
Sisi dan Rendy selesai mandi setelah olahraga sore yang mereka lakukan.
Tak lama setelah mandi, mereka pun mendengar suara anak anak mereka yang pulang sehabis bermain.
"assalamualaikum bunda, ayah, kami pulang" ucap mereka.
" Waalaikum salam nak, tunggu sebentar ya nak" jawab Sisi sambil mempercepat langkanya masuk kekamar untuk mengganti baju.
Setelah memakai baju, Sisi pun langsung ke ruang tamu untuk membukakan pintu untuk anak anaknya.
"Hai sayang... udah pulang ya" tanya Sisi
" Iya bunda, udah capek, lagian hari udah sore juga bunda"jawab Yumi.
"Oke karena hari sudah Sore,anak anak bunda mandi dulu yah"ucap Sisi
..."Oke bunda"jawab mereka berdua bersamaan....
...🌸🌸🌸...
Azan magrib pun berkumandang, Sisi dan keluarganya pun melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Selesai sholat berjamaah Sisi masih duduk di sajadahnya untuk berzikir dan berdoa untuk memohon ampun kepada Tuhan atas apa yang sudah ia lakukan, dan tanpa di sadari air matanya pun turun begitu derasnya, dan dadanya pun terasa sesak saat teringat kembali dengan perbuatan dosa yang sudah ia lakukan.
Melihat Sisi yang tersedu sedu Rendy pun membawa Sisi kedalam pelukannya. dan tak ketinggalan anak anak Sisi pun ikut memeluk Sisi, walaupun mereka tidak tahu kenapa Bunda mereka menangis.
Setelah Sisi mulai tenang, mereka pun merapikan kembali perlengkapan sholat mereka. dan mereka pun sama sama menuju keruang keluarga.
Mereka pun berbincang bincang dan saling bercanda, walaupun ada tawa tapi Sisi masih merasakan sesak di dadanya, rasa bersalah dan apa yang sudah ia perbuat selalu melintas di fikirannya.
__ADS_1
Sisi tidak habis fikir dengan apa yang sudah ia perbuat, karena hanya ingin menghibur diri, dan niatnya cuman iseng iseng saja, akhirnya Sisi terperangkap dengan permainan yang dimulainya sendiri, persis seperti pepatah senjata makan tuan.
Dan tanpa ia sadari semuanya telah merusak apa yang sudah ia jaga selama ini.
Kadang Sisi beranggapan bahwa menjadi orang yang terlalu baik berbeda tipis dengan orang yang bodoh. Karena di saat Sisi melakukan apa yang di minta Rayhan itu hanya di karenakan rasa kasihan dan akhirnya mau melakukan apa yang diminta Rayhan dan tanpa di sadari Sisi apa yang dilakukannya itu adalah sebuah kebodohan yang akan ia sesali.
Melihat Sisi yang termenung seperti itu, Rendy pun kembali memeluk Sisi.
"Bunda, udahlah jangan melamun terus, sekarang kita lihat ke depan saja"ucap Rendy
Sisi pun menjawab dengan anggukan, dan tanpa aba aba air matanya pun turun lagi.
Rendy yang merasa basah di dadanya pun mengusap lembut punggung Sisi dan mencium puncak kepala Sisi untuk memberikan dukungan pada Sisi.
Sejak kejadian yang memalukan itu entah kenapa pelukan Rendy sangat membuat Sisi tenang. Dan timbul Rasa tidak ingin jauh jauh dari Suaminya itu walupun hanya sejenak.
Malam semakin larut, Sisi, Rendy dan anak anaknya pun memutuskan untuk masuk kekamar masing masing, hari ini begitu melelahkan untuk Sisi, tidak hanya fisik yang lelah karena dari semalam nafsu makannya hilang, matanya yang juga sembab karena sudah seharian menangis dan perasaannya juga merasa tertekan dengan semua yang telah terjadi.
...🌸🌸🌸...
Jam alarm Sisi pun berbunyi tepat jam 04.00, Sisi pun terbangun dan berniat untuk melakasanakan sholat tahajud untuk menenangkan hati yang gundah, setelah sholat selesai di lanjutkankan dengan zikir dan berdoa, Sisi berharap smoga bisa menghilangkan ke galuan di hatinya.
