Tergoda Sosok Polisi Tampan Di Media Sosial

Tergoda Sosok Polisi Tampan Di Media Sosial
Akhirnya Terungkap


__ADS_3

Melihat kemarahan Rendy, ada rasa resah yang begitu memuncah di hati Sisi. Sisi ingin menenangkan hati nya sejenak, tapi Rayhan masih saja mau berbalas chat dan juga menelpon Sisi.


Sisi yang masih takut dengan ancaman Reyhan, mau tidak mau harus melayani setiap chat dan telpon yang datang dari Rayhan.


Pikiran Sisi kacau, sehingga tidak bisa berfikir dengan jernih, Sisi hanya ikut arus yang di ciptakan Rayhan, dan tanpa ia sadari semua masalah itu terjadi karena ulahnya bersama Reyhan.


Sadar tidak sadar Rayhan lah yang telah mengancam Sisi dengan vidio mereka bersama. dan suka tidak suka Rayhan pun sudah memerasnya. tapi entah mengapa malam itu seperti tidak terjadi apa apa dengan mereka.


Seharusnya Sisi benci dan marah pada Rayhan, tapi ini malah kebalikannya, Sisi malah menjadikan Rayhan sebagai tempat bercerita, entah karena nyaman atau karena takut Rayhan tersinggung dan kembali mengancamnya sehingga Sisi masih meladeni chatnya Rayhan.


Triing


Chat Sisi berbunyi lagi


"Dek, kok tadi dimatikan telpon abang"


^^^"Bang, gara gara abang ^^^


^^^menelpon adek^^^


^^^Suami adek, jadi curiga ^^^


^^^dan marah sama adek"^^^


^^^"Udah dulu ya bang ^^^


^^^nanti dia tambah curiga"^^^


"Gak mau dek, abang kangen sama adek"


^^^"Besok kita sambung lagi ya bang"^^^


"Gak dek, abang kangen sama adek, angkat aja telpon abg, trus diemin aja ,kita ngomongnya lewat chat aja"


^^^"Ya udah kalau gitu,^^^


^^^terserah abang aja"^^^


Kemudian telpon Sisi berdering, dan Sisi pun mengangkat panggilan Rayhan itu, dan seperti keinginan Rayhan telponnya didiamkan saja dan mereka pun masih berbalas chat.


"Dek"


^^^"Iya bang"^^^


"Suami adek , dimana"


^^^"Itu di luar, lagi sama^^^


^^^ anak anak^^^


^^^ bang"^^^


"Trus adek dimana"


^^^" Adek dikamar sendiri bang"^^^


^^^" Dia gak mau, deket dekat adek, ^^^


^^^dia marah bang"^^^


^^^" kalau ketahuan, ^^^


^^^jadi janda adek bang"^^^


"Gak dek, kan ada abang"


"Abang sayang sama adek"


^^^"Emang abang mau nikahin adek"^^^


"Iya dek"


"Ntar bulan januari, abang cuti kerja, ntar adek abang jemput"


"Dek, sekarang coba, bujuk suami adek, biar baikan"


^^^"Takut adek bang,^^^


^^^Suami adek orangnya keras"^^^


"Ayo lah dek, gak bakalan marah itu,pegang aja senjata tempurnya dek,pasti baikan dek"


^^^"Bang, adek kenal betul^^^


^^^ suami adek bang"^^^


^^^" Kalau udah marah,^^^


^^^susah di luluhin bg"^^^

__ADS_1


"Gak ada itu dek, abang kan juga laki laki dek"


^^^"Bang susah bg, udah dulu ya,^^^


^^^ udah capek adek bang,^^^


^^^adek mau tidur dulu,^^^


^^^ lemas badan adek ^^^


^^^rasanya bg"^^^


"Dek, ayo lah dek,dengerin lah abang dek, ayo lah sayang"


^^^"Abang benaran sayang sama adek"^^^


"Iya dek, Abang sayang sama adek"


^^^"Tapi, kalau sayang kok ^^^


^^^malah nyuruh adek^^^


^^^ baikin Suami adek bang"^^^


^^^"Apa abang gak cemburu^^^


^^^ adek baikan sama suami adek"^^^


"Sejujurnya cemburu dek,


tapi gimana lagi dek


, sekarang belum tepat dek waktunya, jadi baikan dulu ya dek sama suaminya"


"Dek, abang sayang sama adek"


"Adek sayang juga kan sama abang


"Adek percaya kan sama abang"


^^^"Iya bang, adek juga ^^^


^^^sayang sama abg"^^^


^^^" Dan adek juga percaya ^^^


" Ya udah, ayo lah dek, gerak cepat lah dek, jangan tunggu lama lama lagi"


"Jangan di matikan telpon abang, bawa aja handphone adek, kemana adek pergi"


^^^"Abaanggg, adek takut"^^^


"Gak apa apa, coba lah dulu dek, kalau gak adek coba, ya gimana kita tau hasilnya"


^^^"Adek takut bang, ^^^


^^^kalau di bunuh nya adek ^^^


^^^bagai mana bang"^^^


"Gak ada kayak gitu dek"


"Kalau macam macam dia, adek teriak aja"


^^^"Bang, pagi-pagi gini ^^^


^^^siapa yang^^^


^^^ dengar teriakan adek"^^^


^^^"Abang pun gak bisa nolong adek"^^^


"Gak bakalan adek, kayak gitu,


satu kali aja kena fisik adek,


abang berangkat langsung menemui adek"


^^^,"Tapi,adek takut abang jebak lagi"^^^


^^^"Jangan kecewain adek bang"^^^


"Gak bakalan sayang"


"Gak bakalan abang kecewain adek"


"Ayolah, bergerak sayang"


^^^"Iya bang, bentar itu azan sayang, ^^^

__ADS_1


^^^adek sholat dulu"^^^


"Ya udah, sebelum bergerak hapus semua chat kita ya sayang"


Setelah Sisi sholat, Sisi menghampiri Rendy dan Sisi langsung memeluk Sisi dari belakang.


