Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 10


__ADS_3

Ditempat lain, Lilya baru saja tiba di hotel dari restoran tempat dia dan Bapaknya tadi bertemu dengan clien. Dia tiba² kepikiran akan Zery suaminya.


"Dia tadi jadi ga ya ngajak Layla keluar," pikirnya dalam hati.


"Apa aku telpon aja yah,buat nanyain langsung biar aku ga kepikiran lagi." gumamnya.


"Atau tadi dia keluar sendiri,trus Layla ditinggal. Awas aja yah kalo beneran kek gitu." gumamnya lagi sambil mengepalkan jari - jarinya.


Setelah merenung agak lama, dia mulai meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dan kemudian mencari nama Zery di buku kontak, tapi ketika mau menekan tulisan panggil, dia kemudian berhenti.


"Gimana kalo dia udah tidur, takutnya nanti dia ke bangun dan ga bisa tidur lagi. kasian juga dia udah capek seharian." batinnya lagi tanpa tau bahwa Zery hari ini tidak pergi ke kantor dan sekarang dia bukannya tidur tapi sedang berduaan dengan Layla adiknya.


Lilya pun mengurungkan niatnya dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk bersih - bersih. Setelah itu dia langsung tidur karna sudah ngantuk dan lelah sebab aktifitasnya hari ini.


...****************...


"Gimana kamu setuju ga?" tanya Zery yang sedang menunggu jawaban dari Layla.


"Aku harus manggil Kakak sayang?" tanya Layla sedikit agak ragu.


"Iya." jawab Zery sambil menganggukkan kepala.


"Nanti kalo ketahuan Kak Lilya gimana?" tanya Layla nampak cemas. Dia ternyata masih memikirkan Kakaknya.


"Kan manggil sayangnya pas berduaan aja." rayu Zery sambil mengangkat alis nya.


"Toh kalau ketahuan juga gpp, aku kan emang beneran sayang kamu Lay. Aku sama Lilya cuma menikah karna sebuah perjodohan, bukan karna perasaan." ungkap Zery.


"Aku ga cinta sama Lilya begitu pun sebaliknya, Lilya juga ga cinta sama aku. Kami berdua aja belum pernah melakukan hubungan intim Suami Istri. Kami hanya bermain untuk melepas nafsu semata. Karna itulah Lilya sampai saat ini belum hamil." lanjutnya lagi.


"Aku mencintaimu Lay, semenjak pertama aku ngeliat kamu dimalam itu, aku langsung jatuh cinta. Aku mengiri bahwa kamu yang akan jadi istriku,ternyata tidak." tutur Zery lagi sambil sedikit lesu.


Layla pun pokus memperhatikan ke arah Zery yang sedang bercerita tersebut. Setelah Zery diam, barulah Layla yang mulai bercerita.

__ADS_1


"Maaf ya Kak, bukan nya aku ikut campur. Tapi Kak Lilya sempat cerita, Dia memang belum bisa mencintai Kakak, karna sebelum menikah dia sedang berpacaran dengan seseorang orang kepercayaan bapak di kantor." ungkap Layla dengan sedikit gugup.


Ternyata Layla mulai berani karna dia tau Kakaknya ternyata juga tidak mencintai Zery. Karna itulah dia mulai menerima rayuan yang diberikan oleh Zery sebab dia mencintai Zery.


"Oh gitu, aku juga engga ambil pusing. Mau dia sekarang masih menjalin hubungan dengan pacarnya itu atau tidak, asalkan hal ini jangan sampai diketahui oleh Ayahku ataupun Bapak." tutur Zery.


"Hubungan kita ini juga jangan sampai diketahui oleh orang lain ya!" pinta Zery kepada Layla. Layla pun hanya mengangguk .


"Sekarang kita sedang berpacaran kak?" tanya Layla sambil menatap wajah milik Zery.


"Iya, bisa dibilang begitu. Kalo kamu mau." ucap Zery sambil tersenyum.


Layla pun menganggukkan kepala nya lagi dan langsung memeluk tubuh kekar tersebut. Zery juga langsung memeluknya sambil mengelus punggung milik wanita tersebut.


