
Disaat Lilya sedang sibuk diluar kota, di sini ternyata Adam, pacar tersayang nya itu juga sibuk bermain bersama wanita lain.
"Nanti pulang nya bareng aku ya!" pinta Adam kepada seorang wanita yang juga bekerja di kantor mereka.
"Iya." jawab wanita itu singkat kemudian pergi meninggal kan Adam.
Akhirnya waktu pun sudah menunjukkan pukul Lima sore,itu artinya pekerja sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah nya masing - masing.
Adam pun langsung ke parkiran mencari mobil miliknya dan mulai menunggu wanita yang tadi sudah dia ajak untuk pulang bersama.
"Kamu kok lama banget?" tanya Adam kepada seseorang yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.
"Tadi aku ke toilet dulu." jawab wanita tersebut tanpa melihat kearah Adam.
"Kamu masih marah ya?" lanjut Adam sambil menatap wajah wanita tersebut.
"Enggak." jawab wanita itu sambil memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.
"Kamu gausah bohong," ucap Adam sambil mulai melajukan kendaraan nya.
"Kalau kamu tau aku marah kenapa masih nanya?" gerutu Laura sambil memasang wajah cemberut.
Ternyata wanita yang dia ajak tersebut adalah Laura sahabatnya Lilya.
"Kenapa coba kemarin telpon ku ga diangkat? Bukannya ngangkat, tapi ponselmu malah dimatikan." lanjut Laura sambil menatap tajam kearah Adam.
"Udah jangan marah - marah, nanti cantiknya ilang loh," goda Adam sambil mencubit pipi tembam milik Laura tersebut.
"Gausah pegang - pegang!" bentak Laura sambil menepik tangan Adam yang masih berada di pipinya itu. Adam hanya terkekeh melihat Laura yang sedang memasang wajah cemberut nya itu.
"Aku bener - bener ga tau kalau waktu itu kamu ada nelpon, mungkin ponsel ku waktu itu mati karna batrai nya lowbat" jelas Adam sambil mulai fokus menatap ke depan.
"Kamu sibuk banget yah?" tanya Laura yang kembali menatap kearah jendela.
"Aku malam itu kecapean jadi pas nyampe rumah langsung tidur, dan lupa mengecek ponsel untuk mengabari mu." jelas Adam.
"Aku minta maaf ya sayang, Lain kali aku ga bakal kek gitu lagi kok." bujuk Adam sambil meraih tangan Laura dan menciumnya.
Laura hanya diam dan membiarkan tangan tersebut dipegangi oleh pria tersebut.
Setelah beberapa menit mobil pun berhenti, itu artinya mereka sudah sampai ke tempat yang mereka tuju.
"Kok malah kesini? Aku kan mau pulang." tanya Laura sambil melihat kearah Adam.
"Udah gausah banyak tanya, ayo masuk aja!" pinta Adam sambil keluar dari mobil. Laura pun hanya pasrah dan mulai mengikuti Adam dari belakang.
Ternyata Laura di bawa ke apartmen milik Adam, yang sebelumnya Laura juga pernah dibawa beberapa kali kesini.
Mereka pun mulai memasuki lift. Di dalam lift mereka tak ada mengeluarkan suara padahal hanya mereka berdua yang ada disana, hanya keheningan lah yang mereka dapatkan selama lift itu bergerak.
Lift pun berhenti, mereka berdua keluar dan mulai melangkah ke arah kamar milik Adam. Sesampai nya di depan pintu, Adam membuka pintu dan mempersilahkan Laura untuk masuk lebih dulu.
Laura langsung duduk di sofa sedangkan Adam pergi ke arah kulkas untuk mengambil minuman kaleng yang ada disana.
"Kamu mau minum apa?" tanya Adam dengan sedikit teriak.
"Terserah." jawab Laura singkat.
__ADS_1
Adam pun mengambil Dua kaleng minuman kopi dan kemudian berjalan kearah sofa dan duduk di samping Laura.
