Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 7


__ADS_3

Pagi itu, Lilya agak sedikit cepat membangunkan Suaminya.


"Sayang, Bangun! Aku mau berangkat." tutur Lilya sambil menggoyangkan badan Suaminya.


"Kamu mau kemana sepagi ini?" tanya Zery yang setengah sadar.


"Aku harus keluar kota bersama bapak." jawab Lilya sambil mulai menyiapkan pakaian yang nantinya akan digunakan Suaminya untuk berangkat ke kantor.


"Aku pergi dulu ya sayang." sambil menciumi kening Suaminya, dia pamit dan langsung pergi tanpa menunggu persetujuan dari suaminya tersebut.


Sesampainya diluar, dia ternyata sudah ditunggu oleh Bapak dan Layla.


"Suami mu mana? Kamu udah pamit?" tanya sang Bapak ketika melihat Putrinya itu keluar kamar sendirian.


"Dia masih tidur, Pak." jawab Lilya singkat.


"Aku minta tolong ke kamu aja ya Lay, kalo Jam Tujuh nanti dia belum bangun juga. Tolong bangunin dia yah!" pinta Lilya kepada saudarinya itu. Layla hanya mengangguk tanda bahwa dia siap akan perintah Lilya tersebut.


"Bilang juga bahwa kami akan pergi selama Dua hari." sambung sang Bapak.


Setelah semua nya siap, mereka segera pergi menuju ke bandara. Waktu menunjukkan pukul Empat subuh dan pesawat yang mereka pesan akan terbang pukul Enam nantinya.


Pak Ramli mendapat proyek baru ditempat yang lumayan jauh, karna takut pergi sendiri, makanya dia membawa putrinya tersebut.


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul Tujuh, namun Zery belum juga keluar kamar. Sesuai permintaan sang Kakak, Layla mencoba membangunkan Zery dengan cara memanggil dan menggedor - gedor pintu kamarnya. Tapi tidak ada hasil sama sekali.


Akhirnya Layla nekat membuka pintu dan membangunkan nya secara dekat.


"Kak, bangun! udah jam segini loh, Kakak ga ke kantor?" ucapnya sambil sedikit menyentuh bahu milik Kakak iparnya tersebut.


Zery pun mulai perlahan membuka mata. Dia melihat gadis cantik memakai baju kaos oversize yang berwarna putih itu berada tepat di depannya.


"Kak, ayo bangun. Udah jam Tujuh!" tutur Layla lembut sambil mendekatkan wajah nya ke wajah Zery. Zery pun langsung meraih pinggang kecil tersebut dan menariknya keatas kasur.

__ADS_1


"Kamu temenin aku dulu!" jawab Zery singkat. Layla engga tau apa yang dilakukan Zery ini dalam keadaan sadar atau bukan.


"Kakak engga ke kantor?" tanya Layla.


"Engga, aku capek mau istirahat dirumah saja. Tenang aja, semuanya udah diurus sama sekretarisku." jawabnya dengan mata kembali terpejam.


Mendengar hal itu Layla hanya bisa diam dipeluk oleh orang dia sayang. Setelah beberepa menit, Layla berusaha melepaskan pelukan tersebut, karna pikirnya dia akan membiarkan Zery untuk tidur sampai siang.


"Layla mau kemana?" tiba - tiba kata itu keluar dari mulutnya Zery.


"Kakak tau aku Layla?" tanya Layla kaget. Berarti apa yang di lakukan oleh Zery barusan dilakukan nya secara sadar.


"Tau, Aku juga tau Lilya sudah pergi dari tadi. Makanya aku memintamu untuk menemaniku." ungkap Zery sambil bangkit dari tidurnya.


Sekarang Layla berdiri memaku dihadapan Zery yang sedang duduk dipinggiran kasur. Tubuh Layla yang indah membuat pikiran Zery kembali berulah. Bagaimana tidak, Layla hanya menggunakan baju kaos itu tanpa menggunakan celana dibawah nya. Belum lagi bola kecil yang menonjol diatas gunung kembar itu, seperti nya enak untuk dicicipi.


"Aku boleh melanjutkan hal yang dulunya sempat kita tunda ngga?" ucap Zery pelan sambil memandangi dua gunung kembar tersebut.


Semenjak kejadian di mobil waktu itu mereka memang jarang ketemu perihal Zery yang sibuk dirumah sakit mengurus Ayahnya.


"Kakak mau yang mana?" bisik nya lembut.


Jawaban itu sungguh tidak pernah dipikirkan oleh Zery. Dan dengan pertanyaan tersebut otak Zery langsung berimajinasi bahwa dia akan melakukan hubungan layaknya Suami Istri.