Setelah membaca ayat suci Alquran, azan Subuhvpun berkumandang, kemudian Sisi mengakhiri bacaan Alquran nya dan bersiap siap melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat subuh Sisi pun memperhatikan wajah Rendy, tiba tiba rasa bersalah itu muncul kembali dan tanpa bisa di tahan lagi air mata Sisi pun kembali jatuh bercucuran dan tanpa aba aba lagi Sisi langsung memeluk Rendy dengan kuat dan dengan tangis yang tersedu sedu.
Rendy pun yang sedang tertidur lelap pun terkejut dan terbangun melihat Sisi yang menangis sambil memeluk dirinya. melihat hal itu Rendy pun membalas pelukan Sisi dan di tambah dengan usapan di punggung Sisi dan tak lupa pula kecupan di kening Sisi.
" Udahlah lah bunda, smuanya udah terjadi, jangan terlalu menyiksa diri seperti ini" ucap Rendy dengan lembut
__ADS_1
Kemudian Rendy merenggangkan kepala Sisi dari dadanya dan mencium pipi, hidung, bibir dan kening Sisi, dan kemudian meraih kembali kepala Sisi masuk kedalam pelukannya. karena begitu nyaman nya berada di pelukan Rendy akhirnya Sisi pun ikut terlelap.
Begitu terasa nyamannya Sisi berada di pelukan Rendy, Sisi pun jadi terlambat bangun, dilihat nya jam sudah hampir menunjukkan pukul 07.00 pagi.
Melihat jam tersebut Sisi pun terkejut dan langsung membangunkan suami dan anak anaknya.
Dan tanpa mengerjakan rutinitas biasanya Sisi, Rendy dan anak anaknya langsung menuju ke kamar mandi, dan langsung bersiap siap untuk berangkat ke rutinitas mereka masing masing tanpa sarapan terlebih dahulu.
Rendy berangkat dengan mobilnya sendiri, sementara Sisi dan anak anak berangkat bersama, karena memang kebetulan anak anak Sisi sekolah dimana Sisi mengajar.
Sesampainya Sisi di sekolah seperti biasa Sisi mengawasi anak anak membersihkan lingkungan sekolah, dan kemudian Sisi menyiapkan materi yang akan di ajarkan kepada murid muridnya nanti.
Bel pun berbunyi, Sisi yang kebetulan hari ini adalah jadwal piket nya, dan kegiatan pada pagi hari ini adalah senam bersama.
Sebelum senam bersama nya di mulai Sisi pun menyiapkan anak anaknya dan mengambil jarak antara barisan.
Setelah barisan rapi Sisi pun memberikan sedikit arahan.
"Anak anak, seperti biasa kegiatan rutin kita pagi ini adalah senam bersama, ikuti dan laksanakan lah dengan sebaik mungkin, supaya anak anak ibuk mendapatkan manfaatnya, bisa dimulai anak anak ibuk" ucap Sisi
"Siap bisa" jawab anak anak secara serentak dan bersemangat.
Sisi pun menghidupkan musik dan Sisi pun berdiri di depan untuk memberikan contoh untuk anak anak muridnya.
Senam bersama pun usai, Sisi mempersilahkan anak anak muridnya untuk masuk ke kelas, dan menyuruh murid muridnya untuk menunghu guru di kelas masing masing.
Rutinitas yang biasanya tiap hari masih dilakukan Sisi sebagai mana mestinya, tapi apa yang di alaminya kemarin terus melintas di fikirannya. membuat dada bergemuruh.
Saat seperti ini Sisi sangat merindukan suaminya, Sisi ingin berada di pelukan suaminya untuk menghilangkan kegundahan hatinya.
__ADS_1
Sisi merasakan kecewa, malu dan merasa jijik dengan dirinya sendiri, tapi di saat ini Sisi harus bisa menahan supaya air matanya tidak kembali bercucuran, karena kalau itu terjadi maka teman temannya akan bertanya kenapa ia menangis. dan pastinya Sisi pun takkan tau harus menjawab apa.