Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 9


__ADS_3

"Aku sebenernya mau ke pantai Kak? Apa boleh?" tanya layla sambil menatap ke arah Zery dengan penuh harap.


Zery pun diam, dia memasang muka yang sedikit bimbang. Keningnya menimbulkan kerutan dan mata nya melirik ke arah jam tangan yang ada di tangannya.


"Boleh - boleh aja," jawab Zery sambil mengangguk kan kepalanya.


"Tapi dengan satu syarat!" lanjut Zery dengan sedikit menyeringai.


"Syarat apa kak?" tanya Layla dengan bersemangat. Karna impian nya selama ini akan segera dikabulkan oleh orang yang tak pernah dia kira sebelumnya.


"Kamu harus menggunakan outfit pilihanku!" ucap Zery sambil melihat kearah Layla.


Layla pun langsung mengangguk mengiyakan permintaan Zery. Zery pun langsung menunjukkan layar ponselnya kearah Layla yang disitu sudah terlihat model outfit yang dia mau.


"Oke kak, kebetulan aku kemarin juga baru beli baju ini." ucap Layla yang langsung masuk kamar dan mengganti baju.


Zery yang melihat Layla yang bersemangat pun ikut senang. Sambil menunggu Layla, dia memilih untuk duduk di sofa. Tak butuh waktu lama Layla pun keluar.


Dia tampak menggunakan hoodie oversize di mix dengan rok korean mini bermotif kotak.


"Nah, bagus." puji Zery sambil melihat kearah Layla dengan sedikit tersenyum.


"Terimakasihhh." ucap Layla sambil menunduk kan badannya .


"Kita berangkat sekarang?" tanya Zery.


"Ayo kak, aku udah ga sabar." sahut Layla sambil loncat - loncat seperti anak kecil yang kegirangan karna dibeliin mainan baru.


Zery pun hanya tersenyum dan mulai melangkah kan kakinya ke arah luar kemudian disusul oleh Layla.


Didalam mobil mereka hanya diam, Layla tampak menikmati perjalanan sambil melihat kearah luar jendela. Sedangkan Zery fokus mengendarai mobilnya dan sesekali melihat kearah Layla.


"Lay, kita makan dulu ya." ajak Zery yang memang sudah lapar.


"Oke, kak." jawabnya dengan wajah yang berseri. Entah kenapa semenjak keinginan nya ke pantai di wujud kan oleh Zery, dia tampak sangat senang sekali.


Setibanya di restoran mereka berdua langsung masuk dan mencari tempat yang kosong.


"Kamu mau makan apa?" tanya Zery sambil melihat menu yang ada.

__ADS_1


"Terserah." jawab Layla.


Padahal Layla juga sedang melihat menu, tapi tetap aja jawaban wanita ketika ditanya mau makan apa pasti kebanyakan bilang terserah.


"Yaudah, samain aja kayak punya ku yah." balas Zery dan mulai mengangkat tangannya untuk memanggil pegawainya.


Layla hanya mengangguk kemudian meletakkan menu tersebut.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya menu yang mereka pesan pun tiba. Setelah selesai, mereka pun bergegas kearah mobil dan kemudian melanjutkan tujuan yang tadi sudah mereka rencanakan.


"Kok kamu malah milih mau ke pantai sih malam malam gini?" tanya Zery memecah keheningan yang dari tadi mereka rasakan.


"Gatau kak, kayak pengen aja. Dengerin suara ombak ditemani langit indah yang dihiasi bintang - bintang." jawab Layla sambil memejamkan matanya seperti berkhayal bahwa dia sudah ada di sana.


"Yaudah,tenang aja. Sebentar lagi kamu juga bakal ngerasain itu kok." ucap Zery dengan sedikit tersenyum dan mulai mempercepat laju mobilnya, agar mereka lebih cepat sampai ditempat tujuannya.


Hanyan butuh waktu beberepa menit,ternyata sampai lah mereka di pantai tersebut. Zery langsung membawa mobilnya diatas pasir pantai yang putih itu.


Tanpa disuruh Layla langsung keluar dari mobil. Dia melihat kearah langit yang kebetulan bulannya penuh. Hal itu pun membuat suasana menjadi makin indah.


