Tergoda Ipar Cantik

Tergoda Ipar Cantik
Bab 11


__ADS_3

"Kamu ga cuma cantik, bahkan juga menggoda." jawab Zery dengan sedikit senyum menyeringai.


Mendengar hal itu Layla malah makin menjadi, dia mulai menggigit bibir bawahnya dan mulai memainkan gunung kembar itu menggunakan tangan miliknya.


Tak hanya itu, dia memperlihatkan ekspresi wajah seakan akan merasakan kenikmatan yang tiada tara. Melihat hal itu benda sakral milik Zery yang tadinya tidur pun sekarang sudah bangun dari tidurnya. Dia seakan akan sudah ingin keluar dari sangkarnya.


"Lihat,ini karna ulah mu." tutur Zery sambil memandangi benda pusaka nya itu.


Mendengar hal itu Layla malah mendekat dan langsung berlutut. Dia membuka resleting secara perlahan dan menyingkap benda tersebut. Tampak benda itu sudah menegang dengan ukuran yang lumayan besar.


"Boleh kan?" tanya Layla sambil memainkan lidahnya.


Seakan sudah tau, Zery langsung mengangguk kan kepalanya dan membuka kaki memberi akses kepada Layla.


Dengan cepat Layla langsung melahap nya bak memakan eskrim yang akan mencair.


"Sayang," ucap Zery sambil memegangi rambut yang sudah di ikat oleh Layla. Tapi Layla tak berhenti, dia malah makin ganas.


Merasakan aksi Layla, suara Zery pun mulai keluar.


Tangan Zery mulai mendorong kepala Layla seakan menyuruh Layla untuk mempercepat gerakannya.


"Sayang, enakk bangettttt. Ayo teruss!" pinta Zery kepada Layla yang sedang sibuk dibawah sana.


Tanpa sadar akhirnya cairan putih itu keluar dan tumpah di wajah Layla.


Zery langsung terbaring lemas, Layla pun merangkak diatas tubuh itu dan mulai memeluknya.


"Kerja bagus Sayangg." ucap Zery sambil menciumi kening Pacarnya itu.


Layla hanya senyum dan memperkuat pelukannya.


"Sekarang giliran ku yah." bisik zery yang kemudian membalikkan tubuh Layla yang tadinya diatas sekarang sudah berada dibawahnya.


"Kamu mau ngapain?" pekik Layla keheranan.


"Kamu juga harus dikasih pelajaran." tutur Zery yang kemudian bergerak kearah bawah.


"Jangan. disitu kotor." ucap Layla sambil melihat kearah Zery. Tapi Zery tak menghiraukan larangan dari Layla.


Zery langsung memainkan lidahnya disana, Layla yang tadinya melarang langsung keenakan.


Tangannya tak tinggal diam, dua tangan itu langsung meraih bola kecil yang ada diatas gundukan tersebut.


Layla hanya bisa merintih keenakan.

__ADS_1


"Sayanggg, cepetin" pinta Layla.


"Sayanggg,lebih dalem lagi." pintanya lagi.


"Sayangggg, Aku mau keluar." sambungnya.


Mendengar hal itu Zery langsung mengganti posisi. Dia mulai memasukkan jarinya dan menggerakkan nya secara cepat, dan benar saja tak lama cairan bening pun juga keluar dari daerah yang sibuk di mainkanya tadi.


Berhubung keduanya sudah sama - sama puas, mereka pun langsung tidur.


...****************...


"Gw pulang nanti malam, besok gw langsung masuk kerja kok" ucap Lilya yang sedang telponan dengan sahabatnya.


"Oh gitu, gw kesepian tau kalo gada lo. Yaudah lo besok hati - hati ya." tutur Laura dengan nada lembut.


Sebenernya niat Laura untuk menelpon Lilya bukan untuk mengucapkan kerinduan, tapi justru untuk mengetahui kapan dia pulang.


Sebab, Laura ingin mengajak Adam jalan tapi dia takut semisal jalan tiba - tiba Lilya ternyata sudah pulang. Jadi dia memilih untuk menanyakan terlebih dahulu biar nanti tidak dikelilingi oleh rasa ketakutan dan kecemasan.


