
Vira mencari- cari keberadaan Edwis yang tak juga kelihatan batang hidung nya di pesta, padahal mereka sudah janjian sebelum nya akan bertemu.
" Hei.. cari siapa? " Tanya Dirga yang tiba- tiba sudah berdiri di samping Vira.
" Astaga!! Kamu ngagetin aja sih.. " ujar Vira yang sangat terkejut karena kedatangan Dirga yang tak di ketahui oleh nya.
Dirga hanya tersenyum melihat ekspresi kaget Vira yang menurut nya sangat lucu. Vira yang di kira nya Vera, cewek pendiam yang selalu menjadi bahan tawaan oleh teman- teman nya dulu, kini telah berubah menjadi seorang gadis yang lebih berani dan lebih menarik menurut nya.
" Kenapa sampe kaget begitu, emang lagi cari siapa sih? acara sebentar lagi mulai "
" Habis nya kamu berdiri di sini gak ada suara nya.. ku pikir hantu" jawab nya yang membuat Dirga terkekeh.
" Aku lagi nungguin Edwis nih, kok belum kelihatan ya dia " ucap Vira lagi sambil ia melihat kesana kemari .
" Mungkin masih di perjalanan.. ya udah kalau gitu aku tinggal dulu ke sana ya.. " ujar Dirga yang langsung di angguki oleh Vira.
Vira menatap punggung belakang Dirga yang telah berlalu pergi menghampiri teman- teman nya. Jujur saja Vira sedikit menaruh simpati pada Dirga yang menurut nya sangat ramah dan juga tampan.
" *Astaga, D*irga keren banget malem ini.. " puji Vira tersenyum.
Bahkan saat Edwis sudah berada di samping nya, Vira tak menyadari itu. Edwis menatap aneh Vira yang senyum- senyum sendiri.
" Ver..vera, kamu kenapa senyum - senyum sendiri kayak gitu " tegur Edwis menepuk punggung Vira dari belakang.
" Edwis!! "
" Ih.. kamu kemana aja sih aku dari tadi cariin kamu tau, aku pikir kamu gak bakal dateng " ujar Vira yang spontan mencubit gemas lengan Edwis yang membuat nya meringis kesakitan.
" Aww... sakit tau ver, ya ampun baru sadar aku ternyata cubitan kamu sakit banget " ucap nya sembari mengusap- usap lengan nya.
" Hehe...maaf kelepasan " ucap Vira terkekeh melihat Edwis yang telah manyun.
" Kelepasan sih, kelepasan tapi gak gitu juga kali"
\\*
__ADS_1
Reno yang berdiri tak jauh dari Vira, sejak tadi ia memperhatikan gerak- gerik Vira yang terkadang entah mengapa membuat nya merasa kesal.
Apa lagi saat melihat semua mata lelaki menatap Vira dengan tatapan penuh kagum, ingin sekali rasanya ia mencolok kedua mata mereka yang terus memandang Vira.
" Ehh, ada si babu nih. Mau ngapain kesini? mau cuci piring ya?" ejek Selly.
Namun Vira tak menghiraukan nya.
" Eh.. pembantu jangan sok gak denger deh.. " ujar selly emosi, ia memegang bahu Vira sedikit kencang dan Vira langsung menepis tangan Selly dari bahu nya.
Namun tepisan tangan nya tak sengaja mengenai gelas yang di pegang oleh selly hingga membuat gelas itu terlempar dan jatuh.
Praangg..
Mendengar suara itu, mereka kini jadi pusat perhatian dari para tamu. Sedangkan Reno, saat ia hendak menghampiri Vira. Ternyata Dirga sudah mendahului dirinya.
" Kamu gak kenapa-kenapa Ver? " tanya Dirga yang penuh kekhwatiran.
" Gak kenapa-kenapa kok, maaf aku udah ganggu acara kamu"
" Aku nggak merasa terganggu, tapi beneran kan kamu gak luka?"
Melihat Dirga yang tampak mengkhawatir kan Vera, membuat iri semua cewek yang selama ini mati-matian mengejar nya.
Sementara Reno yang melihat mereka dari kejauhan, jangan di tanya bagaimana ekspresi nya saat ini. Marah, kesal, cemburu ingin sekali rasa nya ia membawa Vira segera pergi dari sana.
" Selly kamu jangan bikin keributan di sini " tegur Dirga menatap tajam Selly.
" Kok malah belain dia sih, gelas aku jatuh kan karena dia kenapa kamu jadi marah nya sama aku " jawab selly yang tak terima.
" Aku tau kalau kamu dari tadi coba provokasi dia supaya marah kan.. " ucap Dirga.
" Dirga lebih baik aku pulang aja, maaf ya udah bikin ribut di acara kamu " ujar Vira langsung beranjak pergi yang juga di ikuti Edwis.
" Vera! tunggu! " Dirga mengejar Vera.
" Dirga! kamu mau kemana? acaranya udah mau di mulai " ucap seseorang yang langsung menghentikan langkah Dirga.
" Sebentar aja Pi..Dirga mau nyamperin temen Dirga dulu "
__ADS_1
" Jangan buat malu papi ya Ga, kamu nggak lihat temen-temen kamu udah pada nungguin "
Akhir nya Dirga pun mengurungkan niat nya unyuk mengejar Vira yang sangat ia harap kan untuk menerima suapan pertama dari nya.
-
Vira berjalan keluar melewati Reno yang tengah duduk di sudut taman bersama kedua teman nya. Tak sengaja Reno melihat kaki Vira yang berdarah, membuat nya langsung beranjak dari tempat duduk nya mengikuti Vira.
" Ver.. kaki kamu berdarah " ujar Edwis yang terkejut saat melihat kaki Vira yang terluka. Bahkan Vira sendiri pun terkejut saat melihat goresan tipis di kaki mulus nya itu. Padahal tadi ia begitu yakin kalau tak ada serpihan kaca yang menyentuh kulit nya.
" Kita ke apotek ya.. ngobatin luka mu dulu takut nya infeksi " ujar nya lagi dengan khawatir
" Lebay, cuma kegores doang gak bakal bikin aku kenapa-kenapa Wis. Kamu masuk aja kedalam
biar aku pulang naik taksi aja"
" Gak mau.. masa iya aku tinggalin kamu sendirian, apa lagi kaki mu luka kayak gini "
" Udah aku bilang ini cuma kegores dikit, berlebihan banget sih kamu " geram Vira yang lama-lama kesal juga.
" Biar dia pulang sama aku.. " Ucap Reno yang telah bediri di belakang mereka.
" Reno.. " ujar mereka menoleh serempak.
" Kamu ngapain di luar.. bukan nya tadi kamu masih duduk di sana?"
"Pulang aja deh, di sini terlalu membosan kan " jawab Reno seadanya, tak mungkin jika ia bilang karena mengkhawatir kan Vira. Bisa- bisa jatuh seketika image cool nya di depan Vira.
Vira tak bisa menolak karena percuma saja bagi diri nya menolak perkataan Reno yang jika akhir nya Reno lah yang akan menang.
" Ya udah kalau gitu aku kedalam lagi ya, kamu pulang sama Reno aja biar lebih aman" ujar Edwis.
" Thank's ya Wis.."
" It's okey" jawab Edwis, kemudian ia masuk kembali ke tempat kediaman Dirga.
Tanpa di duga Reno langsung menggengam jemari Vira dan membawa nya mobil nya. Seperti ada sengatan listrik yang membuat jantung Vira seketika berdetak cepat saat merasakan genggaman Reno yang terasa hangat.
" Bikin baper deh dia..."
__ADS_1