
Bi Asri adalah seorang wanita yang bekerja sebagai pengasuh dirumahnya Zery. Sebelum ini dia juga sudah pernah mengasuh beberapa orang jompo dan balita.
Bi asri ini janda, Dia ditinggal Suaminya lalu berselingkuh dengan wanita lain. Alasannya karna Bi asri ini tidak bisa memberikan nya anak.
Padahal dia bisa dibilang cantik untuk seumuran yang sekarang. Dia juga cekatan dalam bekerja, Ayahnya Zery memang diurus secara detail olehnya. Sebab itulah sekarang Ayahnya Zery sudah tidak seperti orang sakit lagi.
"Pak Anton, sekarang waktu nya minum obat ya." tutur Bi asri yang sedang berjalan sambil membawa sebotol obat dan segelas air putih.
"Aku kira - kira nanti bisa ga berhenti meminum obat ini, aku juga mau jadi manusia normal yang ga tergantung begini sama obat." ucap Pak Anton Ayahnya Zery kepada Bi Asri.
"Bisa kok Pak, tapi untuk sekarang Bapak masih harus minum obat ya." bujuk Bi Asri yang langsung duduk di pinggiran kasur.
Bi asri menyodorkan satu pil dan segelas air putih yang kemudian di ambil oleh Pak Anton. Dia langsung meminumnya dan segera berbaring di kasur.
"Sekarang Bapak tidur ya, saya mau pamit pulang sebentar." tutur Bi asri yang kebetulan rumahnya memang tidak terlalu jauh.
Semenjak bekerja disitu dia baru pulang Dua kali, Dia kasana hanya untuk melihat keadaan rumahnya saja. Takutnya ketika dia di rumah majikannya, rumahnya malah di bobol oleh orang.
"Kamu disini aja!" pinta Pak Anton sambil memegangi tangan Bi Asri yang terletak diatas kasur.
Bi asri langsung menarik tangannya, dia takut dilihat orang lain terlebih sama Anak nya Pak Anton yang menyuruhnya buat kerja di situ. Dia takut dituduh wanita tidak baik yang sedang mencuri kesempatan.
"Kamu pijitin saya dulu sampai tertidur, setelah itu kamu baru boleh pergi." ucap Pak Anton sambil memandangi wajahnya Bi asri. Bi asri pun melakukan apa yang disuruh oleh majikan nya tersebut.
...****************...
"Sekarang kita pulang ya," tutur Adam yang berada di salah satu restoran yang ditemani oleh Laura.
"Aku boleh ga nginep di Apartmen mas aja?" tanya Laura yang sedang bercermin untuk memastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal di giginya.
"Boleh aja, tapi ada bayaran nya." jawab Adam sambil sedikit menyeringai ke arah Laura. Melihat hal itu Laura seperti sudah paham akan maksud Adam.
"Iya tenang aja, ayo pulang." ajak Laura yang langsung berdiri dan beranjak dari tempat duduknya.
Adam pun menyusul gerakan Laura, mereka berdua pun melangkah keluar menuju parkiran yang penuh itu. Restoran ini memang ramai peminat, parkirannya tak pernah kosong bahkan di jam kerja sekali pun.
__ADS_1
Ketika mobil nya sudah di temukan, mereka langsung masuk dan segera meninggalkan tempat tersebut.
Disaat mobil sudah di lajukannya, tiba - tiba Adam malah teringat kepada Lilya pacar pertama nya.
"Lilya sekarang lagi apa ya, kok dia ga ada ngabarin aku selama dia disana," gumamnya dalam hati.
Adam tidak tau bahwa Lilya pulang malam ini. Dia juga enggak berani untuk menelpon duluan, sebab dia tau bahwa Lilya pasti sedang bersama dengan Bapaknya. Dia tidak mau Bapak Lilya tau soal kedekatan mereka.
Diperjalanan tersebut Laura menyadari bahwa rute yang mereka lewati itu bukan lah menuju ke arah apartmen Adam, melainkan ke arah rumah Laura yang sesungguhnya.
"Kok kita lewat sini mas, Aku kan udah bilang mau nginep di Apartmen mas, kenapa malah di antar ke rumah?" protes Laura kepada Adam yang hanya fokus menatap ke depan.
"Kamu ku antar pulang aja, aku lagi pengen sendiri." ucap Adam dengan nada santai.
Laura merasa aneh, Adam yang tadinya mau sekarang malah menolak nya. Namun Laura tidak bisa apa - apa selain menuruti permintaan pria tersebut.
