Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 14


__ADS_3

Layla yang melihat benda tersebut sejujurnya juga mau, tapi kali ini dia malah jual mahal dan ingin membuat Zery tambah kesal.


"Gamau ah, kecil begitu." ledek Layla sambil menyentilkan jarinya. Padahal sebenarnya ukuran milik Zery sudah termasuk besar.


"Apa katamu?" geram Zery sambil sedikit cemberut.


"Yaudah kalo gamau, nanti aku tinggal bilang aja sama Lilya selama dia pergi kamu telah menggoda ku." ancamnya. Mendengar hal itu Layla kemudian terdiam. Dia berfikir, Jika Zery benar mengatakan hal itu, bagaimana nasibnya nanti.


Dia tidak mau Lilya membenci nya hanya karna seorang lelaki. Walaupun dia tau bahwa Lilya juga tak mencintai Zery, tapi perbuatan yang sudah dia lalui bersama Zery juga bukanlah hal yang di perbolehkan.


"Okee, Aku bakalan ngelakuin ini. Tapi inget ya kak, ini adalah yang terakhir kali." tegas Layla sambil menatap tajam kearah Zery.


"Iya terakhir kali hari ini, mungkin di lain hari kamu bakal lakuin lagi." cibir Zery yang tidak yakin dengan pernyataan Layla tersebut.


Layla pun mulai melaksanakan hukumannya, rintihan kenikmatan juga mulai keluar dari mulutnya Zery.


Zery masih sempat - sempat nya mendapatkan perlakuan tersebut dari Adik iparnya. Padahal dia harus segera ke bendara untuk menjemput Istrinya.


...****************...


Setiba nya di bandara, Zery dan Layla clingak clinguk mencari orang yang harus nya mereka jemput.


"Kayak nya mereka belum landing deh kak," tutur Layla yang sedang melihat lihat ke arah orang yang sedang berlalu lalang.


"Kayak nya sih gitu." jawab Zery singkat.


"Yaudah kita duduk dulu yok!" ajak Layla sambil melangkah kan kaki ke sederet bangku yang ada di sana.


Zery pun turut ikut bersama Layla. Sambil menunggu, mereka sibuk dengan handphone nya masing - masing.


Setelah lama menunggu, akhirnya yang mereka tunggu tiba. Dari jauh Layla melihat Lilya dan Pak Ramli sedang berjalan mendekati mereka.


"Kak Lilya," sapa Layla lalu memeluknya.


"Bapak," sapa Layla lagi dan memeluknya juga.


Zery juga memeluk Lilya dan tak lupa dia juga bersalaman dengan mertua nya tersebut.


"Sini pak, tas nya aku aja yang bawa." pinta Zery sambil menyodorkan tangannya. Pak Ramli pun langsung memberikan tas yang sedang dia tenteng tersebut.


Tak lupa, Zery juga membawa koper yang tadinya di bawa oleh Lilya.


"Gimana pak kerjaannya, lancar kan?" tanya Layla kepada Bapak nya.


"Alhamdulillah nak." balas Pak Ramli sambil tersenyum.


"Besok Kakak gausah pergi lagi ya, aku kesepian gada Kakak," ungkap Layla sambil memeluknya lagi.

__ADS_1


Mereka berdua memang belum pernah terpisah lama semenjak mereka berdua bersama.


Sambil asik cerita, mereka bertiga terus berjalan melangkah kan kaki ke arah luar. Tanpa disengaja ternyata mereka melupakan Zery yang tertinggal dibelakang yang sedang membawa barang - barang milik Bapak dan Lilya.


"Loh, Zery tadi mana?" tanya Pak Ramli ketika sadar bahwa Zery tak ada bersama mereka.


Mereka bertiga sontak membalikkan badan untuk melihat ke arah belakang. Dan benar saja, ternyata Zery sedang berjalan sendirian di belakang sambil mengikuti mereka.


Melihat mereka bertiga yang menoleh secara bersamaan, Zery tau bahwa mereka baru sadar akan dirinya yang dilupakan.


"Gapapa, aku dilupain aja." ucap Zery sambil memasang wajah cemberut.


Melihat hal itu mereka bertiga bukannya kasian malah tertawa bersama.


"Astaga ternyata Suamiku ketinggalan." tutur Lilya sambil melangkah ke arah Zery dan berniat menjemputnya.


"Yaudah sayang, ayok." ajak Lilya sambil melemparkan senyum manis ke hadapan Zery.


...****************...


