomoe melihat Alvin dengan wajah yang penasaran.


"Aku mencintai mu..." Ucap Alvin dengan muka yang sangat serius.


Tomoe sangat terkejut. Ia langsung menatap kembali kembang apa itu dan merasa sangat malu.


"Dan aku... dan aku... sangat mencintai mu, juga... Alvin." Ucap Tomoe dengan muka yang tersipu malu.


Tomoe menatap Alvin dan tersenyum. Alvin tersenyum kembali.


-\=-\=-


Alvin dan Tomoe berada di depan rumah Tomoe.


"Hari ini sangat menyenangkan, Alvin..." Tomoe tersenyum


"Iya..." Alvin tersenyum dan memegang kedua bahu Tomoe.


Tomoe menatap Alvin dengan muka yang cantiknya.


"Alvin...?" Tomoe tersipu malu dan tergoda oleh ketampanan Alvin.


Tomoe menutup matanya dan siap untuk merasakan mulut Alvin.


Alvin menutup matanya dan mulai mendeket... mendekat... sangat dekat...


Tiba-tiba...


Ibu Tomoe membuka pintu dan melihat mereka. Alvin dan Tomoe terkejut dan melihat ke arah Ibu Tomoe.


"Ahh! Alvin, Tomoe, apa yang kalian berdua lakukan disitu?" Ibu Tomoe tersenyum.


"Ti-Tidak apa-apa, bu!" Tomoe mulai panik.


Tomoe menatap Alvin


"Jadi, Alvin, sampai jumpa lagi nanti ya!" Ucap Tomoe yang sangat tersipu malu dan panik.


Alvin mengangguk dan tersenyum.


Tomoe berjalan cepat menuju rumahnya.


"Sebaiknya gue pulang secepat mungkin atau gue kena hukuman sama ibu gua..." mengambil sepeda nya.


"Tunggu, Alvin!" Suara Tomoe yang sedang berlari menuju Alvin.


"Huh---" Alvin menatap Tomoe, dan tiba-tiba pipi kanan Alvin terkena cium oleh Tomoe.


"T-Tomoe?!" Alvin sangat terkejut dan menatap Tomoe dengan muka yang tersipu malu.


"Sampai jumpa lagi!" Tomoe berlari menuju rumahnya dengan sangat malu.


"Aku mencintaimu!!!" Tomoe teriak kepada Alvin.


"Hahahaha!" Alvin tertawa dan pergi dari rumah Tomoe.


-\=---\=-


Alvin mengusap pipi kanannya dan tertawa.


"Hahaha! Jadi ini cinta ya?" Alvin tersenyum.


"Dasar Tomoe..." Alvin merasa senang sekali.


*\=\=\=*

__ADS_1


Sampai jumpa lagi di chapter 5 ya~ :3


Jangan lupa vote nya ya dan juga beritahu teman kalian yang suka membaca di *******~


__ADS_2