
Pagi minggu yang indah, Sisi awali dengan mandi wajib karena semalam Sisi melakukan olahraga malam bersama Rendy, selesai mandi Sisi pun melaksanakan sholat Subuh dan dilanjutkan dengan aktivitas seperti biasa, dari pakaian kotor yang memanggil, bahan masakan yang melambai lambai sampai rumah yang bersorak ingin di bersihkan.
Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan Sisi pun meladeni semuanya, pertama tama pakaian kotor dimasukkan ke mesin cuci dan mesin cuci pun akan bekerja sendiri.
Kemudian Sisi beralih untuk membersihkan rumah, setelah rumah bersih Sisi akan mulai membuat sarapan untuk keluarga kecilnya.
Akhirnya semua pekerjaan yang memanggil manggil Sisi pun satu persatu sudah selesai ia kerjakan.
Setelah semuanya beres Sisi pun membangun kan suami dan anak anaknya, kemudian Sisi membuat kan minuman pagi Rendy yaitu kopi dengan satu sendok gula.
Sedangkan anak anak seperti biasa juga akan di buatkan Sisi satu gelas Susu coklat.
Rendy yang selesai mandi pun duduk dan meminum kopi yang Sudah di buatkan Sisi, sambil ngobrol dan bercanda bersama Sisi dan anak anak nya.
"Yah" sapa Sisi pada Rendy
"iya... ada apa bunda" balas Rendy
"Bunda ke pasar dulu ya, barengan sama Vini, kebetulan bahan masakan di kulkas udah hampir habis" ucap Sisi
"Iya, hati hati ya, ntar ayah titip beliin rokok ya bun"balas Rendy
"Gak ada uang yah, buat beli rokok" jawab Sisi dengan maksud bercanda
"oohhh, ntar gak ke BRI link lagi kan" balas Rendy
Mendengar jawaban dari Rendy hati Sisi pun berdegup kencang dimana kenangan buruk yang sebulan lalu terjadi pada dirinya teringat kembali, di saat Sisi mengirimkan uang kepada Rayhan sang polisi dalam sosial media melalui BRI link, dan kenangan itu membuat hatinya menjadi tak menentu, dan tanpa aba aba air mata Sisi pun mengalir di Pipinya.
__ADS_1
Kemudian Sisi pun berangkat ke pasar karena Vini sudah menunggu di depan gerbang rumahnya, dan Sisi pun berusaha menghentikan air matanya supaya tidak terlihat oleh Vini.
Sesampainya di pasar, Sisi pun masih berusaha agar air matanya tidak mengalir, walaupun kadang kala air matanya pun tidak mau di cegah, tapi untungnya Sisi memakai kacamata anti radiasi dan anti silau sehingga tidak akan terlalu jelas kalau air matanya mengalir di pipi.
Semua kebutuhan dapur sudah selesai di beli oleh Sisi dan Vini, dan merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah, dan tak lupa membelikan Rendy Rokok yang sudah di pesannya.
Di dalam mobil Sisi lebih banyak termenung, dan Sisi pun membuat Status tentang kegalauan hatinya di status WhatsApp nya "Sedang memperbaiki diri, Untuk pantas dimiliki"
Sesampainya di depan gerbang rumahnya ,Sisi pun turun dan mengucapkan terima kasih pada Vini, tak ada gurauan seperti biasa, dan Vini pun sepertinya takut untuk bertanya.
Sisi masuk ke rumah dengan mengucapkan salam, Sisi berusaha supaya air matanya tidak mengalir dan berusaha sebisa mungkin bersikap seperti biasa, dengan menyibukkan diri dan langsung membereskan belanjaan yang telah di belinya di pasar tadi.
Dan tanpa aba aba lagi air matanya pun mengalir tanpa bisa di cegah, dengan masih menyibukkan diri di dapur supaya tidak terlihat oleh Rendy kalau dia sedang sedih.