Adam yang kepikiran akan Lilya itu tidak bisa melakukan aksi bersama wanita lain. Dari pada nanti Laura merayu nya, makanya sekarang dia memilih untuk menghantarkan Laura pulang ke rumahnya.
...****************...
"Yaudah, aku mandi juga deh, biar nanti rapi pas ke bandara. Baju ku juga sudah bau apek karna keringat seharian ini." gumam nya.
Setelah mereka siap, mereka bertemu di ruang tamu dengan penampilan Zery yang sederhana yang memakai celana pendek dan baju kaos . Sedangkan Layla memakai rok mini sepaha dan jaket mini seperut yang membuat pusat nya keliatan.
Melihat Layla yang begitu sexy, Zery sampai tak berkedip melihat nya.
"Apa liat - liat?" tanya Layla dengan nada sedikit judes.
Mendengar pertanyaan itu bukannya langsung di jawab, dia malah melirik tubuh Layla dari atas ke bawah kemudian dari bawah ke atas secara pelan.
"Aku cantik ya?" timpalnya sambil menggerai rambutnya dan memutarkan badannya. Karna angin yang diciptakan dari gerakan tersebut membuat rok yang pendek tersebut sedikit tersingkap.
"Kamu mau menggoda ku yah?" tuduh Zery yang mulai melangkah mendekati nya. Layla tak hanya diam, melihat gerakan Zery yang terus mendekat, dia pun memundurkan kakinya sehingga mentok ke dinding kamar.
"Kamu mau lari kemana?" tanya Zery menyeringai.
__ADS_1
Ketika sudah dekat, tangan nya pun dia lekatkan ke dinding yang membuat Layla semakin jantungan.
"Kak, mau ngapain?" tanya Layla gugup. Melihat Zery dengan tingkah seperti itu dia malah ketakutan. Tadinya Dia benar - benar tak bermaksud untuk menggoda Zery.
"Mau menyicipi goa yang sempit ini." bisiknya di telinga Layla sambil mengusap tempat yang dia maksud. Mendengar hal itu Layla langsung memejamkan mata.
Tanpa aba - aba Zery langsung mencium bibir yang sudah dilapisi dengan lipstik berwarna pink tersebut.
Baru juga sebentar, tiba - tiba ponsel yang ada dikantong celana nya Zery berbunyi.
"Siapa sih, ganggu aja." gerutu Zery sambil meraih ponsel tersebut. Melihat Zery yang lengah, Layla pun mengambil kesempatan itu buat melarikan diri. Dia langsung pergi kearah mobil dan masuk ke dalam nya tanpa menunggu Zery lagi.
"Iya Li, kamu udah berangkat?" tanya Zery kepada orang yang sudah dia sebut pengganggu itu.
"Ini bentar lagi mau terbang kak, Kaka lagi apa?" tanya seseorang wanita bersuara lembut. Ternyata yang menelpon nya itu adalah Lilya Istrinya.
"Aku dan Layla juga sedang bersiap - siap mau ke bandara buat jemput kalian nanti." ucap Zery lembut.
"Oh gitu, yaudah udah dulu ya Kak." belum sempat menjawab ucapan Istrinya tersebut ternyata telpon itu sudah terputus.
"Gimana sih, dia yang nelpon, dia juga yang matiin," ucap Zery sambil marah marah.
"Layla kemana ya, sialan dia malah kabur." lanjutnya sambil melihat ke arah sekitar dan tidak menemukan keberadaan Layla.
"Awas aja kalo ketemu, nanti ku kasih hukuman." batinnya. Dia pun langsung melangkah ke arah mobil yang sedang terparkir di halaman rumah.
"Loh, kamu udah di sini ternyata." ucap Zery saat membuka pintu dan melihat Layla sudah berada di dalamnya.
"Liat, ini semua karna ulah mu." sambil menunjuk benda pusaka miliknya. Ternyata benda itu sudah menegang saat dia bercumbu dengan Layla tadi.
"Itu bukan salah ku kak, salah dia kenapa baperan. Di liatin dikit aja udah tegang." ledek Layla sambil menjulurkan lidahnya.
"Oh jadi kamu nyalahin dia, kamu harus dikasih hukuman kalo gitu." Zery langsung menurunkan celananya dan membuka pelindung benda pusaka tersebut.
"Ayo, jangan diliatin aja. Buat dia tidur lagi kayak semula!" pinta Zery dengan tatapan yang tajam kearah Layla.
__ADS_1
Bersambung.