Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 15


__ADS_3

"Jadi bener kamu suka sama Zery?" tanya Lilya sambil memegangi kedua pundak milik Layla.


Layla hanya mengangguk pelan, muka nya sudah merah karena malu dan takut.


"Sejak kapan kamu menyukainya?" tegas Lilya dengan suara yang agak besar.


Tapi Layla hanya tertunduk, tak terasa cairan bening pun bercucuran keluar dari matanya. Dia takut setelah mengetahui hal ini Lilya akan membencinya.


"Liat Aku Lay, dan tolong jawab pertanyaan ku!" pinta Lilya sambil menggoyangkan tubuh Layla.


Layla pun memberanikan diri untuk melihat ke arah Lilya dan menjawab semua pertanyaan tersebut.


"Aku menyukainya semenjak pertama kali dia kesini Kak. Saat di mana perjodohan kalian dilakukan." ucapnya pelan.


"Bisa dibilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama." ujar Layla lalu dia kembali menunduk kan kepala nya.


Mendengar hal itu, bukannya marah, Lilya malah memeluk Layla dengan erat. Deraian air pun keluar dari matanya.


"Maafin Aku ya Lay, Aku gatau kalau kamu menyukainya sejak lama. Kalau tau begitu mending saat perjodohan waktu itu, kamulah yang harusnya yang berada di posisiku." balas Layla sambil menangis sesenggukan.


"Kenapa kamu ga bilang waktu itu?" tanya Lilya lagi.


"Gimana mau bilang kak, orang perjodohan kalian secara spontan." balas Layla.


"Oh iya juga ya, Lagian waktu itu Kakak juga berpikir setelah menikah bisa mencintai dia. Tapi nyatanya sampai sekarang belum bisa." ucap Lilya dengan perasaan bersalah.


"Kakak kok malah nangis, bukannya seharusnya marah ya? Masa Suami Kaka dicintai orang lain Kaka terima gitu aja." tanya Layla heran.


"Aku merasakan, gimana jadi kamu. Melihat orang yang kita cintai malah menikah dengan orang lain. Bahkan melihat mereka bermesraan setiap harinya." jelas Lilya.


Di siang itu mereka saling bertukar cerita. Mereka mulai menceritakan semua perasaan yang mereka rasakan.


"Tapi hal ini jangan sampai ketahuan sama Bapak ya kak!" pinta Layla sambil memegangi tangan Kakak nya.


"Iya Lay, tenang aja. Tapi berarti kamu juga harus kuat melihat kemesraan yang kami lakuin kalo di depan Bapak ya." ujar Lilya.


"Karna ga mungkin juga kan Kakak menolak ciuman kening yang diberikan Zery kalo mau berangkat kerja, Apalagi itu sering dia berikan kalo lagi di meja makan." lanjut Layla lagi sambil tertawa kecil.


"Udah Kak gapapa, aku juga enggak berniat merebutnya dari Kakak. Aku kan cuma mau menyampaikan perasaan ku saja." jelas Layla.


"Kan cinta ga harus memiliki Kak!" sambung Layla dengan sedikit tertawa.


...****************...


Sore harinya pulang lah Zery dari tempat kerja, setiba nya dirumah, dia langsung masuk ke kamar dan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Lilya," panggilnya.

__ADS_1


"Sayangg," panggilnya lagi tapi masih belum mendapatkan jawaban.


Setelah beberapa saat dia mendengar ada suara orang yang sedang bersenandung dari dalam kamar mandi.


"Oh jadi dia mandi, yaudah deh aku juga mau mandi." gumamnya lalu kemudian bangkit dan mulai melangkah ke kamar mandi.


"Sayang," sapa Zery yang langsung membuka pintu tanpa memberi aba - aba terlebih dahulu.


"Astaga Kak, aku kaget." ucap nya sambil mengelus dada.


"Aku boleh ikut mandi ga?" tanya Zery dengan nada lembut.


"Boleh dong." balas Lilya sambil melanjutkan mandinya.


...****************...


"Li, aku mau ke rumah Ayah. Kamu mau ikut?" tanya Zery seraya memasang kancing baju yang lagi dikenakan nya.


"Mau, tapi tunggu ya. Aku mau dandan dulu." pinta Lilya dan mulai merias dirinya.


"Gausah dandan juga gapapa, kamu kan udah cantik. toh kita juga cuma mau ke rumah Ayah." cegah Zery dengan bahasa yang sopan. Sebenernya dia malas jika harus menunggu nya dandan, karna itu akan menghabiskan waktu yang cukup lama.


"Yaudah deh, aku cuma pake lotion aja biar wangi." ucap Lilya sambil meraih lotion miliknya yang berada di atas meja.


