
Sore itu setelah menyelesaikan hubungannya dengan Rayhan. Sisi hanya berdiam diri dikamar di temani oleh Rendy.
Air mata Sisi tidak henti hentinya mengalir mengingat kebodohan yang telah ia lakukan.
Rendy yang melihat Sisi yang tidak henti hentinya menangis kembali membawa Sisi kedalam pelukannya, dengan harapan bisa membuat Sisi tenang dan berhenti menangis, tapi ternyata tidak, tangis Sisi semakin menjadi jadi didalam pelukannya.
" Bunda udahlah, ayah kan udah memaafkan bunda, yang penting untuk ayah sekarang bunda tidak mengulangi lagi kesalahan seperti ini, dan gak ada lagi Rayhan Rayhan yang lain" ucap Rendy sambil mengusap air mata Sisi
Sisi pun hanya menjawab ucapan Rendy dengan anggukan saja sambil terus memeluk Rendy. karena Sisi merasa ada ketenangan di dalam pelukan Suaminya itu.
Tidak lama setelah itu Rendy pun merenggangkan pelukannya dengan Sisi, karena Rendy ingin berbincang bincang dengan Sisi.
"Bunda jadi gunung kembarnya udah dilihat dong sama Rayhan itu"tanya Rendy sambil menunjuk ke dada Sisi
"Iya yah" jawab Sisi dengan suara lirih
"Trus yang ini juga bunda" tanya Rendy lagi sambil menunjuk kearah bawah
"Iya" jawab Sisi singkat dengan wajah murungnya.
"Berarti udah sering ya bunda VC sama dia" tanya Rendy lagi
"Gak sering yah, cuman 2 kali. itu pun cuman dia yang nafsu, bunda gak ada rasa apa apa, gak tau kenapa bunda bisa masuk kedalam permainannya yah" jawab Sisi dengan nada menyesal.
Dan keheningan pun mulai menghinggapi mereka berdua, dan kemudian Rendy pun berusaha memecah kesunyian itu.
__ADS_1
"Dek...tolong dek senjata abang berdiri dek"ucap Rendy yang ingin menggoda Sisi
Sisi yang suasana hatinya yang lagi labil pun tertawa miris dan diikuti tangis yang memulai memecah lagi.
Melihat Sisi menangis lagi, Rendy pun kembali merangkul Sisi kedalam pelukan kembali untuk menenangkannya.
Dan keadaan itu diteruskan dengan Rendy mengecup b***r Sisi, dan kecupan itu semakin lama dan semakin dalam, dan tangan mereka pun sibuk mencari cari cari sesuatu yang membuat mereka saling mend***h. dan tanpa mereka sadari sekarang mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Rendy pun kembali m*****t bibir Sisi, kemudian ciuman itu beralih ke leher dan terus menjalar ke gunung kembar, dan L***h Rendy pun menari nari di sana yang membuat ada rasa aneh yang menjalar di sekujur tubuh Sisi.
Dari gunung kembar, Rendy pun beralih ke gua yang sudah mulai lembab, dan di gua itu pun L***h Rendy menari nari yang membuat Sisi mendesah Tidak karuan yang membuat Rendy semakin bersemangat.
Dan tanpa tunggu lama lama lagi Rendy pun memulai penyatuan mereka. mereka saling memacu untuk mencapai Ke*i*m*t*n, dan tak lama setelah itu mereka sama sama sampai ke puncaknya. Dan merekapun saling berpelukan dan Rendy mengecup kening dan b***r Sisi.
Sisi merasa menjadi orang yang sangat bodoh, yang mudah tergoda dengan rayuan orang yang baru dia kenal. dan Sisi merasa jijik dengan dirinya sendiri yang sudah mau memperlihatkan sesuatu yang harus dijaga oleh seorang wanita.
Dan rasa penyesalan itu semakin memuncah dikala Rendy masih mau menyentuhnya, tanpa rasa jijik sedikit pun.sementara Sisi sendiri saja merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Melihat Sisi yang kembali menangis dalam pelukannya , Rendy pun semakin menguatkan Sisi.
