
"Kakak mau buka disini?" ucap Lilya sambil menutup mata dengan tangannya.
Lilya hanya berpura - pura malu melihat keadaan seperti itu. Padahal dia sudah pernah tidur dengan pacarnya sebelum dia dijodohkan dengan Zery. Dia menerima perjodohan ini karna tau bahwa Zery adalah orang kaya,lagipula Zery juga tampan dan masih muda. Tidak ada ruginya jika dia menerima perjodohan itu,menurutnya.
"Terus mau buka dimana?" sahut zery sinis, dia tetap membuka bajunya tanpa memikirkan perkataan Istrinya.
Kata - kata yang dia ucapkan terdengar kurang sopan karna rasa kecewa yang dia rasakan, dia ternyata masih memikirkan Layla.
"Kenapa bukan Layla yang dijodohkan denganku? kenapa harus Lilya?," gerutunya didalam hati. Dia ternyata sudah jatuh cinta pandangan pertama kepada Layla. Gadis cantik berkulit putih dengan benjolan depan belakang, walaupun tadi dia menggunakan baju yang sangat tertutup, tapi aset milik Layla masih saja terlihat jelas.
"Kak," tegur Lilya karna melihat Suaminya termenung setelah memakai kaos yang sudah diberikannya.
"Eh, kenapa?" jawab Zery dengan sedikit kaget.
"Kakak capek banget ya? Yaudah sekarang silahkan istirahat!" pinta Lilya sambil menarik bad cover yang ada diatas tempat tidurnya. Lilya kemudian mengganti bajunya didalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya itu. Selepas itu dia langsung keluar, terlihat lah tubuhnya yang terbentuk walaupun gunung kembarnya tak sebesar punya Layla,tapi pemandangan ini cukup mengalihkan mata Suaminya. Zery yang awalnya sudah mulai memejamkan mata malah kembali melototi matanya. Bagaimana tidak, baru kali ini dia melihat gadis dengan pakaian setipis itu, belum lagi gunung kembar yang diatas nya ada bola kecil yang menonjol seperti ingin menembus baju tersebut.
Lilya memang sengaja menggunakan dress itu, dan dia juga sudah menduga kalo Suaminya bakalan tertarik pada tubuhnya itu. Seolah tau apa yang dipikirkan Suaminya, Lilya langsung berjalan menuju ranjang dan berdiri tepat dihadapan Suaminya.
Zery yang waktu itu masih dalam keadaan tidur langsung bangun dan duduk tegap dipinggiran ranjang.
Zery memang penurut dan terbilang baik oleh Ayahnya, dia juga belum pernah berpacaran tapi bukan berarti dia tidak mengerti urusan ranjang. Dia sering menonton video yang ada di aplikasi biru saat memainkan rudal miliknya.
"Apakah ini untukku?" tanya Zery sambil menatap dua gundukan yang tidak terlalu besar itu yang berada tepat didepan matanya. sambil menelan ludah Zery melirik wajah dan kemudian melihat kedepan kembali seperti memberikan isyarat bahwa dia ingin segera merasakan apa yang ada dibalik dress itu.
"Ya, semua ini untukmu sayang!" ucap Lilya sambil bergerak menaiki tubuh Suaminya. Dia bahkan sengaja memanggil Zery dengan sebutan sayang, agar Zery bisa makin terangsang olehnya.
__ADS_1
Tidak pikir panjang, Zery langsung memasukkan tangannya kedalam dress tersebut dan mulai meraba dua gunung kembar itu. Lilya mulai merasakan sensasi yang sudah lama tidak dia rasakan itu.
"Ayo, buka!" ujar Lilya sambil mengarahkan tangan Suaminya ke dress yang sedang dia kenakan. Lilya sepertinya sudah tidak tahan dan ingin segera mendapati kenikmatan surga dunia.
...****************...
Lilya terbangun dan jam ternyata sudah menunjukkan pukul lima pagi. tanpa sadar mereka berdua tertidur karna permainan yang mereka lakukan semalam. Namun sayang, Lilya belum merasakan rudal besar milik Suaminya. Entah kenapa semalam Suaminya hanya memainkan lembahnya dengan jari. padahal Lilya sudah berharap benda pusaka itu masuk kedalam lembah dalam yang dia miliki. Tapi walaupun cuma jari,permainan tersebut mampu membuat Lilya terbang melayang dalam kenikmatan.
