Tentang Aku, Dia & Belajar Mencintaimu

Tentang Aku, Dia & Belajar Mencintaimu
Bertemu Doni


__ADS_3

Sehari setelah kedatangan bu Ratna di rumah Dina. Pagi hari dengan segala nikmat Tuhan yang tak mungkin bisa didustakan. Dina mengawali harinya dengan bersyukur yang ia wujudkan ke dalam semangatnya untuk segera bekerja.


"Pagi bu Ratna!" Sapa Dina.


"Oh dik Dina, mari silahkan duduk. Nggak susah kan nyarinya?" Sambut bu Ratna.


"Enggak kok bu. Tokonya gede jadi nggak susah dicari hehehe!"


"Beneran sudah siap kerja?"


"Iya bu, semangat banget malahan."


"Ya udah, kamu kerjanya ngasih kode harga di pakaian aja ya?"


"Terserah ibu, saya nurut saja"


"Nah, caranya begini!" Ucap bu Ratna mengajari Dina.


"Iya bu."


"Don, Doni kesini bentar!" Bu Ratna memanggil salah satu kariawannya.


"Iya bu." Sahut Doni sembari berjalan.


"Kenalkan, ini namanya Dina, kariawan baru. Dia kan baru pertama, tolong bantuin dia dulu ya biar agak terbiasa. Nah, ini namanya Doni dik Dina. Kalau ada yang perlu ditanyakan, tanya saja sama Doni, aku tinggal dulu ya." Bu Ratna memperkenalkan dan memberi perintah pada Doni lalu berjalan pergi.


"Lhohhh... ternyata kamu Din, aku kirain Dina siapa?" Ucap Doni kaget setelah tahu ternyata yang di hadapan dia adalah Dina.


"Bentar deh," sahut Dina, sejenak mengingat.


"Ooo Doni yang dulu satu SMP ya?"


"Iya, masih ingat sama aku Din?"


"Ya ingatlah, Doni anak yang paling badung di sekolah, gimana bisa lupa sama kamu hahaha..." Ucap Dina teringat kenakalan Doni saat SMP sambil tertawa kecil


"Itu kan dulu. Kamu apa kabar Din?"


"Ya seperti yang kamu lihat sekarang Don. Kamu sendiri apa kabar Don?"

__ADS_1


"Ya gini, nguli di sini sama bu Ratna!"


"Emang udah lama kerja di sini?" Tanya Dina.


"Hampir setahun Din."


"Eh, selama ini aku sering lewat kampungmu kok nggak pernah lihat kamu Don?"


"Iya Din. Aku dah nggak tinggal di sana. Sejak bapak sama ibuk meninggal aku ikut nenek. Di kampung itu dulu ngontrak Din. Jadi ya di ambil lagi sama yang punya."


"Ooo..., maaf nggak bermaksud ngingetin sama bapak ibumu!"


"Nggak papa kok Din, biasa aja."


"Sekarang masih sama nenekmu Don?"


"Enggak, tuh aku tinggal di sebrang sana. Di kontrakin sama bu Ratna. Paling nanti kamu juga di tawarin kalau mau ngontrak juga. Di sebelah masih kosong."


"Enggak ah Don. Dari pada ngontrak mending pulang aja. Jauh juga nggak papa dari pada harus bayar kontrakan."


"Yang bayar bu Ratna kok Din. Kamu kalu mau, ya tinggal nempatin aja."


"Ooo... bosnya baik juga ya Don?"


"Emang yang kerja di sini cuma kamu aja Don?"


"Iya, sebenarnya sih banyak kariawannya bu Ratna, tapi di toko yang lain! Kalau toko ini kan baru sebulan Din. Kebetulan aku yang dipercaya di sini. Jadi sementara ya cuma aku yang kerja. Sambil jalan sambil cari tambah kariawan. Kamu sendiri gimana kok bisa sampai kerja di sini?"


"Panjang ceritanya Don." Ucap dina sembari melakukan pekerjaannya. Dina pun menceritakan semuanya hingga akhirnya bertemu dengan bu Ratna dan bekerja di toko itu.


"Ooo..., maaf ya! Gara-gara aku kamu jadi inget sama pacarmu."


"Nggak papa kok Don. Kalau kamu gimana kok bisa kerja sama bu Ratna?"


"Hmmm hemmm," Doni tersenyum dan menahan tawa kecilnya.