Merasa di peluk Sisi, Rendy pun mengibas kan tangan Sisi.


"Ah...udah lah bunda, pergi sana, gak usah dekat dekat sama ayah, lanjut aja chat sama teman bunda" kata Rendy


"Yah,,, cuman teman kok yah" balas Sisi


Kemudian Rendy beranjak dari ruang keluarga dan mengajak Sisi kekamar mereka, karena Rendy tidak mau mengganggu anak anaknya di ruang keluarga itu.


"Sekarang ayah tanya baiak baik,itu siapa" tanya Rendy dengan penuh selidik


"Cuman teman bunda yah" jawab Sisi


"Teman dari mana Bunda" tanya Rendlagi


" Teman kenal dari Facebook yah" jawab Sisi


"Trus, bunda kasih nomor WhatsApp"tanya Rendy dengan heran


"Iya yah" jawab Sisi


"Astaghfirullah bunda, kok bisa bunda cepat sekali percaya sama orang baru" kata Rendy dengan heran


"Udah berapa lama bunda kenal"tanya Rendy lagi


" Baru sebulan ini" jawab Sisi


"Ya Allah bunda , baru kenal satu bulan, udah,percaya sama orang baru" ucap Sisi heran


"Apa orangnya punya istri" selidik Rendy


" Gak yah" jawab Sisi


"Punya anak" tanya Rendy lagi


"Gak yah" jawab Sisi


" Ya udah, mana handphone bunda, ayah tengok"


Rendy pun ingin melihat handphone Sisi, tapi Sisi tidak mau memberikan handphone nya.


Sisi bersikeras akan menyelesaikannya sendiri dengan baik baik.


Sementara Rendy juga ingin tau siapa yang selama ini berhubungan dengan istrinya.


Rendy sangat merasa kesal melihat tingkah Sisi yang begitu keras tidak mau jujur kepadanya.


saking kesalnya, Rendy menampar pipi Sisi, dan terasa pukulan itu tidak begitu keras. padahal selama ini Rendy tidak pernah sedikit pun bermain tangan kepada Sisi.


walaupun sudah di tampar Sisi masih kukuh dengan pendiriannya, dan sedikit pun tidak mau buka suara.


melihat Sisi yang sangat keras kepala itu Rendy pun menelpon orang tua Sisi, dan melaporkan semua perbuatan Sisi.


Sisi merasa begitu menyesal dan malu karena ia sudah mempermalukan kedua orang tuanya.


Tapi Sisi tetap diam seribu bahasa dan membuat Rendy hilang akal dan memutuskan mendiamkan Sisi. dan mencoba untuk memejamkan mata


Di saat Rendy, menenangkan fikirannya, Sisi pun di tepon oleh Rayhan, dan Sisi pun berbicara dengan Rayhan dengan suara yang berbisik bisik.


"Dek, udahlah, jangan nangis lagi, udah dek, abang sayang sama adek, adek gak di pukul kan,kok kasar kali suami adek tu, gak suka abang dengarnya, abang janji dek, gak akan pernah nyakitin adek, dan gak akan membuat adek nangis" kata Rayhan menghibur Sisi


Sisi hanya mendengarkan sambil menangis, dadanya terasa sesak sekali


"Dek, udahlah dek,jangan nangis lagi, tenangkan pikiran adek, adek gak di apa apain kan, coba kirim foto adek sekarang" ucap Rayhan lagi


"Gak bg, adek gak di apa apain, adek terima kok bang suami adek marah, karna memang adek yang salah" jawab Sisi


"Iya dek, walaupun adek yang salah, tapi gak usah lah dia kasar kayak githu, gak suka lah abang dek, ya udah dek kirim foto adek sekarang"


Lalu Sisi pun mengirim foto nya, karna dia gak mau Rayhan semakin ribut.


Sisi tetap menangis, karena dadanya masih terasa sesak, Sementara itu Rendy bangkit dan menuju ke kamar mandi, karena hari sudah menunjukkan pukul 6.30.


Rendy sudah Rapi, kemudian tanpa pamit berangkat bekerja tanpa mengatakan apapun kepada Sisi.


Setelah Rendy, berangkat ke kantornya, tinggal lah Sisi dan anak anaknya dirumah.


Sisi yang tidak hentinya menangis, masih di kuatkan oleh Rayhan supaya berhenti menangis, dan menyuruh Sisi untuk mandi, dan bersiap siap ke sekolah, Sisi pun mengikuti perintah Rayhan. dan Rayhan pun berjanji akan menelpon Sisi lagi setelah ia sampai di kantornya.


Setelah Sisi selesai mandi, Sisi pun bersiap siap untuk berangkat kesekolah, begitu juga dengan anak anak Sisi.


Sisi yang melihat anak perempuannya, merasakan begitu merasa bersalah dan membuat dadanya kembali terasa sesak dan kemudian memeluk anaknya dan menumpahkan semua rasa bersalahnya dan menangis sejadi jadinya


Sementara anak gadis Sisi yang tidak mengerti apa apa pun juga ikut menangis melihat Sisi yang tak henti hentinya menangis.

__ADS_1


__ADS_2