"Aku bangun dulu ya," ucap Lilya sambil mengelus dan mencium pipi Suaminya. Lilya beranjak untuk membereskan diri, dia langsung ke keluar kamar dan pergi ke dapur. Biasanya Lilya memang bangun sepagi itu untuk menyiapkan sarapan bersama Layla adik angkatnya. Kebetulan Lilya juga bukan seorang pengangguran, dia bekerja di kantor tempat ayahnya memimpin. Sedangkan Layla, dia bekerja sebagai guru les private yang kerjanya sesuai panggilan. Dia kadang hanya keluar rumah tiga sampai empat kali seminggu.
"Sudah bangun?" tegur Lilya melihat Suaminya keluar kamar dengan penampilan berantakan.
"Iya, aku harus pulang sekarang. Aku mau ke kantor karna pagi ini ada rapat penting yang tidak bisa ditinggal." jawab Zery dengan langkah menuju ke pintu depan.
Mendengar hal itu Zery hanya mengangguk dan langsung putar balik. Dia yang awal nya ingin pergi keluar sekarang malah balik ke dalam kamar. Lilya pun segera menyusul Suaminya itu.
"Aku akan menyiapkan bajumu, tapi maaf aku tak sempat menunggu mu siap mandi. Aku harus berangkat sekarang." ucap Lilya sambil bergegas menyiapkan baju dan juga mengambil berkas yang akan dibawanya ke kantor. Tak lupa sebelum pergi Lilya mencium tangan Suaminya itu.
...****************...
"Kak, lagi cari apa?" tegur Layla karna melihat Zery clingak clinguk seperti sedang mencari sesuatu.
"Dari tadi aku tidak melihat Pak Ramli, apa dia belum bangun?"
tanya Zery dengan nada sedikit terbata bata, dia kaget sekaligus senang untuk pertama kalinya dia bisa berbicara dengan orang yang untuk pertama kalinya bisa buat dia jatuh cinta.
__ADS_1
"Bapak sudah pergi dari pagi tadi kak,sebab dia ingin pergi keluar kota." jawab Layla sambil sedikit menunduk. Sebenernya Layla juga merasakan hal yang sama seperti Zery. Namun perasaan nya itu dia simpan karna rasanya sudah tidak mungkin untuk dimiliki.
"Oh,begitu." jawab Zery singkat. Namun dia melanjutkan perkataan nya.
"Aku lapar, apakah ada sarapan untukku?" tanya Zery dengan sedikit tersenyum.
"Ada, apa mau samaan kak? Aku kebetulan juga mau sarapan." seru Layla sambil berjalan kearah meja makan.
"Boleh," ucap Zery sambil menyusul Layla. Pakaian Layla dipagi itu cukup membuat pikirannya tak karuan. Daster selutut berwarna maroon itu membuat tubuh Layla menjadi sangat indah. Belum lagi dua gunung kembar itu seperti tidak muat didalam sana. Tubuh Layla dan Lilya benar - benar berbeda.
Zery langsung duduk dan memakan roti yang memang ternyata sudah disiapkan untuknya. Zery menatap Layla yang sedang duduk dihadapannya. Namun, Zery tiba - tiba tersedak dan ingin segera minum. Tapi minuman yang dia cari tidak dia temukan diatas mejanya. Layla yang melihat hal itu langsung inisiatif untuk mencari gelas dan menuangkan air susu di dalamnya.
Tapi entah apa yang terjadi, susu yang dia tuang malah tumpah dan mengenai celana Zery.
"Maaf Kak, susunya tumpah," ucap Layla sambil mengambil beberapa tisu yang ada diatas meja. Layla sedikit mencondongkan badannya ke depan dan mulai membersihkannya.
"Oh, iya gapapa." ucap Zery sedikit menggelengkan kepalanya. Entah ini hal yang buruk atau baik, tapi karna ketumpahan itu dia bisa sedekat dan bahkan dia melihat gunung kembar itu tempat ada didepan wajahnya. Zery langsung menelan ludah dan tidak mengalihkan pandangannya tersebut.
Namun Layla masih saja terus mengelap dan tidak sadar bahwa matanya Zery tidak pernah beralih dari aset miliknya itu. Layla hanya tekun pada tugasnya saat itu, karna dia merasa harus bertanggung jawab sebab dia lah celana Zery sampai basah begitu.
Layla termasuk gadis yang polos, dia juga belum pernah berpacaran sebelumnya. Dia tidak mengerti dengan pikiran laki - laki yang akan kotor jika melihat tubuhnya.
"Kak, sudah siap!" ucap Layla sambil membenarkan posisi badannya.
bersambung.
__ADS_1