
Setelah Sisi mengirimkan foto gunung kembarnya, sikap Rayhan berubah manis kepada Sisi.
Tidak ada lagi tuduhan Sisi yang tidak punya hati dan Sisi yang mempermainkannya, yang ada hanya kata kata manis.
Sisi berharap Rayhan terus seperti itu, dan tidak meminta hal yang lebih jauh lagi.
... 🌸🌸🌸...
Siangnya sesampai di rumah Sisi di telfon oleh Rayhan, dan Sisi mengangkat telpon dari Rayhan, dan kebetulan Rendy dan anak anak Sisi lagi tidak ada di rumah.
"Siang Dek" sapa Rayhan
..."Siang Juga bg" jawab Sisi...
"Lagi dimana dek" tanya Rayhan
..."Di rumah bg"...
"Sama Siapa dek"
..."Sendiri bg"...
"mantap tuh"
" Emang abang lagi dimana
"Abang lagi di kantor dek, abang kangen sama adek" rayu Rayhan
..."Masak iya bang"...
"Iya dek, masak adek gak percaya sama abang"
... "iya, adek percaya sama abang"...
"Dek bercinta yok dek, pengen kali abang, gara gara nengok gunung kembar tadi, nih senjata abang udah berdiri tegak dek"Rengek Rayhan
"Jangan lah bang , abang kan lagi di kantor, ntar kelihatan lho sama temen temen abang" bujuk Sisi.
"Gak bakalan kelihatan dek, abang kan lagi di ruangan abg, ayo lah sayang, dah gak tahan ini"
"Bang, ngirim foto tadi aja udah rasa copot jantung adek, apalagi bercinta pingsan kali bang adek" bujuk Sisi lagi
"Ah...adek, biasa aja kali dek, ayo lah dek kangen abang sama adek" rengek Rayhan lagi
"Bang adek lagi datang bulan loh bg, jijik dong bg". jawab Sisi, dan berharap Reyhan bisa mengerti.
"Gak apa apa dek, ntar bisa di cuci" balas Rayhan.
Kemudian Rayhan mematikan telpon nya, kemudian menggantinya dengan panggilan vidio call.
Sisi pun mengangkat panggilan video call dari Rayhan.
Dan terlihat lah gambar Rayhan yang sedang memegang senjata tempurnya yang sudah berdiri tegak.
Kemudian Reyhan pun pantang menyerah merayu Sisi dengan bermacam rayuan dan rengekannya.
__ADS_1
Melihat dan mendengar rengekan Rayhan Sisi pun merasa tidak tega, dengan niat menolong Reyhan akhirnya Sisi mengikuti permintaan Reyhan.
Padahal tidak sedikit pun Sisi terangsang dengan senjata tempur nya Rayhan.
Ntah apa lah yang ada di kepala Sisi dan entah apalah ilmu yang di pakai oleh Rayhan, apa saja yang minta Rayhan semuanya di turuti oleh Sisi walaupun hati Kecil Sisi menentangnya.
"Dek,,, mana gunung kembarnya dek, ayo dek buka dek, dah gak tahan dek" Rengek Rayhan
Dan tanpa menunggu lama Sisi pun membuka penutup gunung kembar itu.
Dan dia menuruti apa yang diminta oleh Reyhan.
Lama kelamaan Rayhan juga ingin melihat kue lapis legitnya Sisi, itu pun di turuti Sisi, walaupun dengan setengah hati. dan berharap Reyhan bisa secepatnya mencapi puncaknya.
Entah karena rasa iba kepada Rayhan yang sudah lama menduda atau karena ada hal hal yang lain yang membuat Sisi menuruti semua yang di inginkan Rayhan.
Sampai akhirnya, santan kental dari senjata tempur milik Rayhan pun meleleh.
Rayhan pun tersenyum puas, dan mengucapkan terimakasih pada Sisi, dan Sisi pun merasa lega perbuatan yang sebenarnya tidak ia suka pun sudah selesai.
Padahal pada saat kegiatan bercinta tadi bersama Rayhan, Sisi merasa ada yang janggal, tapi entah mengapa Sisi tidak bisa mengungkapkannya.
Setelah kegiatan bercinta itu selesai, Rayhan pun mematikan panggilan vidio nya. dan berganti dengan panggilan telfon biasa.