"Kalo mau semuanya emang boleh?" membalas bisik kan Layla tadi.


"Boleh aja, Aku juga penasaran bagaimana rasanya." ucap Layla dengan jujur bahwa dia ingin merasakan hal tersebut karna penasaran bagaimana rasanya yang dilakukan oleh orang yang ada divideo yang dia tonton.


Mendengar hal itu Zery pun langsung menarik pinggang Layla dan mencumbu bibir kecil itu dengan rakus. Tangan nya langsung masuk kedalam kaos tersebut dan mulai memberi sentuhan lembut kepada dua gundukan tersebut sekaligus yang akan membuat Layla ketagihan.


Tak hanya itu, Zery pun langsung membuka kaos putih itu dan membuangnya kesembarangan arah. Dan kagetnya lagi ternyata lembah bawahnya memang tidak ada penutupnya sama sekali.


"Aku memang tidak pernah pakai cd kalau tidur," ucap Layla karna melihat Zery keheranan sambil menatap kearah situ.


Zery pun langsung mengangkat Layla untuk diletakkan diatas kasur. Mulutnya langsung menyicipi dua bola yang ada diatas gunung kembar tersebut sedangkan tangannya mulai mencoba masuk kedalam lembah yang sedikit agak berair tersebut.

__ADS_1


"Kak," ucap Layla sambil meliuk -liuk kan tubuhnya. Suara merdu pun mulai keluar dimulut Layla.


Apalagi ketika Zery memainkan tempat tersebut menggunakan mulutnya, seisi kamar itu hanya terdengar suara Layla, untung saja tidak ada seorang pun yang ada dirumah. Jadi mereka bisa dengan bebas bersuara.


"Sekarang boleh kan giliran ini?" tanya Zery sambil memperlihatkan aset pribadi miliknya yang sudah tegang dari tadi. Layla hanya mengangguk sambil menggigitin bibir bawahnya.


"Kak pelan - pelan!" pinta Layla karna dia merasakan sakit. Tak heran karna ini kali pertamanya ada benda menerobos masuk kedalam lubang yang masih sempit itu.


Mereka sama- sama melepaskan aset berharga mereka dibuka segel oleh orang yang mereka cintai. Zery mencintai Layla dan begitupun sebaliknya. Tapi mereka masih belum saling tau, bahwa mereka memiliki rasa yang sama.


Setelah semuanya berakhir Layla pun keluar dari kamar itu dengan jalan agak sedikit kesusahan.


Layla pergi mandi ke kamar mandi dapur, tapi saat ingin masuk ke kamarnya dia mendengar ada yang memanggil namanya dari dalam kamar milik Lilya.


"Kakak manggil saya?" tanya Lilya sambil masuk ke dalam kamar tersebut. Tapi anehnya dia tidak melihat siapapun disana.


"Kak," panggil Layla dengan sedikit teriak.


Mendengar Layla yang sudah berada di kamarnya itupun Zery mulai memanggilnya,


"Apakah kamu bisa mengambilkan handukku?" tanya Zery dengan sedikit teriak.


"Oh iya, sebentar." jawab Layla singkat.


Dia pun mengambil handuk yang di gantung di samping lemari. Dengan menggunakan kimono handuk, Layla berjalan menuju kearah kamar mandi yang didalamnya ada Zery.


"Ini handuknya Kak." ucap Layla sambil berdiri didepan pintu.


Mendengar suara itu Zery pun langsung membukakan pintu. Tangan Layla pun menjulur kan handuk tersebut. Tapi bukannya mengambil handuk, Zery malah menarik handuk dengan tangan Layla sekaligus. Mau tidak mau Layla pun masuk kedalam kamar mandi dan menjumpai Zery yang sedang berdiri tanpa ditutupi kain sehelai benang pun.


"Gimana kalo kita melakukannya ditempat yang berbeda? bukannya nantinya sensasinya juga akan berbeda," ajak Zery sambil menatap wajah Layla.


Layla pun hanya mengangguk seolah pasrah jika Zery yang memintanya.


Zery pun langsung mengangkat Layla dan mulai melakukan aksinya. Mereka melakukan banyak gaya. Namun gaya akhirnya adalah ketika layla menghadap tembok dan Zery memainkan gundukan kembar itu dengan tangannya dari belakang sedangkan rudal nya dia tancapkan ditempat yang semestinya. Aksi tersebut bisa dikatakan seperti di video Delapan Belas plus plus yang kebanyakan beredar di social media.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2