Beberap detik kemudian Zery sadar bahwa ada barang yang mengganjal di dadanya. Ternyata ada gunung kembar yang terjepit diantara mereka.


Tangan Zery pun mulai mengubah posisi nya yang tadinya ada dibelakang sekarang malah pindah ke depan.


Melihat Layla yang mulai ke enakan. Zery pun mulai meluruskan kursi yang diduduki Layla dan langsung menelentangkan nya disana.


Karna tak puas, Zery mulai menyingkap hoodie itu dan menenggelamkan kepalanya diantara dua gundukan besar tersebut. Sedangkan tangannya asik memilin dua bola yang ada diatasnya.


"Kak, bagian bawah ku udah basah," ungkap Layla secara tiba - tiba.


"Ayo sekarang!" pintanya sambil meliuk liuk kan badannya.


Zery pun langsung membuka resleting celananya lalu mengeluarkan benda pusaka. Tanpa pikir lagi Zery langsung menancapkan benda tersebut ke tempat yang sudah tersedia.


Suara Layla pecah, rintihannya yang merdua membuat Zery semakin menggebu gebu. Tapi karna sadar mereka lagi di dalam mobil, Zery langsung menutup asal suara itu dengan tangannya.


Setelah selesai, badan mereka basah oleh cairan peluh akibat aksi mereka sendiri. Zery pun langsung tertidur sedangkan Layla memilih buat merapikan tubuhnya dan Celana yang dikenakan oleh Zery.


Layla mengganti posisi, sekarang dia yang berada di kursi kemudi sedangkan Zery berada di kursi penumpang.

__ADS_1


Layla langsung menjalankan mobilnya dan bergerak menuju sebuah hotel yang ada disekitaran situ juga. Dia tau bahwa Lilya dan Bapaknya belum akan pulang besok pagi, jadi dia memilih untuk tidak pulang malam itu.


Merasakan mobil yang berjalan, Zery pun terbangun.


"Kita mau kemana?" tanya Zery dengan setengah sadar.


"Kita nginap di hotel aja dulu, aku udah capek mau segera rebahan." jawab Layla sambil fokus mengendarai mobil tersebut.


Mendengar hal itu Zery hanya mengangguk dan melanjutkan tidurnya. Tak lama mobil yang dia tumpangi berhenti, dia pun membuka mata dan melihat bahwa dia sudah sampai di tempat yang tadi Layla bilang.


"Ayo turun!" ajak Layla sambil membukakannya pintu.


Mereka berdua pun masuk dan langsung meminta kunci kamar yang ternyata sudah di pesan Layla sebelum mereka tiba disana.


"Ini kamarnya." ucap Layla sambil membuka pintu. Setelah terbuka mereka berdua pun masuk.


"Aku mau bersih - bersih dulu. Kamu tunggu dulu ya." ucap Layla dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


Zery pun menunggunya sambil rebahan diatas kasur yang ada disana. Zery meraih ponsel dan melihat jam ternyata sudah pukul satu tengah malam.


Dia sebenernya ingin tidur lagi, tapi berhubung Layla menyuruh untuk menunggunya, dia memilih untuk memainkan ponsel agar tidak tertidur.


Pintu kamar mandi berbunyi, itu tandanya Layla ingin keluar. Zery pun langsung melihat kearah sana dan matanya yang awalnya sayu sekarang malah melotot Apa yang dia lihat benar - benar tidak pernah terpikirkan sebelumnya, Dia hanya bisa melotot seolah tak ingin kehilangan momen dan sesekali menelan air ludahnya.


Layla keluar menggunakan lingerie berbahan bruket tipis berwarna merah maroon. Sambil berjalan kearah kasur dia mencoba untuk mengikat rambutnya.


Dia tampak nya sudah sengaja membawa itu dari rumah karna tau dia tidak akan pulang mengingat jarak yang jauh dan waktu yang singkat.


Tubuhnya yang mon tok itu tereksop secara terang - terangan di depan Zery. Lingeri tersebut manambah kesan menggoda yang membuat Zery kembali ingin melakukan hal yang sebelumnya sudah dia lakukan.


"Sayang, aku cantik ga?" tanya Layla sambil meliuk kan tubuhnya yang indah itu didepan Zery seakan - akan ingin menggoda pria tersebut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2