"Nih, buat kamu" ucap Adam sambil meletakkan minuman dingin tersebut.
Laura langsung mengambilnya tanpa bicara sedikitpun.
"Sini, aku bukain." pinta Adam sambil mengambil minuman yang ada ditangan gadis itu.
Laura hanya menatap sinis kearah Adam seolah dia menunjuk kan bahwa dia masih marah.
"Makasih." ucap Laura sambil mengambil minuman yang sudah dibuka itu.
"Kamu kok masih cuek gini? Aku kan udah minta maaf." tutur Adam lembut sambil memandangi wajah imut milik Laura.
Tapi lagi - lagi bukannya menjawab, Laura hanya diam seribu bahasa sambil meraih ponsel yang ada di kantongnya.
Melihat hal itu Adam langsung memeluknya dengan maksud agar Laura mau memaafkannya.
"Ih lepasin," ucap Laura sambil mendorong tubuh besar Adam.
"Ga mau, sebelum kamu maafin aku, aku ga bakal lepasin kamu ." ancam Adam sambil mempererat pelukannya.
"Iyaa, udah aku maafin kok." tutur Laura sambil sedikit kesusahan untuk bicara.
"Beneran?" tanya Adam untuk meyakinkan.
"Iya, mangkanya lain kali jangan kek gitu lagi," ucap Laura. Belum sempat Laura ingin menyambung ucapannya, bibir Adam langsung menutup bibir kecil milik gadis tersebut.
Gadis itu terkejut dan membelalak kan matanya. Adam yang niat awalnya hanya ingin menutup agar mulut tersebut tidak nyerocos lagi malah berubah pikiran.
Lidah Adam pun malah langsung masuk dan bermain di dalamnya. Merasakan hal itu, Laura yang awalnya memasang mata besar akhirnya malah memejamkan mata dan mulai membalas permainan lidah milik Adam.
Tak lama tangan Adam yang satunya mulai memijat paha mulus milik Laura. Dia mulai mencari cela agar tangan tersebut bisa masuk dan sampai ketempat yang dia inginkan.
Tanpa di perintah Laura sendiri lah yang mulai melebarkan kakinya seolah tau bahwa Adam ingin mencapai lembah miliknya.
Ketika tangan adam masuk, ternyata disana sudah sangat basah. Tanpa pikir panjang Adam pun langsung mengobok ngobok daerah sempit tersebut.
Suara rintihan laura pun mulai keluar yang membuat Adam semakin menjadi - jadi.
"Tahan ya!" pinta adam sambil mempercepat gerakan tangannya. Laura hanya mengangguk, dan tak butuh waktu lama, hal yang diinginkan pun terjadi. Tubuh Laura yang tadinya menegang sekarang malah sudah terbujur lemas diatas sofa.
Melihat hal itu pun Adam hanya tersenyum kecil. Akhirnya hubungannya kembali membaik walaupun dengan cara yang agak sedikit melenceng.
Hubungannya ini sudah dimulai jauh sebelum Lilya menikah. Laura juga tau bahwa dulu Adam dan Lilya pernah pacaran, Namun dia mengelak dan berkata bahwa Dia dan Lilya itu hanya sebatas teman kerja.
Melihat Laura yang kecapean, Adam hanya membiarkan nya agar dia tertidur. Setelah tidur, Adam langsung memindahkan nya diatas tempat tidur.
"Udah jam 7 malam,kok bisa - bisa nya aku ketiduran?" teriak Laura ketika bangun dan abis melihat jam di ponselnya.
"Kok aku ga dibangunin?" tanya Laura kepada Adam yang juga berada disampingnya.
"Tidur mu nyenyak banget, jadi kasian aja buat dibangunin." balas Adam tanpa sedikitpun menoleh ke arah Laura. Dia sibuk bermain game di ponselnya.
