Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 3


__ADS_3

Ditempat kerjanya, Lilya bekerja sebagai sekretaris Adam. Adam adalah orang kepercayaan Pak Ramli, dia juga dulunya adalah kekasih dari anaknya. Tapi sayang, Adam pernah kepergok sedang berduaan dengan wanita lain oleh Pak Ramli. Karna itulah Pak Ramli memilih menjodohkan Lilya dengan anak teman karibnya. Karna menurutnya Adam tidak cocok dijadikan untuk Suaminya karna waktu masih pacaran saja dia sudah berani selingkuhi anaknya, apalagi nanti. Namun Adam tidak dipecat,karna kinerjanya yang bagus dan dia juga sudah mengetahui cukup banyak rahasia kantor tersebut.


Soal perselingkuhan itu di simpan rapat oleh Pak Ramli, dia tidak mau anaknya sakit hati. Sedangkan Adam tidak akan kecewa di tinggal nikah oleh Lilya,karna sebenarnya dia juga tidak sepenuhnya cinta kepada Lilya. Dia mendekati Lilya karna tau dia adalah anak Pak Ramli, dia hanya menginginkan jabatan nya bisa naik secepat sekarang. Sekarang apa yang diinginkannya sudah tercapai, jadi menurutnya Lilya sudah tidak berguna.


"Ciee, yang udah punya suami!" canda temannya ketika hendak keluar dari ruangan.


"Iya dong, lu kapan nyusul? punya Suami enak loh, tidur ada yang nemenin," ucap Lilya sambil sedikit menggoda Laura.


Laura adalah sahabat Lilya, mereka sudah berteman lama. Mereka sering bertukar cerita, sebab itulah Laura tau kalau semalam sahabatnya itu sudah melangsungkan pernikahan.


"Gw kapan - kapan deh, sendiri lebih seru. Bisa jalan sama siapa aja." ungkap Laura sambil tertawa mengejek.


"Siapa bilang kalo udah punya Suami ga boleh jalan sama yang lain?" ucap Lilya sambil melirik kepada Adam yang juga sedang berjalan menuju pintu. Dia sengaja memberi kode agar Adam juga meliriknya. Namun sayang, Adam tidak ada sedikitpun melirik kepada mereka. Adam hanya fokus berjalan dan memainkan ponselnya.


Melihat hal itu Lilya sedikit kecewa, ternyata orang yang dia sayangi sudah tidak peduli lagi. Namun Lilya juga sadar, Siapa yang tidak marah jika ditinggal nikah oleh pacarnya. Jadi menurutnya, dia juga pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari Adam.


...****************...


Dering telepon berbunyi dari atas meja,Lilya yang awalnya sibuk menggerakan jari diatas laptop pun terpaksa berhenti dan mengangkat benda yang berbunyi tersebut.


"Sekarang kamu keruangan saya!" pinta seseorang yang bersuara serak dari dalam telepon tersebut.


"Baik, Pak." balas Lilya sambil langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


Lilya mengetuk pintu sembari memberi tanda bahwa dia sudah tiba di ruangan orang yang tadinya telah menelponnya. Dia langsung masuk dan menuju meja tempat seseorang tersebut sedang duduk.


"Permisi Pak, Bapak manggil Saya?" tanya Lilya sambil sedikit menundukkan kepalanya.


"Kamu gausah manggil Pak, Kalau sedang berdua panggil seperti biasa aja!" jawab Pria tersebut dengan nada ketus.


"Iya Mas, Maaf." ucap Lilya sambil menarik kursi dan ingin segera duduk.


"Siapa yang menyuruhmu duduk disitu?" seru Pria itu sambil mengangkat alisnya. Lilya yang ingin duduk pun langsung mengurungkan niatnya.


"Kamu duduk disini!" pinta Pria itu sambil menepuk pahanya. Pria itu adalah Adam yang dulunya adalah pacarnya.


