
" Bangun vira.. bangun.. " gumam vira lagi.
Vira kembali menatap lelaki yang kini tengah berdiri di depan nya menatap tingkah Vira yang begitu aneh.
Tanpa sadar vira menyentuh wajah Reno,
" hangat.. ini serasa nyata " batin nya lagi.
" Apa sudah puas memegang wajah ku? " ujar reno menatap tajam vira, vira yang langsung tersadar dengan cepat ia memundur kan langkah nya.
" Ma.. maaf " cicit nya sambil menunduk kan kepala nya.
Reno langsung berjalan menuju mobil.
" Sampai kapan kamu berdiri di situ.. kamu mau telat? " teriak nya.
Vira langsung mendongak kan kepala nya dan segera mengejar reno yang telah mendekati mobil.
" Ada apa dengan dia? berani sekali menyentuh wajah ku.. " gumam Reno, pak sopir segera membuka pintu mobil mempersilah kan tuan nya untuk masuk.
Sepanjang perjalanan vira yang duduk di kursi depan, sedari tadi ia menatap reno dari pantulan cermin. Ia masih tak percaya dengan apa yang diri nya alami. Hal yang dulu di pikir nya hanya sebuah fiksi dan sebatas khayalan semata,ternyata sekarang ia benar- benar mengalami nya.
Entah bagaimana ia bisa masuk ke dalam buku ciptaan nya sendiri dan itu masih menjadi teka- teki yang harus vira temukan jawaban nya mulai dari sekarang.
__ADS_1
" ternyata asli nya dia memang sangat tampan.. hihi " puji nya dalam hati sambil tertawa sendiri, mengagumi hasi karya nya yang kini memang nyata ada nya.
Beberapa saat kemudian..
Mereka telah sampai di depan pintu gerbang sekolah,vira langsung turun dan menatap gedung sekolah yang ia lukis kan di dalam komik nya.
Diamond College High school , sekolah elite yang berstandar internasional dengan kualitas pendidikan nya yang sangat tinggi. Membuat sekolah ini menjadi sekolah favorite di kalangan anak- anak pengusaha besar atau para petinggi negara.
" luar biasa... " ucap vira yang kagum dengan kemewahan sekolah itu.
Sementara reno ia sudah pergi sejak tadi meninggal kan vira yang masih menatap gedung sekolah di depan pintu gerbang.
Vira yang melihat reno telah berjalan mendahului nya, dengan terburu-buru ia mengejar Reno.
" kenapa kamu ngikutin aku? udah sana kamu duluan aja " ucap nya yang merasa risih karena selalu di ikuti oleh vira.
Vira yang baru pertama ke sini ia tak tau di mana letak kelasnya.
Reno kembali terdiam, mereka pun melewati koridor sekolah menuju kelas. Semua mata memandang mereka terutama para cewek, memang tak bisa di pungkiri jika Reno memiliki wajah tampan yang begitu mempesona dan berasal dari keluarga terpandang yang membuat cewek- cewek di sekolah nya sangat mengidolakan dirinya.
Sesampai nya di kelas , Reno langsung duduk di kursi nya. Sementara vira masih terdiam berdiri mencari letak mejanya.
" Aku kan gak pernah tunjukin pas vera lagi di sekolah.. terus gimana aku tau di mana tempat duduk nya " gumam nya kebingungan.
__ADS_1
Ia menatap sejenak reno yang telah anteng duduk di bangku nya sembari mendengarkan musik menggunakan headset.
" vera.. kamu ngapain diem di situ aja?" tanya salah satu murid di kelas nya
" emm..gak papa " jawab nya tersenyum
" oh ya.. meja ku yang mana ya? " tanya Vira sedikit berbisik yang membuat teman sekelas nya itu terkejut.
" ver.. kamu lagi sakit ya? masa sampe gak tau meja kamu sendiri "
" lagi lupa aja.. kepala ku pusing banget jadi agak susah untuk berfikir " jawab nya asal.
" itu meja nomer tiga yang di dekat jendela " tunjuk nya, kemudian ia pergi menuju meja nya.
" Dasar aneh..dikira dia lagi amnesia apa??" gerutu murid itu.
Vira segera menuju meja nya, dan meletak kan tas nya di atas meja.
Tanpa vira sadari sejak tadi reno memperhati kan diri nya, jujur saja dari berangkat sekolah tadi reno merasa ada yang aneh pada vera yang sebenar nya adalah vira. Perubahan sikap dan juga penampilan nya yang tak lagi cupu seperti biasa nya.
Seperti saat pagi tadi mereka bertemu, reno agak terkejut dengan penampilan vera yang berbeda. Rambut yang di biar kan terurai, serta gaya berpakaian nya yang lebih modis dan tidak kampungan seperti dulu.
" Ada apa dengan vera hari ini?? apa mungkin bagi seseorang bisa berubah 180⁰ hanya dalam semalam ? " tanya nya pada diri nya sendiri.
__ADS_1
" Tapi jujur saja.. perubahan nya ini membuat ku sedikit tertarik dengan nya, dia terlihat lebih cantik "
" ahh.. apa yang kamu pikir kan reno ,gak mungkin kamu menyukai gadis culun itu... pasti ada yang salah dengan otak ku ini " gerutu nya lagi ia menggelengkan kedua kepala nya menghalau pikiran yang tertuju pada vera.