Diperjalanan menuju rumah Ayahnya mereka malah asik sendiri, Zery yang fokus menyetir sedangkan Lilya sibuk melihat apk jualan online di ponselnya.


"Udah sampai ya?" tanya Lilya sambil melihat keluar jendela.


Zery tak menjawab pertanyaan tersebut, dia langsung turun dan pergi meninggalkan Lilya.


"Kak, tungguin!" teriak Lilya sambil keluar dari mobil dan mengejar langkah kaki yang besar tersebut.


"Suami macam apa sih kamu, main pergi gitu aja ninggalin Istrinya." ucap Lilya sambil menepuk lengan Zery.


"Abis nya kamu sibuk sih, yaudah aku tinggal aja." ucapnya sambil mendorong pintu rumah tersebut.


"Ayah gimana kabarnya?" tanya Zery ketika melihat Ayah nya sedang duduk di temani Bi asri.


"Alhamdulillah nak, Ayah sudah sembuh berkat Bibi pilihan mu ini." puji Pak Anton sambil melihat ke arah Bi Asri.


"Bagus lah," ucap Zery lega.


"Kamu sendiri gimana?" tanya Ayahnya.


"Aku juga baik kok Yah." balasnya.


"Jadi kapan kalian mau ngasih Ayah cucu?" tanya Pak Anton secara tiba - tiba. Pertanyaan itu membuat Zery dan Lilya kaget. Secara, gimana mau punya anak sedangkan mereka saja jarang melakukan hubungan layaknya Suami Istri.

__ADS_1


"Sabar Yah, ini juga lagi usaha." jawab Zery sambil menatap kearah Lilya. Lilya hanya tersenyum.


Sedang asiknya cerita tiba - tiba terdengar suara perut yang berasal dari perut Lilya.


"Kamu laper?" tanya Zery.


"Iya kak, Aku tadi sebelum kesini kan belum makan." ungkap Lilya sambil memegangi perutnya.


"Astaga kok ga bilang dari tadi," ucap Zery yang mulai khawatir.


"Yaudah, ayok makan dulu." ajak Zery.


"Tapi di belakang gada makanan tuan, Art nya lagi sakit dan ga masuk hari ini." jelas Bi Asri kepada Zery.


"Trus Ayah dan Bibi udah makan?" tanya Zery.


"Kami udah makan, tadi pesen online aja." jawab Ayah nya.


"Tapi di dapur ada mie rebus tuan, kalau mau sini Bibi masakkan." tawar Bi asri pada Zery.


"Udah gausah Bi, aku aja yang bikin." cela Lilya.


"Yaudah ayok, aku bantuin." ujar Zery lagi dan langsung berdiri.


Mereka berdua pun pergi ke arah dapur dan meninggalkan Ayah dan Bibi nya di ruangan tersebut dengan tv yang menyala di depan nya.


Lilya pun mulai memasak mie di kompor gas yang ada di dapur tersebut. Zery yang hanya memperhatikan Istri nya dari meja makan mulai melangkah kan kaki mendekati Lilya.


Zery mulai memeluknya dari belakang dan membuat Lilya kaget,


"Kakak ngapain, nanti di liat Ayah loh." cegah Lilya sambil berusaha menurunkan tangan yang sedang berada di perutnya tersebut.


"Ayah yang liat kita begini keknya ga bakalan marah deh, justru malah makin seneng." bela Zery sambil mempererat pelukannya.


Lilya pun hanya pasrah dengan tingkah Suaminya tersebut. Tapi makin lama, tangan yang tadinya berada diatas perut sekarang malah sudah berada diatas dua gundukan sedang milik Lilya.


"Kak,aku malu loh." Ujar Lilya. Belum sempat Lilya melanjutkan perkataannya, mulut nya langsung di tutup menggunakan mulut milik Suaminya tersebut.


Lilya pun tak membantah, malah dia membalas permainan lidah yang diberikan Zery kepada nya.


Melihat Lilya yang sudah goyah pendirian nya, Zery pun mulai mengangkat rok yang dikenakan Lilya, dan mulai meraba area sensitif milik Istrinya tersebut.


Rintihan pun mulai keluar dari mulut Lilya, Lilya yang tadinya berdiri lurus sekarang malah sudah membungkuk sambil memegangi meja yang ada di depannya.


Seolah de javu dengan keadaan, Lilya mulai merasakan ada yang masuk ke dalam goa sempit miliknya tersebut.


Sedang asiknya bercinta, tiba - tiba Ayah dan Bibi nya pergi ke dapur dan melihat adegan panas tersebut. Mereka yang tadinya ingin kesana seketika berhenti dan saling pandang, setelah itu pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2