Sedang asyik asyiknya menyibukkan diri di dapur, Rendy pun menjumpai Sisi di dapur, kemudian Rendy pun langsung memeluk Sisi dan tanpa di cegah lagi Sisi pun menangis sejadi jadinya, Rendy pun meminta maaf kepada Sisi, dan menjelaskan bahwa tak ada niat sedikit pun untuk mengungkit ungkit masalah yang sudah lampau.
Rendy pun terus memeluk Sisi yang masih menangis sejadi jadinya, mengusap punggung Sisi dengan lembut dan mencium puncak kepala Sisi dengan penuh cinta.
"Udah lah Bun,maaf ayah gak ada sedikitpun niat untuk mengungkit ungkit lagi masalah yang lalu" ucap Rendy
"Ya Yah, bunda juga tau, tapi itu memang salah bunda, bunda terima semua resikonya yah" balas Sisi lirih.
"Ayah udah maafin bunda, dan ayah gak akan mengungkit ungkit lagi, dan ayah berharap bunda gak akan mengulanginya lagi, kalaupun memang suatu saat bunda Sudah bosan dengan ayah, katakan saja sejujurnya sama ayah, dan dengan lapang dada ayah akan menerimanya" ucap Rendy
"Ayah, jangan pernah ngomong seperti itu, bunda sayang dan cinta sama ayah, dan bunda berterima kasih ayah sudah memaafkan kekhilafan bunda, dan masih mau mempercayai bunda, dan bunda tidak akan pernah lagi menyia - nyiakan kepercayaan ayah lagi dan akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik untuk anak anak kita" ucap Sisi.
Begitu lamanya mereka saling berpelukan di dapur sambil berdiri, sampai mereka merasa lelah dan baru lah mereka memutuskan untuk beranjak dari dapur dan pindah ke ruang keluarga.
__ADS_1
Sesampainya di ruang keluarga Sisi pun langsung masuk lagi kedalam pelukan Rendy, di pelukan Rendy Sisi merasa begitu nyaman, dan kembali lagi Rendy menciumi puncak kepala Sisi.
Setelah merasa tenang, Sisi pun meminta izin kepada Rendy untuk kembali lagi ke dapur untuk menyiapkan makan siang keluarga kecil mereka.
Makan Siang pun selesai, mereka pun makan sekeluarga dengan lahapnya dengan menu ayam kecap kesukaan anak anaknya.
Selesai makan Siang, Rendy berniat mengajak keluarga kecilnya pergi ke taman yang berada tidak jauh dari rumah mereka.
"Bunda, anak anak kita pergi ke taman yuk" ucap Rendy
"Ayok Yah, jawab anak anak serentak
"Gimana bunda"tanya Rendy pada Sisi
"Oke yah, jawab Sisi
"Ya udah sekarang kita sholat dan lanjut siap siap dan langsung berangkat" ucap Rendy
Setelah semuanya siap, mereka pun berangkat ke taman yang mereka tuju.
Di sana anak anak bermain dengan riang gembira, sementara Sisi dan Rendy duduk berdua sambil kepala Sisi berada di pundak Rendy sementara tangan Rendy mengusap lembut bahu Sisi. Mereka sekarang serasa anak muda yang sedang dilanda cinta.
Sisi bersyukur memiliki suami yang masih bisa menerima dirinya dengan apa yang telah dia perbuat. walupun kadang kala Rendy terkesan pemarah dan tidak romantis tapi ternyata Rendy memiliki cinta yang tulus kepadanya.
zaman sekarang semuanya perlu bukti, bukan hanya sekedar janji dan kata kata indah tapi membuat luka yang membekas di dalam hati.Dan Zaman sekarang harus hati hati berbuat karna kata bank napi" Kejahatan terjadi bukan hanya niat dari pelakunya tapi juga karna ada kesempatan, jadi waspadalah!!! waspadalah!!!.
dan ini lah yang ada dalam hatinya Sisi sekarang ini, untuk mengingatkan diri sendiri.
__ADS_1