Setelah mematikan telponnya dengan Lilya, Laura langsung beranjak dari meja kerjanya. Dia berjalan mengarah kepada satu ruangan. Setibanya di depan pintu, dia langsung masuk dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Mas, nanti jadi kan?" tanya Laura kepada seseorang yang sedang menikmati segelas kopi.


"Jadi apa?" jawab Adam sambil tetap menyeruput kopi yang ada di tangannya itu.


"Oh yang itu, iya jadi. Nanti pulang kerja kita langsung pergi." jawab Adam santai.


Adam memang cuek dan dingin, dia bicara seadanya. Tapi beda kalo dia lagi ada maunya, atau ketika sedang bermain diatas ranjang. Dia sangat aktif berbanding terbalik dengan aslinya.


"Okee, yaudah aku mau lanjut kerja dulu" ucap Laura dan kemudian pergi dari ruangan tersebut.


...****************...


Sore hari pun tiba, jam kerja telah usai, para karyawan pun mulai meninggalkan kantor. Laura juga sudah siap dan menunggu Adam di parkiran.


Setelah lama menunggu akhirnya Adam keluar. Laura yang melihat pun langsung segera menghampiri Adam.


"Kita mau ke mana, Mas?" tanya Laura yang sudah berharap banyak kepada Adam.


"Kalau nonton gimana?" tanya Adam juga.


"Oke, kemana aja asal sama Mas" ucap Laura sambil meraih lengan milik Adam.


"Jangan sekarang,ini masih kawasan kantor." pinta nya sambil melepaskan pegangan tangan yang sudah melingkar di lengannya tersebut.

__ADS_1


Mendengar hal itu Laura berusaha memaklumi. Karna di sana juga ada peraturan, bahwa jika ada karyawan yang kedapatan berpacaran, mereka akan di pecat. Karna itu bisa menjadi penyebab kurangnya konsentrasi kerja dan kurangnya hasil dari kinerja dari mereka tersebut.


Setelah mendapati mobil,mereka langsung masuk dan meninggal kan tempat kerja mereka.


"Mas,mau nonton film apa?" tanya Laura yang sangat bersemangat tersebut.


"Gatau, aku ikut kamu aja." balas Adam singkat.


Niat ingin cepat sampai pun batal karna ditengah perjalanan mereka malah kejebak macet lantaran jam pulang kerja.


"Yah kita kena macet." gerutu Laura.


"Sambil nunggu macet gini enaknya nyetel lagu kan Mas." ucap Laura sambil mengambil ponsel miliknya dan menyambungkannya ke mobil itu.


"Boleh kan Mas? " tanya Laura. Padahal dia sudah melakukan nya, tapi baru minta ijin nya sekarang.


Adam hanya mengangguk berarti tanda iya.


"Aku mau putar dj aja deh, biar kita ga bosen," tutur Laura sambil mencari dj yang dia maksud di playlist lagunya.


Laura menikmati perjalanan sambil bersuka cita, berbeda dengan Adam, dia hanya fokus kedepan menunggu antrian panjang tersebut.


...****************...


Sedang asik mengajar, tiba - tiba terdengar suara dering dari ponselnya,


"Kamu ngajar dimana? aku jemput ya." teks ini muncul dari notifikasi diatas ponsel milik Layla.


"Aku di tempat yang waktu itu, tak jauh dari kantor mu." balas Layla dan melanjutkan kembali aktifitasnya.


Tak beberapa lama aktifitasnya pun selesai, ketika keluar dari rumah ternyata mobil putih milik Zery sudah terparkir di depan rumah tersebut.


"Yaudah buk, saya pamit dulu." ucap Layla dan kemudian langsung berjalan kearah mobil tersebut.


"Kamu udah lama?" tanya Layla kepada orang yang ada di dalam mobil tersebut.


"Engga kok,baru aja." balas Zery sambil melihat kearah jam tangan miliknya.


Setelah Layla masuk, Zery pun langsung melajukan mobilnya.


Tapi arah yang di lalui mereka bukan lah arah menuju kerumah Layla.


"Kita mau kemana? Kok jalannya beda?" tanya Layla heran.


"Udah, ikut aja" jawab Zery singkat dan menambah kecepetan mobil yang sedang dia bawa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2