Terjebak Cinta Di Dunia Manga

Terjebak Cinta Di Dunia Manga
chapter 18


__ADS_3

Vira menggigit bibir nya, memikir kan alasan apa yang akan ia utarakan pada Reno.


" Ver.. kenapa hanya diam.. " ujar Reno yang tak sabar menunggu jawaban dari Vira.


Saat Vira hendak menjawab tiba- tiba Edwis menyusul mereka yang juga di ikuti oleh Selly. Vira mengehela nafas nya lega, karena dengan ini ia memiliki kesempatan untuk menghindar dari Reno.


" Ver... kita balik aja yuk, ada cewek resek di sini bikin mood jadi langsung buruk " ujar Edwis memeluk lengan Vira dan membawa nya pergi.


Sementara Reno wajah nya sudah merah padam menahan emosi nya. Ia hampir tak percaya jika Vera bisa menolak seorang Reno. Reno pun turut pergi dari danau menuju penginapan.


" Maaf Ren.. sekali lagi maaf " gumam Vira merasa bersalah.


Ia pun tak bisa membohongi perasaan nya yang juga memendam rasa untuk Reno. Namun ia teringat akan apa yang di bicara kan oleh kedua orang tua Reno beberapa hari lalu sebelum keberangkatan mereka.


Flasback on


Saat Vira membantu bibi nya membersih kan rumah Reno, tak sengaja ia mendengar percakapan kedua orang tua Reno di ruang tengah.


" Pah.. bagaimana acara perjodohan Reno dengan Gita, apa dia sudah papa beritahu "


" Belum.. aku harus bilang apa sama dia mah, bagaimana jika dia menolak "


" Dia pasti mengerti pah, ini menyangkut keselamatan perusahaan keluarga kita. Hanya dengan menjalin hubungan dengan keluarga Gita perusahaan kita akan terselamat kan " ujar Mama Reno.


Papa Reno hanya diam termenung memandang televisi yang tengah menyala di hadapan nya. Meski kedua mata nya tertuju ke depan namun fikiran nya melayang entah kemana.


Sudah dua bulan ini saham perusahaan milik ayah Reno yang menurun drastis.


Vira yang mendengar itu hanya terdiam pura- pura tak mendengar nya. Meski hati nya entah kenapa terasa begitu nyeri.


Flashback off


Semenjak pengakuan dari Reno yang tak medapat jawaban dari Vira. Hubungan di anatara mereka berdua semakin renggang, menjadi lebih canggung dan kaku dari biasa nya. Membuat Vira merasa bersalah.


Sudah empat hari mereka tinggal di desa itu dan hari ini mereka tengah bersiap- siap mengemas barang karena siang nanti mereka akan kembali kekota.


Vira yang sejak pagi hanya berada di atas kasur bergelung dengna selimut. Membuat Edwis sedikit khawatir karena suhu badan nya terasa hangat.


" Ver.. aku bilang aja ya sama guru, aku takut ntar kamu kenapa- kenapa lagi " ujar Edwis berusaha membujuk Vira.


" Jangan Wis.. bentar lagi kan kita pulang jangan mempersulit mereka " jawab Vira menolak, ia memasang wajah memelas agar Edwis menuruti nya.

__ADS_1


Akhir nya Edwis pun menyerah, ia kembali duduk di samping Vira sembari menempel kan handuk yang ia basahi di kening Vira.


PUKUL 13.00


Semua siswa telah memasuki bus mereka masing- masing. Kali ini Vira tak lagi duduk bersama Reno, karena Reno telah bersama Dita yang kursi nya tepat di belakang kursi Vira.


Vira yang sudah merasa tersiksa dengan rasa nyeri yang menyelimuti seluruh tubuh nya, ia tak mempedulikan sekitar dengan teman- teman nya yang tengah bernyanyi ria menikmati suasana.


Vira memejam kan kedua mata nya yang terasa sangat berat.


Lalu,


" Ver.. vera.. apa kamu baik-baik aja "


Samar- samar terdengar suara yang sangat familiar di telinga nya. Vira mengerjap kan kedua mata nya menlihat seorang lelaki yang tengah menatap nya khawatir.


