Terjebak Cinta Di Dunia Manga

Terjebak Cinta Di Dunia Manga
Chapter 7


__ADS_3

Reno pun ikut duduk di sebelah Vira, ia mendongak kan kepala nya ke atas menatap langit yang bertabur bintang seperti yang di laku kan Vira. Pantas saja Vira sangat betah duduk di luar meski angin malam begitu terasa dingin, ternyata pemandangan malam sangat lah indah. Terutama ada Vira di samping nya saat ini.


" Segitu suka nya kamu lihat bintang- bintang itu, apa gak pegel tuh leher dari tadi nengok ke atas terus " ujar Reno yang mengalih kan pandangan nya menatap Vira.


" Enggak tuh.. malahan dulu hampir setiap malam kalau cuaca cerah aku naik ke loteng cuma buat lihat bintang- bintang itu, bahkan aku pernah sampe jatuh dari atas loteng dan berakhir dengan patah tulang " Cerita Vira terkekeh sendiri saat ia mengingat kenakalan nya dulu.


Reno menaikkan sebelah alis nya, menatap Vira dengan sejuta rasa kebingungan di benaknya.


" Jatuh dari loteng? perasaan selama ini kamu gak pernah tuh kenapa- kenapa dan juga kedua orang tua kamu bukan udah meninggal saat kamu masih umur delapan tahun ya " Jawab Reno yang merasa tak pernah melihat Vera jatuh sebelum nya, pasal nya Vira sudah tinggal di rumah Reno saat ia berusia delapan tahun tepat setelah kematian kedua orang tuanya.


" Mampus!! Aku lupa kalau aku ini bukan vera tapi vira.. duh jangan- jangan dia curiga nih sama aku " Gumam Vira yang baru menyadari perkataan nya.


" Kok malah bengong sih.. sebener nya kamu kenapa sih Ver, akhir- akhir ini sikap kamu aneh banget gak kayak kamu yang biasa nya "


" Dari semua sikap dan perilaku kamu juga berubah" sambung nya lagi.


Saat Vira hendak menjawab, tiba- tiba dari luar pagar terdengar bunyi klakson mobil. Vira menggunakan kesempatan ini untuk menghindar dari segala pertanyaan yang akan Reno tanya kan pada nya.


" Kanyak nya itu papa sama mama kamu Ren.. kalau gitu aku masuk ke dalam dulu ya " ucap nya beranjak dari tempat duduk nya dan dengan cepat Vira melangkah kan kaki nya pergi menuju rumah belakang tempat para pembantu dan para pekerja di rumah Reno tinggal.


Sementara Reno yang belum mendapat jawaban dari Vira, ia hanya menatap punggung Vira yang perlahan menghilang dari pandangan nya dengan perasaan yang tak puas.


" Ada yang aneh dengan dia...kayak nya harus aku selidiki " gumam nya.


Ia pun turut masuk ke dalam rumah untuk menyambut kedatangan orangtua nya.

__ADS_1


Reno menatap dingin ke arah kedua orang tuanya yang baru saja tiba.


" Malam sayang.." sapa Zoya tersenyum menatap wajah putra tunggal nya dengan tersenyum.


" Malam juga mah " Jawab Reno singkat.


" Maaf ya mama sama papa kemarin berangkat gak pamit dulu sama kamu.. soal nya lagi keburu- buru banget " ucap Zoya hendak memeluk Reno, namun ditolak oleh Reno membuat Zoya tersenyum getir mendapati perlakuan dingin dari putra nya itu.


" Gak papa... udah biasa kok " Jawab nya lagi dengan cuek tanpa menatap zoya,kemudian berlalu begitu saja.


" Reno!! Kamu ini apa-apaan sih masa mama kamu di cuekin seperti itu, gak ada sopan-sopan nya sama sekali" Bentak Ardi yang telah geram melihat sikap Reno yang menurut nya sudah keterlaluan.


" Reno jangan pergi! papa belum selesai bicara!! " Teriak Ardi yang melihat Reno pergi begitu saja.


Dalam hati kecil Zoya, ia sangat merasa bersalah pada Reno yang sejak kecil selalu ia tinggal bepergian mengurus perusahaan.


 -


Jam sekolah telah usai,Vira dan Edwis berjalan bersama menuju gerbang sekolah.


" Ver.. kita ke mall yuk, cari baju buat ntar malem ke pesta ulang tahun nya Dirga " Ajak Edwis, yang langsung mendapat gelengan dari Vira.


" Yahh... kenapa?? apa kamu gak dateng nanti malem ? " Tanya Edwis yang agak kecewa


" Kamu kayak gak tau aja Wis mana punya aku uang untuk beli baju kayak kamu, bisa sekolah di sini aja udah syukur banget "

__ADS_1


" Pengen sih... tapi mau gimana lagi di sini aku gak bisa seenak nya ngabisin uang kayak dulu " Gerutu Vira meratapi nasib nya sekarang.


" Udah tenang aja... aku yang bayarin " Ujar Edwis seakan tahu isi hati Vira.


" Aaa... kamu memang sahabat terbaik ku wis " ujar nya kegirangan sembari memeluk erat Edwis.


" Uhuk..uhukk..Ver aku susah nafas" cicit Edwis.


" Eehh..maaf-maaf " Vira langsung melepas pelukan nya.


Saat mereka keluar dari gerbang, terlihat Reno sudah berdiri menyandar kan tubuh nya di mobil menunggu Vira.


" Ver Reno udah nungguin kamu tuh " tunjuk Edwis.


" Bentar ya aku bilang dulu sama dia.." Vira pun menghampiri Reno yang tampak tersenyum menyambut Vira.


" Ren... hari ini aku pulang nya gak bareng kamu ya, aku sama Edwis mau keluar bentar " ujar Vira yang langsung menurun kan mood nya.


" Emang mau kemana?".


" Biasalah perempuan, kalo misal nya bibi nanyabilang aja aku kerumah Edwis " jelas nya kemudian ia menggandeng lengan Edwis hendak pergi,namun di tahan oleh Reno.


" Siapa yang bolehin kamu pergi , ikut aku kita pergi ke mall dulu cari kado buat si Dirga " ujar nya


" Hahh... " jawab kedua nya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2