Keesokan harinya,


"Selamat pagi semuanya," sapa Lilya ketika melihat semua orang sudah berada di meja makan. Dia terlambat bangun sehingga semua pekerjaan sudah di lakukan oleh Layla.


"Kakak kecapean ya, yaudah sini aku buatin sarapan ya ." tutur Layla dan mulai meraih roti yang ada di meja tersebut.


"Makasih adikku yang paling cantik," puji Lilya sambil tersenyum ceria.


"Lebih cantikan kamu padahal." ucap Zery dengan suara pelan.


"Apasih kak, kakak diam aja, Kakak ga diajak." tutur Layla dengan lirih.


"Udah gausah berantem dimeja makan," cegah Pak Ramli.


"Abisin tuh rotinya, jangan lupa susunya juga." pinta Pak Ramli sambil menggosok ubun - ubun Layla.


"Bapak udah mau berangkat?" tanya Lilya yang melihat Bapaknya sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Iya Li, kenapa?" tanya Pak Ramli.


"Hari ini Lilya ga masuk kerja dulu deh Pak, Badan Lilya capek." keluh Lilya sambil menggerakkan bahunya.


"Yaudah gapapa Li, kamu istirahat aja." pinta Pak Ramli.


"Kerjaan mu biar di handel sama sekertaris yang satunya. toh kemarin juga gitu kan?" tanya Pak ramli sambil menatap ke arah Lilya.


"Iya Pak," jawab Lilya singkat.

__ADS_1


"Yaudah, nanti Bapak bilangin sama Adam. Biar Adam yang bilang ke sekretaris yang satunya." ucap Pak Ramli lalu pergi meninggalkan mereka.


"Yaudah, aku juga pergi dulu ya." Ucap Zery.


"Iya, hati - hati ya." balas Lilya sambil menciumi tangan Suaminya tersebut. Zery pun mencium kening istri nya dan langsung pergi meninggalkan Lilya dan Layla yang masih berada di meja makan.


Setelah selesai sarapan, mereka berdua langsung membereskan bekas tempat makan dan minum yang baru saja mereka pakai.


"Kak,mau nonton bareng ga. Aku punya film baru." ajak Layla ketika semua pekerjaan rumah telah selesai.


"Ayok, mau nonton film apa?" tanya Lilya.


"love 2015," balas Layla.


"Oh yaudah, kita nonton di kamar Kakak aja yah." ajak Lilya.


"Oke, Aku ke kamar dulu mau ambil laptop, tunggu ya." ujar Layla dan langsung bergegas lari ke kamarnya.


...****************...


"Gilak Lay, Kamu ga salah nonton film ini?" ujar Lilya ketika film itu baru diputar beberapa menit.


"Aku gatau kalau bakal se brutal ini kak," ujar Layla dengan jujur. Dia mengira bahwa film yang ingin dia tonton tersebut bercerita tentang keluarga atau romansa dua sejoli.


Namun ternyata dugaan nya salah, film ini ternyata bertema Dua Satu plus plus.


"Kak, nanti bikin kek gini aja sama Kak Zery." ucap Layla dengan sedikit tertawa.


"Kamu aja Lay, aku ga suka yang gaya begini." balas Lilya dengan sedikit tertawa juga.


"Ngomong - ngomong kamu belum punya pacar Lay? Masa gadis secantik dan se montok kamu ini gada yang mau sih?" goda Lilya.


"Aku ada sih kak suka sama cowok, tapi dia ternyata dah punya istri." ungkap Layla dengan malu - malu.


"Siapa Lay, Zery?" ucap Lilya sambil memandang wajah Layla.


"Ih apaan sih Kak, Kak Zery kan Suami Kakak. Mana mungkin aku mencintainya." balas Layla. Dia tau Lilya hanya menebak dengan bercanda, tapi tebakan Lilya malah benar adanya.


"Jujur aja Lay, kalo kamu suka bilang aja. Keliatan loh dari gerak gerik mu." tutur Lilya sambil meyakinkan bahwa tebakan nya benar.


"Aku juga ga cinta sama dia, kalo kamu mau ambil aja." sambungnya lagi.


"Aku kan punya Mas Adam Lay, aku udah berusaha move on. Tapi tetep aja ga bisa. Jadi daripada capek - capek buat move on, mending aku pacaran lagi sama dia." ungkap Lilya sambil melihat foto Adam yang ada di ponselnya.


"Jadi gapapa Kak, kalo aku suka sama Kak zery?" tanya Layla dengan nada terbata bata.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2