Lilya pun langsung menuju tempat yang disarankan oleh Adam, dia tidak banyak tanya karna takut Adam bakalan marah. Adam memang agak sedikit pemarah, apalagi ketika keinginannya ga diturutin.

__ADS_1


"Gimana malam pertamanya?" tanya Adam bersuara lembut dan memandangi wajah Lilya.


"Apasih Mas," gerutu Lilya sambil memalingkan wajahnya. Dia kesal karna sebenernya dia juga terpaksa menerima pernikahan tersebut.


"Besaran punyaku atau punya dia?" tanya Adam lagi dengan nada sedikit mengejek.


"Aku bahkan belum liat punya dia." jawab Lilya singkat.


"Jadi semalam kalian tidak melakukan adegan yang sering kita lakukan?" tanya Adam sambil menatap penuh keheranan.


"Lembahku hanya dimainkan dengan jari,dan setelah aku mencapai *******, dia langsung tidur." jawab Lilya sedikit agak kesal dengan suara pelan.


"Lantas sekarang apakah lembahmu mau jika dimainkan oleh rudalku?" tanya Adam dengan sedikit berbisik di daun telinga milik Lilya.


Tanpa pikir panjang Lilya langsung menganggukkan kepalanya dan sedikit tersenyum nakal. Karna melihat hal itu, artinya Lilya telah memberikan ijin kepadanya atas apa yang dia tanya barusan.


Adam langsung mendaratkan bibir merahnya di bibir yang juga ada dihadapannya. Sambil menikmati permainan lidah yang diberikan Lilya, Adam berdiri dan menggendong Lilya yang memang sebelumnya sudah ada dipangkuannya.


Dia membawa Lilya kedalam ruangan tersembunyi yang ada di ruang kerjanya tersebut. Ruangan tersebut berada dibalik lemari, Dia memang meminta agar ada ruangan seperti itu didalam ruang kerjanya. Ruangan itu seperti kamar, ada kasur yang sangat empuk diletakkan disana.


Lilya langsung dilempar diatas kasur, dan Adam langsung membuka ikat pinggang dan menurunkan celananya. Dia merangkak keatas tubuh mungil itu kemudian membuka secara cepat kemaja dan melemparnya kesembarangan arah. Tak lupa juga dia menarik turun rok span berwarna hitam yang membaluti paha mulus Lilya. Sekarang hanya bra import dan bikini berwarna merah lah yang tersisa ditubuh mungil gadis itu.


Peristiwa ini bukan kali pertama, semasa pacaran dulu mereka memang sering melakukan hal ini ditempat yang sama. Bahkan hampir tiap hari, disaat jam istirahat bukannya makan siang, tapi mereka malah asik bermadu kasih diruangan tersebut.


Setelah beberapa menit, mereka langsung lemas tak berdaya. Tubuh yang kekar dan berotot itupun terkapar diatas tubuh mungil milik Lilya.


"Mas ga marah?" tanya Lilya sambil mengenakan pakaiannya. Dia sebenernya sudah berfikir bahwa Adam tidak akan mau lagi berbicara dengannya. Apalagi mengingat kejadian tadi waktu bersama Laura.


"Ngapain harus marah." jawab Adam singkat dengan senyum tipis di wajahnya.


"Aku kan lebih milih laki - laki pilihan Bapakku daripada bertahan dengan Mas." ucap Lilya sambil tertunduk lesu. Dia sebenarnya tidak ada perasaan kepada Suaminya, tapi jika dia menolak, dia juga tidak ingin membuat Bapaknya kecewa.


"Gapapa, sekarang yang berubah hanya status mu. Tapi perasaanmu ke Aku ga berubah kan?" tanya Adam sambil memegangi dagu kecil Lilya.


"Perasaanku sedikit pun tak ada yang berubah, Aku masih mencintaimu!" ungkap Lilya sambil memeluk erat badan yang besar itu. Mendengar hal itu Adam tersenyum licik.


