Tergoda Sosok Polisi Tampan Di Media Sosial

Tergoda Sosok Polisi Tampan Di Media Sosial
WhatsApp 3


__ADS_3

Saat Viny sibuk berbelanja, Sisi juga sibuk dengan HP nya, sambil menunggu ada chat yang masuk.


tring...


Hp Sisi berbunyi, dengan tersenyum Sisi membuka chat tersebut yang tak lain dan tak bukan itu dari Rayhan


" Dek, ayo mana nomor WhatsApp nya"


..." ntar lah ya bg, kalau adk udah yakin sekali sama abg"...


" Ya udah lah dek kalau ga mau ngasih"


" Saya gak suka memaksa , terserah aja"


..." Bg , marah ya, jangan...


...marah lah,ntar hilang lho gantengnya"...


" Siapa yang marah, kan sudah saya bilang saya gak suka memaksa"


Kemudian chat itu pun berhenti sampai disitu. ternyata Rayhan marah dengan sikap Sisi yang tidak mau memberikan nomor WhatsApp nya


Bukan tanpa alasan Sisi tidak mau memberikan nomor WhatsApp nya, Dia hanya takut ketahuan sama suaminya.


Tanpa di sadari Sisi, Viny pun selesai berbelanja.


Sisi pun masih termenung sambil memikirkan Sikap dari Rayhan tadi.

__ADS_1


Seharusnya sih g usah dipikirin, tapi entah kenapa ada rasa yang susah di ungkapkan, rasa sedih, sunyi dan sepi.


Sedang asyik ber menung Sisi dikejutkan oleh Viny


" Hey...bengong aja, lagi ngapain sih" tanya Viny


" He...ada deh...mau tau...aja" jawab Sisi


"Jangan bilang, lagi mikirin laki-laki lain lho ya, ntar gue kasih tau lho sama si Abang" goda Viny


"Ya gak lah....mana berani aku, he...." jawab Sisi sambil nyengir.


Setelah membawa semua belanjaan ke Mobil, Sisi dan Vany pun menuju arah pulang, di tengah perjalanan Sisi teringat kalau suaminya nitip beliin Rokok.


"Eh iya Viny, ntar tolong turun bentar ya di warung di depan itu" kata Sisi


" Biasa lah, beliin rokok bebeb gue" jawab Sisi


Tanpa banyak komentar Viny langsung turun, setelah mobilnya di hentikan oleh Sisi.


Sesampainya di rumah, Sisi mengetuk Pintu.


" Assalamualaikum semua, bunda pulang" sahut Sisi


" Waalaikumsalam " suami Sisi pun menjawab,


Kemudian Sisi masuk ke rumah, dan sekalian memberikan rokok yang di belinya tadi kepada suaminya.

__ADS_1


"Yah,,, anak anak mana yah, kok g kedengarannya suaranya" tanya Sisi


"Oh... anak anak udah pada tidur Bun, Bunda nya sih kelamaan diluar nya" jawab ayah


Lalu Sisi melangkah masuk keruang keluarga, dan langsung menuju kekamar anak anaknya, dan ternyata benar anak anaknya sudah tidur keduanya.


Karena hari sudah larut malam, Sisi pun mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat, setelah sholat Sisi melihat suaminya masih asyik dengan pekerjaannya.


Melihat suaminya yang sedang sibuk, Sisi pun berniat untuk merebahkan tubuh di kasur empuknya,


sebelum tentunya itu Sisi meminta izin kepada suaminya untuk tidur duluan, karena badannya sudah terasa lelah.


"Yah...bunda tidur duluan, gak apa apa kan" tanya Sisi


" ya udah, gak apa apa, lagian kerja ayah masih banyak Bun, tapi sebelum Bunda tidur bikinin Ayah kopi dulu yah" jawab ayah


" oke Yah" jawab Sisi sambil langsung membuatkan kopi sang suami.


Setelah kopi untuk suaminya di antar kan Sisi, Sisi pun langsung ke kamarnya dan langsung merebahkan badannya.


Tapi matanya tidak mau terpejam mengingat kejadian balas membalas chat dengan Rayhan.


Hatinya gelisah, galau dan entah apa lagi yang membuatnya susah tidur.


Tanpa disadari ada sedikit rasa takut kehilangan teman yang baru ia kenal. sehingga Sisi terus berfikir harus memberi nomor WhatsApp itu apa tidak.


Semakin di fikir kan semakin membuat Sisi susah tidur, dan galau dan hanya mem bolak balikkan badannya saja, ntah sampai jam brapa . dan karena tubuhnya sudah merasa lelah sekali akhirnya Sisi pun bisa memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2