"Kak, liat deh bintang yang itu, bagus kan?" ujar nya seraya tangannya menujuk ke arah bintang yang dimaksud. Bintang itu emang lebih lebih mencolok dari yang lainnya karna cahaya lebih berkilau.


"Itu namanya bintang kejora Lay." balas Zery yang juga menatap bintang tersebut.


"Bener loh, ga percaya banget sama Kakak." ucap Zery sambil memandangi wajah cantik milik gadis tersebut.


Zery kemudian pergi ke arah mobil dan mengambil dua buah kursi lipat yang telah dia siapkan dan diletakkan dikursi belakang.


"Ayo,duduk di sini." pinta Zery sambil menyiapkan kursi tersebut.


"Makasih Kak. Untung Kakak bawak ini,kalo engga gimana aku mau duduk dengan memakai rok seperti ini." puji Layla dan langsung menduduki benda tersebut.


"Kamu sama Lilya kok manggil aku Kak terus, padahal kan umur kalian lebih tua dari aku?" tanya Zery random.


"Aku sama Kak Lilya dari dulu diajari harus sopan sama Bapak ibuk Kak, jadi mau tua atau muda, kami slalu manggil orang itu pake Kak, Mas dan sebagainya." jawab Layla.


"Trus kamu kenapa ga manggil aku Mas aja,kenapa harus Kak?" goda Zery dengan sedikit tersenyum.


"Karna wajahnya Kakak belum cocok buat jadi Mas - Mas." jawab Layla dengan sedikit terkekeh.

__ADS_1


Mereka berdua pun saling tertawa dan lanjut bertukar cerita. Di temani derauan ombak dan cahaya rembulan tak terasa malam pun semakin larut.


"Pulang yok!" ajak Zery kepada Layla.


"Ayo kak, aku juga udah ngantuk." balas Layla dan langsung berdiri kemudian berjalan menuju mobil.


Kursi yang dia duduki tadi pun ditinggal begitu saja, untung masih ada Zery yang menyelamatkan barang milik nya tersebut.


Setibanya Zery dimobil, dia sudah melihat Layla yang sudah tidur dibangku depan,tepat di samping dia mengemudi mobil nantinya.


"Astaga, bisa2 nya dia tidur. Padahal perasaan baru bentar deh dia masuk mobilnya." gerutu Zery sambil menaiki mobil tersebut.


Melihat Layla yang tertidur pulas, Zery pun merasa tenang dan senang. Dia sebenarnya juga tidak menyangka bisa menikmati suasana itu berdua. Padahal Zery sendiri tau bahwa dia sudah punya Istri.


Sambil menatap wajah cantik itu, Zery kemudian pelan - pelan mulai mencondongkan badannya dan mulai berbisik di telinga Layla,


"Aku mencintaimu." bisiknya dan kemudian mencium kening Layla.


"Aku juga mencintaimu." balas Layla lembut.


Mendengar hal itu Zery pun terkejut, dia kira Layla beneran sudah tidur. Taunya hanya pura - pura saja.


"Kamu pura - pura tidur ya? mau bohongin kaka." gertak Zery dengan nada lembut.


Layla hanya tersenyum sambil memejamkan mata.


"Kirain Kaka bakal ngapa - ngapain aku kalo aku tidur." ucap Layla tiba - tiba.


"Dasar, kalo kamu yang mau di apa - apa in bilang aja." ejek Zery sambil menggoyang ubun - ubun Layla.


Mendengar hal itu sontak Layla terkekeh kecil.


"Yaudah, ayok sekarang apa- apa in aku kak!" pinta Layla dengan tangan di bentangkan.


"Ada syaratnya." ujar Zery sambil tersenyum tipis.


"Kok masih main syarat - syaratan sih Kak" rengek Layla.


"Kamu gausah manggil aku Kak lagi, itu syaratnya." ucap Zery sambil menatap tajam Layla.

__ADS_1


"Kamu harus panggil aku sayang kalo kita lagi berduaan!" pinta Zery sambil kembali membenarkan posisi duduknya.


Bersambung.


__ADS_2