"Aku mau pulang." lanjut Laura sambil bergegas turun dari kasur.
"Kamu ga mandi dulu?" tanya Adam santai.
__ADS_1
"Iya juga, Yaudah aku mandi dulu deh." ujar Laura berubah pikiran. Dia yang awalnya ingin melangkah menuju pintu keluar sekarang malah melangkah menuju pintu kamar mandi.
Adam hanya mengangguk, dia tau betul akan sifat Laura. Setiap Laura pergi kesana, dia pasti menyempatkan diri untuk mandi. Entah kenapa, agak aneh tapi itu emang kebiasaannya.
Sudah 10 menit tapi Laura belum siap juga. Karna Adam juga belum mandi, dia pun berinisiatif ingin menyusul Laura.
Setibanya di depan pintu, Dia langsung mendorong pintu tersebut dan langsung masuk.
Melihat Adam yang masuk tiba - tiba tersebut pun membuat Laura terkejut dan berteriak.
"Mas mau ngapain?" tanya Laura sambil menutupi dengan tangan aset - aset berharga miliknya.
"Udah santai, ngapain ditutupin gitu toh aku juga udah pernah liat semua." tutur Adam yang langsung melucuti kain yang ada ditubuhnya.
Mendengar hal itu Laura pun mulai menurunkan tangan nya dan mulai melanjutkan mandinya. Setelah mereka siap, Laura pun diantarkan pulang oleh Adam.
...****************...
"Udah makan kak?" terlihat sebuah pesan yang muncul ketika suara notifikasi berbunyi.
"Belum. Kamu gimana?" tanya Zery. Zery ternyata baru saja menerima pesan dari Lilya.
"Besok kamu dah pulang kan?" sambungnya.
"Aku dan Bapak sekarang lagi di restoran, kami sudah janji ingin bertemu clien di tempat ini." balas Lilya.
"Besok aku belum bisa pulang,mungkin lusa." balasnya lagi.
"Oke,baiklah." jawab Zery singkat.
"Kalo kamu mau makan keluar, ajak Layla juga!" pinta Lilya.
"Kasian kalo dia ditinggal dirumah sendirian." sambungnya lagi.
Melihat chat istrinya yang bawel tersebut, Zery hanya mengirim stiker jempol menandakan bahwa dia mengerti akan perintahnya Lilya.
Zery pun langsung keluar kamar dan mulai melangkah kearah kamar Layla dan mulai memanggil nya.
"Lay, Layla!" teriak Zery dari luar kamar sambil mengetok pintu kamar tersebut.
Mendengar suara orang yang tak asing di telinganya itupun dia langsung keluar.
"Iya, Ada apa kak?" tanya Layla sedikit gugup.
"Kamu sibuk? Mau ikut aku keluar ga?" Zery pun malah balik nanya.
"Engga kak, kita mau kemana?" ucap Layla sambil sedikit menunduk karna malu. Mengingat dia sudah melakukan hal yang ga harus dia lakukan dengan iparnya tersebut.
"Kamu mau nya kemana?" tanya Zery sambil melihat kearah Layla yang dari tadi hanya menunduk.
"Kamu kenapa? Udah lupain, toh ga bakal ada yang tau sama yang kita lakuin tadi pagi." tutur Zery sambil meyakinkan Layla.
"Yang nyuruh ngajak kamu keluar sekarang aja Lilya, katanya aku ga boleh meninggalkan mu sendiri dirumah. Makanya aku nanya kamu mau kemana, Apa ada tempat yang mau kamu tuju dimalam hari?" jelas Zery agar wanita yang ada di depannya tersebut tidak menunduk lagi.
Mendengar hal itu benar saja, Layla langsung mengangkat kepalanya dan kembali berkata kepada Zery,
"Aku sebenernya mau ke pantai Kak, apa boleh?" tanya Layla sambil menatap ke arah Zery dengan penuh harap.
__ADS_1
Bersambung.