"Semenjak bapak dan ibu nggak ada, aku jadi lebih bandel Din. Aku terjebak dalam dunia hitam, masa depanku suram. Sampai pada akhirnya aku menyadarinya. Karena cuma lulusan SMP, aku kesusahan cari kerja, akhirnya aku mengamen untuk mencari recehan demi sesuap nasi dan biaya kontrakan karena sudah tak lagi tinggal di rumah nenek. Nah, kebetulan kurang lebih hampir setahun yang lalu pas aku ngamen di tokonya bu Ratna. Aku duduk sebentar di teras tokonya untuk beristirahat. Kemudian bu Ratna melihatku dan mendatangiku. Dikira aku mau nyolong kali ya? Hehehe..., maklum tampang orang nggak bener Din, (celoteh Doni merendah diri) ya aku senyumin dia, aku bilang ke bu Ratna, aku numpang istirahat sebentar. Eh malah dia duduk di sebelahku. Terus tanya-tanya tentang aku. Ya aku ceritain semua perjalanan hidupku hingga sampai aku mengamen. Terus aku di tawarin kerja di tokonya deh. Terus ya sampai sekarang ini." Doni sekilas awal mula ia bekerja sama bu Ratna.


Mereka, Dina dan Doni melanjutkan obrolan mereka dengan saling tanya jawab mengenai kehidupan masing-masing.

__ADS_1


*****


Hari sudah mulai sore, seperti biasanya, semua toko milik bu Ratna turup pada jam empat sore dan buka kembali jam 06 : 30 petang. Kecuali toko yang baru dibukanya, toko di mana tempat Dina dan Doni dipekerjakan. Entah datang dari mana? Tiba-tiba tampak bu Ratna berjalan menghampiri.


"Don udah setengah empat, kamu ajak Dina berberes ya!" Ucap bu Ratna.


"Iya bu." Sahut Doni.


"Din beres-beres yuk, udah waktunya tutup!"


"Oke Don."


Doni dan Dina merapikan dan membereskan baju-baju yang di lihat-lihat pelanggan dan tak jadi dibeli. Sebagai bos yang baik dan ramah, bu Ratna membantu mereka berdua.


"Kalian sepertinya sudah saling kenal ya? Tanya bu Ratna.


"Iya bu, dulu kami satu SMP." Sahut Doni.


"Ooo... pantes kalian kelihatan nggak ada rasa canggung. Dik Dina, dari pada bolak-balik pulang-pergi, kalau mau dik Dina bisa tidur di kontrakan depan, di sebrang jalan itu. Kan lumayan ongkos pulang-perginya bisa di tabung." Kata bu Ratna.


"Iya bu, nanti saya pikirkan lagi."


"Nggak usah khawatir! Kontrakannya ibu yang bayar kok dik. Doni juga di situ. Kalau minat nanti setelah tutup dik Dina bisa mulai membersihkan kamarnya."


"Iya bu. Terima kasih sebelumnya. Maaf bu, manggilnya Dina aja ya biar lebih enak!" Ucap Dina.


"Iya nggak papa, terserah kamu aja. Yang penting kamu nyaman."


"Hehehe, makasih ya bu, bu Ratna udah membantu saya" ucap Dina cengengesan.


"Hu um sama-sama Din"


Semua sudah dibereskan dan tokopun segera mereka tutup dan beristirahat. Doni berjalan menyeberang jalan menuju kontrakannya dan segera melepas rasa lelahnya. Sedangkan Dina masih berada di depan toko bersama bu Ratna. Tarlihat dari balik kaca tempat Doni berbaring, bu Ratna berbicara pada Dina dan memberinya sebuah kunci. Tak lama bu Ratna masuk ke dalam mobil meninggalkan Dina. Sedangkan Dina berjalan ke kontrakan sebelah Doni. Melihat Dina menuju kontrakan Doni pun beranjak dari tempatnya berbaring dan berniat membantu Dina.


"Jadi mau di sini Din?"


"Iya Don, bener juga kata bu Ratna. Lumayan ongkos angkutan kotanya bisa ditabung, bisa buat bantu-bantu sekolah adik di kampung."


"Ya udah ayo aku bantuin!" Ucap Doni dengan senang hati bersedia membantu.

__ADS_1


Doni dan Dina segera membersihkan kamar kontrakan yang akan Dina tempati. Beharap bisa menabung membantu meringankan beban ibunya sekaligus mencoba suasana baru, Dina berencana akan tinggal ke esokan harinya.


*****


__ADS_2