" Reno.. " ucap nya lirih.


Kemudian ia mengedar kan kedua matanya menatap ke seisi ruangan yang berwarna serba putih.


" Aku di mana Ren? " tanya nya


" Kamu di puskesmas, pas di bus tadi kamu pingsan " jawab nya.


Reno pun menceritakan semua nya pada Vira. Vira masih duduk bersandar di ranjang puskesmas karena badan nya masih terasa sangat lemas.


" Kamu bener udah baikan... ?? " Tanya Reno yang khawatir melihat wajah Vira yang masih terlihat pucat.


" Aku udah baikan kok, oh ya.. yang lain di mana kok aku gak lihat mereka di sini " tanya Vira.


" Mereka sudah pulang duluan.. tapi tenang aja, aku udah hubungi supir buat jemput kita di sini,dan juga ada pak Hadi dia lagi ngurus administrasi di luar " jawab nya.


Tiba- tiba Reno menempel kan tangan nya ke dahi Vira memastikan apakah demam nya sudah turun. Hal itu sontak saja membuat Vira gugup setengah mati.


" Seperti nya demam mu juga udah turun.. kalau gitu aku cari kan kamu teh hangat dulu ya " ujar nya hendak beranjak pergi.


Namun Vira menahan tangan Reno,


" Aku takut sendirian di sini.. " ucap Vira tak ingin di tinggal kan.


" Aku gak lama.. dan juga di sini kamu gak sendirian kan banyak petugas kesehatan yang ada di luar " jawab nya.

__ADS_1


" Maksud aku bukan karena takut sendirian yang seperti itu, gak peka banget sih jadi orang.. " sungut Vira sedikit kesal.


Reno pun keluar dari ruangan, sementara Vira ia kembali menutup kedua mata nya untuk tidur kembali.


Sementara di sekolah,


Bus telah memasuki pekarangan sekolah, semua siswa turun satu persatu dan berkumpul untuk di cek kelengkapan nya.


Edwis melihat kesana kemari mencari keberadaan Vira yang tak kunjung terlihat oleh nya.


Lalu ia menghampiri salah satu teman nya yang satu bus bersama Vira.


" Rina.. Vera kemana kok gak kelihatan di kelompok kalian? " tanya Edwis.


" Emang kamu gak tau ya.. tadi bus kami sempat berhenti karena Vera pingsan " jelas nya.


" Pingsan?? terus mereka sekarang dimana? dan kondisi Vera gimana? kok malah di tinggal sih " ujar Edwia tanpa jeda.


" Ada pak Hadi kok tadi yang ikut nunggui mereka, dan juga Reno tadi udah hubungi supir nya untuk jemput mereka di sana " jelas nya lagi.


Tanpa mengucap terima kasih Edwis berlalu begitu saja kembali ke barisan kelompok nya.


" Ucapin terima kasih dulu kek.. malah pergi gitu aja.. " gerutu Rina menatap Edwis yang tak lagi menoleh kemana pun.


Ia langsung mengambil ponsel nya yang berada di dalam tas, dan segera menghubungi Vera.


Namun ponsel Vera tak kunjung aktif setelah beberapa kali Edwis mencoba untuk menghubungi nya.


" Jangan- jangan ponsel dia lowbat lagi... " ucap nya khawatir.


Reno telah kembali sembari membawa segelas teh hangat,di lihat nya Vira telah tertidur kembali. Reno meletak kan teh hangat nya di meja yang berada tepat di samping tempat tidur.


Reno duduk di kursi yang berada di dekat tempat tidur, lama ia memandang wajah pulas Vita yang sedang terlelap.


Ada terbesit rasa kecewa di hati nya karena belum mendapat jawaban yang pasti dari Vira tentang pengakuan cinta nya saat itu.


Tangan nya mengusap lembut pucuk kepala Vira.


" Semoga kamu memberi jawaban yang aku ingin kan Ver.. " ujar nya pelan.


Hai ..hai.. terimakasih ya udah terus kepoin kelanjutan dari novel ini..

__ADS_1


jangan lupa like☺☺


terimakasih😉😉


__ADS_2