Dan di saat Rayhan menelpon Sisi, Sisi berniat untuk menanyakan tentang kecurigaannya tadi.
kring kring...
Telpon Sisi berdering...
"Iya bg" jawab Sisi
"Makasih ya sayang"
" Iya bang"
"Bang adek mau nanya bg, tadinya kan abang pake seragam, kok pas bercinta tadi abang pake celana lain" selidik Sisi
"Oh itu, itu tadi abang ganti dek, kebetulan di ruangan abg ada celana yang lain" jawab Rayhan
"Oh gitu ya bg" jawab Sisi, dan Sisi pun percaya saja dengan alasan Rayhan dan kecurigaan Sisi pun melayang entah kemana, walaupun masih ada sedikit keraguan tapi tidak bisa lagi di ungkap kan lagi oleh Sisi.
"Dek abang mau lihat kue lapis legitnya dong dek, tadi gak kelihatan dek, gelap aja kelihatannya, ayolah dek" rayu Rayhan lagi
"Bang, udah lah ya, besok besok aja lagi, udah capek adek bang, hari pun udah sore, sebentar lagi anak anak and suami adek pasti pulang"
"Ya udah lah dek, gak apa apa,besok janji ya abang mau lihat" jawab Rayhan agak kecewa.
Dan Sisi pun hanya diam saja.
"Dek, sekarang adek pake alat KB apa gak" selidik Rayhan
" Emang kenapa bang, jawab Sisi heran
"Gak nanya aja"
__ADS_1
"Oh... adek lagi gak pake alat KB apa apa bg"jawab Sisi
"Lah ntar kalau adek hamil gimana dong dek bercintanya. balas Rayhan
"ha...ha...." sisi pun menjawabnya dengan tertawa
"Udah ya bg, kita tutup dulu telpon nya, adek mau istirahat sebentar, dan juga mau beres beres dulu" kata Sisi lagi.
"Oke lah dek, padahal abang masih kangen sama adek" jawab Rayhan
"Besok kan masih bisa bang telponan nya" balas Sisi
" Dah sayang, mmmuach" ucap Rayhan
" iya bg, balas Sisi
"Dek, kok gitu jawabnya, kasih ciuman juga dong dek abang nya, kalau gak abang gak mau tutup telponnya" rengek Rayhan
"Iya bg, mmmuach " balas Sisi
Kemudian baru Rayhan mematikan sambungan telepon nya.
Sisi pun yang merasa agak lelah kemudian memutuskan untuk istirahat sejenak, sebelum melanjutkan aktifitas sebagai Ibu rumah tangganya.
...🌸🌸🌸...
tok... tok...
"Assalamualaikum bunda... " ucap Randy
Sisi pun terbangun mendengar ada yang mengetuk pintu dan mendengarkan suara siapa yang memanggilnya.
Ternyata itu adalah suara nya Rendy, kemudian Sisi pun bangun dan membukakan pintu untuk suaminya.
Setelah pintu terbuka, Sisi pun mencium tangan suaminya dan membawakan tas kerja suaminya, dan membuatkan kopi untuk suaminya.
kemudian Sisi mengantarkan Kopi untuk suaminya.
" Yah, ini kopinya" kata Sisi
"Iya bunda, trimakasih ya, tarok aja di sana " balas Rendy sambil melihat sebuah meja.
Kemudian Sisi pun beranjak dari ruangan Suaminya dan berniat untuk melanjutkan bersih bersih, dan ntah kenapa badan Sisi terasa kurang fit, badan terasa lemas dan flu pun terasa menyerang.
Setelah acara bersih rumah Sisi selesai, Sisi pun mencari obat obatan yang bisa di minumnya, supaya flu nya tidak semakin parah.
Setelah obat itu dapat , Sisi pun meminumnya, dan itu di lihat oleh suaminya.
"Kok minum obat bundanya"tanya Rendy
"Iya nih Yah, bunda lagi flu, badan terasa kurang enak" jawab Sisi.
"Ya udah,,, bundanya istirahat aja dulu ya" ucap ayah sambil mencium kening Sisi.
Sisi pun istirahat sejenak setelah meminum obat, dan berharap bisa cepat pulih kembali.
__ADS_1
Dan di saat Sisi istirahat, anak ankanya pun sudah pulang dari rumah temannya.