Adam berpikir bisa memanfaatkan Lilya untuk memenuhi nafsu birahinya kapan pun dia inginkan. Sebab dia tidak akan mendapatkan penolakan dari Lilya, karna dia tau bahwa Lilya masih mencintainya.

__ADS_1


...************...


Hari ini Layla tidak mengajar, dari pagi sampai sore dia hanya berdiam diri di rumah. Dia sedang berada diatas sofa dengan kaki dislonjorkan dan kepala diletakkan diatas bantal kecil.


Dia memandangi layar kaca sambil membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang yang berada disana.


Dia memutar film bertema romansa dan tibalah saat adegan mereka berciuman dia malah memejamkan mata.


"Gimana ya rasanya?" Gumamnya di dalam hati dan sambil sedikit menggigit bibir bawahnya. Layla memang belum pernah pacaran, dan tontonan nya pun masih sebatas orang berciuman. Untuk hal yang lebih jauh tidak pernah Dia pikirkan sebelumnya.


Padahal banyak sekali lelaki yang ingin memiliki nya, tapi entah kenapa tak ada satu pun Pria yang mampu menembus hatinya. Hanya Zery seorang lah yang mampu membuatnya jatuh cinta dengan pandangan pertama.


"Lagi apa Lay?" tanya seseorang yang suaranya tak asing di telinga Layla.


"Eh, ini lagi nonton film Kak." ujar Layla sedikit kaget dan langsung membuka matanya. Ternyata Zery sudah pulang dari kantor, padahal masih sore tapi entah kenapa dia udah pulang aja.


"Kok sampe merem gitu,hayoo kamu lagi bayangin apa?" tanya Zery sambil sedikit tertawa meledek, karna Zery sempat melihat adegan apa yang sedang ditayangkan di layar kaca tersebut.


"Mereka lagi ciuman kak, Aku cuma lagi ngebayangin gimana rasanya kalo lagi diposisi mereka." jawab Layla dengan polosnya sambil menggigit bibir bawah yang merah alami itu. Mendengar jawaban dari Layla yang begitu jujur, otak zery langsung berpikiran mesum. Dengan posisi Layla yang sedang rebahan itu membuat Zery ingin merasakan apa yang ada dibalik kaos nya itu.


"Kamu emangnya belum pernah ciuman?" tanya Zery lagi sambil mulai mendekati Layla dan duduk dipinggiran sofa yang sedang ditidurinya.


"Belom kak," jawab Layla tersipu malu.


"Kamu mau nyoba sama kaka ga? biar kamu tau rasanya gimana." tanya zery sambil menatap mata Layla.


Layla hanya diam, jantungnya sudah berdegub kencang, dia takut karna ini kali pertama dia diajak berciuman oleh lawan jenis ditambah lagi yang mengajaknya adalah orang yang dia cintai.


Tanpa menunggu persetujuan Layla, Zery langsung mencondongkan badannya dan bertemulah dua bibir lembut yang merah itu. Zery langsung mempraktekkan adegan yang pernah dia lihat didalam video yang pernah dia tonton. Sedangkan Layla langsung memejamkan mata dan hanya menikmati permainan bibir yang dilakukan oleh Zery.


"Oh jadi gini rasanya." gumam Layla didalam hati. Dia merasakan nikmat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


Namun, kenikmatan itu berubah ketika dia ingat bahwa Zery adalah suami dari Kakak angkatnya.


Layla pun langsung membuka mata dan mendorong Zery, dia segera bangkit dan lari ke dalam kamar, Zery yang kebingungan itu ditinggal begitu saja. Padahal Zery baru saja ingin mulai meraba dua gundukan yang ada di dada gadis itu. Tapi sayang, keinginannya itupun terpaksa dibatalkan karna Layla sudah pergi meninggalkannya.


"Apa dia marah ya?" tanya zery dalam hati.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2