
Nama ku Zery, usiaku masih 20 tahun. Namun ayah sudah memaksa ku untuk menikah, karna dia sudah sakit - sakitan. Takutnya, dia tidak bisa melihat pernikahan ku jika tidak dilakukan secepatnya.
"Nak, apakah kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Ayah kepadaku.
"Belum,yah." jawab ku lesu. Karna pertanyaan ini sudah sangat sering dilontarkan Ayah kepadaku.
"Oke,baiklah. Jika dalam satu minggu ini kamu masih belum mendapatkan kekasih,terpaksa kamu harus menerima wanita pilihan Ayah!" ucap Ayah sambil memandangiku dengan terseyum kecil di bibirnya.
"Baik, Yah." jawab ku singkat.
Karna zery termasuk anak yang penurut, dia selalu nurut dengan perkataan Ayahnya. Apalagi semenjak kepergian Ibunya karna sakit, dia jadi takut juga akan ditinggal kan oleh ayahnya.
Beberapa hari kemudian, Zery masih belum mendapatkan kekasih. Sesuai perjanjian sebelumnya, Zery akan dijodohkan oleh Ayahnya dengan gadis yang sudah dipilihkan jauh - jauh hari sebelum perjanjian itu diucapkan oleh ayahnya.
"Zery, sini duduk dulu sebentar!" panggil Ayah ketika melihatku masuk kedalam rumah.
Zery langsung duduk di sofa samping Ayahnya.
"Zer, nanti malam kamu ikut ayah kerumah wanita yang sudah ayah pilihkan untukmu." ucap Ayah kepadaku.
"Siapa wanitanya, Yah?" tanya ku.
"Kamu gausah banyak tanya, nanti ikut aja." jawab ayah sambil tersenyum kecil.
Walaupun dia sedikit keberatan dengan perjodohan ini, namun dia hanya bisa menuruti permintaan Ayahnya.
Malam pun tiba. Zery dan Ayahnya langsung pergi ke rumah Pak Ramli. Pak Ramli adalah teman ayah, dan putri Pak Ramli lah yang akan dijodohkan dengan Zery.
__ADS_1
Sesampainya di sana, Mereka disambut hangat oleh keluarga Pak Ramli. Mereka langsung dipersilahkan masuk dan dipersilahkan duduk ditempat yang keliatan nya memang sudah disiapkan untuk kedatangan mereka.
"Jadi ini Putramu?" tanya Pak Ramli kepada Ayah sambil sedikit tersenyum.
"Iya, tampan bukan? Sama sepertiku waktu masih muda dulu." jawab ayah dengan sedikit ketawa kecil.
Semua yang ada disana tersenyum, termasuk gadis cantik yang sedang duduk di samping Pak Ramli. Zery langsung berpikir bahwa dia lah yang akan dijodohkan dengannya.
Tiba tiba seseorang keluar dari kamar.
"Nah ini Lilya, dia Putri pertama ku. " ucap Pak Ramli sambil menatap gadis itu.
"Dia yang akan menjadi Istri mu!" ucap Ayah kepadaku. Jujur aku sedikit kecewa, karna yang ku harapkan bukanlah dia. Melainkan gadis yang ku lihat sebelum Lilya keluar.
"Kalau itu siapa, Pak?" sambil melihat kearah gadis yang duduk di samping Pak Ramli.
"Ini Layla, Anak angkat Bapak. Ibunya meninggal karena sakit, dan kebetulan Ibunya dulunya pembantu dirumah ini." ucap Pak Ramli sambil menatap Layla.
"Oke, kita langsung saja." ucap Ayah sambil mengeluarkan kotak cincin dari kantongnya.
"Maksudnya, Yah?" jawab ku terheran heran. Ternyata Ayah sudah menyiapkan ini semua tanpa memberi taunya kepadaku.
"Tunggu apalagi,kamu harus menikah malam ini juga!" ucap Ayah sambil sedikit tersenyum. Semua orang disana hanya diam seolah sudah tau bahwa malam ini adalah pernikahan Zery dan Lilya.
Lilya tak ada komentar,dia hanya menunduk. Zery yang nurut langsung mengiyakan perintah ayahnya tanpa bertanya lagi. Dia menatap sebentar wajah Layla, kemudian langsung memalingkannya ke arah Lilya. Memang Lilya tak kalah cantik, tapi hatinya lebih berpihak kepada Layla. Dengan perasaan bimbang Zery berjabat tangan untuk langsung mengucapkan ijab kabul.
Perjodohan yang dilakukan oleh Ayahnya itu pun sudah terjadi. Sekarang Zery dan Lilya sudah menjadi Suami Istri. Acara hanya disaksikan oleh keluarga Zery dan keluarga Lilya saja.
__ADS_1
Setelah acara selesai, Ayahnya Zery bersiap pamit untuk pulang begitu juga dengan Zery. Namun sebelum Zery keluar Ayahnya memanggilnya.
"Kamu mau kemana?" tanya sang ayah kepada Zery.
"Mau pulang Yah, memangnya mau kemana lagi?" jawab Zery seperti orang tak bersalah.
"Pulang kemana? Kamu kan sudah punya Istri, Istrimu mau kamu tinggal?" tegas sang Ayah sambil menunjuk Lilya.
"Jadi aku harus bawa dia, Yah?" tanya Zery sambil menatap Lilya.
"Kamu tinggal disini,menemani Istrimu itu!" jawab Ayah yang tak habis pikir dengan jawaban anaknya.
Ayahnya langsung pamit kepada Pak Ramli dan meninggalkan Zery yang masih kebingungan dan kaget itu.
"Nak Zery, anggap seperti rumah sendiri ya! Sekarang kamu sudah menjadi Suami anak Bapak,itu artinya kamu juga bakal Bapak anggap seperti anak sendiri." ucap Pak Ramli sambil memegangi pundak ku dan berjalan menuju kearah Lilya.
"Nak, ajak Suamimu istirahat! Dia keliatannya kelelahan." ujar Pak Ramli kepada Lilya. Pak Ramli langsung masuk ke kamarnya dan meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.
"Kak, ini kamarku." sambil membukakan pintu kamarnya yang kebetulan memang berada di depan mereka.
"Iya," ucapku singkat.
Lilya langsung masuk kamar, begitu juga dengan Zery. Lilya langsung mencari pakaian ganti untuk Zery sedangkan Zery langsung duduk diatas kasur dan menunggu seolah tau apa yang dilakukan oleh Lilya.
"Kak, ini baju kaosku. Kakak bisa pakai ini dulu, ga mungkin kan Kakak tidur pake baju kemeja begitu." sambil menyodorkan baju kaos miliknya.
Zery langsung mengambil kaos tersebut dan langsung membuka kemeja nya.
__ADS_1
"Kakak mau buka disini?" ucap Lilya sambil menutup mata dengan tangannya.
Bersambung.