" Bunda, udah ya jangan nangis lagi smuanya udah terjadi. sekarang yang penting itu bunda tidak melakukannya lagi dan harus berhati hati dalam memilih teman, sekarang bunda istirahat dulu aja, Ayah tau hari ini begitu melelahkan untuk bunda, dan yang paling penting disaat mau melakukan sesuatu di pikirkan dulu dan ingat anak anak kita" ucap Rendy
Kemudian Rendy pun mencium kening Sisi dan memeluk Sisi, sampai Sisi tertidur di dalam pelukannya.
Melihat Sisi yang sudah tertidur Rendy pun beranjak keluar untuk menenangkan pikirannya, bagaimana pun hatinya merasa sangat tersakiti dan terasa sangat pedih sekali tapi Rendy berusaha untuk memaafkan semua yang telah dilakukan Sisi demi kebahagian anak anaknya.
__ADS_1
Rendy berfikir apa yang kurang dengan dirinya, kenapa sampai sampai istrinya bisa melakukan hal hal di luar batas, apakah memamg karena dia terlalu keras dengan istrinya. semua pertanyaan itu terus berputar putar di kepala Rendy.
Dan dengan berbesar hati Rendy bertekat untuk memaafkan Sisi dan Rendy juga bertekat untuk lebih menjadi suami yang lebih peka terhadap keluarganya.
Setelah selesai dengan lamunannya, Rendy pun kembali ke kamar, disana Rendy melihat pemandangan yang membuat senjata tempurnya bangun dan menunjuk ke arah sarangnya, Rendy melihat Sisi tertidur tanpa ada selimut yang menutupi tubuh polosnya. selimut yang di pakainya tadi sudah terjatuh di atas lantai.
Melihat pemandangan yang indah itu,Rendy pun kembali naik ke atas arena pertempuran mereka kemudian Rendy mulai men*i*m Sisi mulai dari kening turun ke hidung lanjut ke bibir Sisi.
Sisi yang sedang terlelap pun bangun merasakan sesuatu di bibirnya, Rendy pun bermain di sana awalnya hanya sebuah kecupan saja lama kelamaan bertambah dalam dan Sisi pun mengikuti permainan Rendy.
Karana Sisi membalas perlakuan Randy, Randy pun seolah sudah mendapatkan izin dari Sisi. dan tanpa aba aba lagi tangan Rendy pun sudah hinggap di gunung kembar Sisi dan jari jari Rendy pun menari nari di sana, dan lidah pun tak mau kalah, lidah Rendy pun ikut menari di bukit kembarnya Sisi yang membuat Sisi semakin merasakan ada denyutan di gua lembab nya, karna merasakan aliran yang begitu terasa menggelitik dan tanpa sadar tangan Sisi pun mencari cari Rudal tempur Rendy.
Sisi yang Sudah mendapatkan Rudal tempur Rendy pun memegangnya dan asyik memaju mundurkan senjata nya Rendy, dan itu membuat Rendy merintih kenikmatan.
Kedua insan yang berkabut gairah itu pun sudah merasa siap dan mereka pun langsung melakukan penyatuan, sekian lamanya melakukan gerakan maju mundur akhirnya mereka sama sama meraih ken*k**tan, dan di akhiri dengan kecupan di kening dan bibir Sisi.
Sisi pun langsung memeluk Rendy dengan pelukan yang begitu kuat dan lagi lagi Sisi tidak bisa menahan air matanya. Sisi serasa enggan melepas pelukannya itu karena ada rasa nyaman di saat berada di pelukan Sisi.
Rendy yang merasakan basah di dada nya, kemudian ia merenggangkan pelukannya, dan benar saja ternyata Sisi sedang menangis.
"Udah lah bunda, semua udah terjadi, ayah gak apa apa kok bunda, ayah sayang sama bunda" ucap Rendy sambil mencium kening, mata, hidung dan bibir Sisi.
"Sekarang kita mandi, hari udah sore bunda, bentar lagi pasti anak anak kita sampai ke rumah" ucap Rendy
Karena memang sebelum menyelesaikan masalah dengan Sisi, Rendy menyuruh anaknya pergi bermain ke rumah teman teman anaknya, karena Rendy tidak mau anak anaknya melihat pertengkaran antara dirinya dan Sisi.
__ADS_1