
Vira melongo tak percaya mendengar perkataan Reno.
" Gimana nih Ver? kok dia malah mau ngajak kamu juga sih ke mall" bisik Edwis.
" Aku juga gak tau "
" Lama ... " Reno langsung menarik tangan Vira dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
Mobil pun telah melaju meninggal kan Edwis sendiri yang masih berdiri di pinggir jalan menatap mobil Reno yang telah menghilang dari pandangan nya.
" Kok aku di tinggal sih, aishh..si Reno bener-bener ya " gerutu Edwis yang kesal karena Reno telah menggagal kan rencana nya.
Dengan perasaan kesal Edwis terpaksa memabatalkan niat nya untuk ke mall.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, Reno dan Vira hanya diam membisu tak ada satu pun dari mereka yang membuka suara.
Alih-alih mengajak Reno mengobrol, Vira lebih memilih menikmati pemandangan kota yang indah. Melihat gedung-gedung pencakar langit yang berdiri kokoh.
" Waaww.. gedung- gedung nya sangat tinggi dan bagus? jika bisa bekerja di sana pasti aku bakalan cepat kaya " ujar Vira yang menatap kagum sebuah gedung perusahaan pencakar langit.
Reno tersenyum saat melihat Vira tengah mengaggumi gedung pencakar langit seperti orang yang tak pernah melihat itu sebelumnya.
" Kamu pikir dengan otak mu yang dangkal itu kamu bisa masuk ke sana? bahkan tes untuk menjadi office girl nya pun belum tentu kamu mampu " ucap Reno agak mengejek.
" Ngomongin orang aja.. lah kamu sendiri setiap ada tugas pasti nyuruh aku yang ngerjain " jawab Vira membalas ucapan Reno.
" kalo gitu.. besok- besok jangan minta aku buat ngerjain tugas kamu lagi ya, kamu cari aja orang yang otak nya cerdas buat ngerjain tugas mu itu" sambung nya lagi.
" Kalau aku mau nya kamu yang ngerjain gimana? " ujar Reno yang tiba- tiba mendekat kan wajah nya ke wajah Vira hingga kedua wajah mereka nyaris bersentuhan.
Vira mendorong dada Reno agar menjauh dari nya,ia melirik sekilas ke depan tampak supir Reno tersenyum melihat tingkah keduanya.
__ADS_1
" Bisa gak sih kalau ngomong gak usah sedeket itu, bikin orang salah paham nanti nya " ucap Vira memasang wajah kesal, namun masih tampak jelas rona merah di pipi nya yang membuat Reno terkekeh.
" Malah ketawa... dasar gak jelas " vira mendengus kesal.
Setelah memakan waktu perjalanan tiga puluh lima menit dari sekolah nya, akhir nya mereka telah sampai di tujuan. Vira turun dari mobil dan melangkah kan kaki nya menghampiri Reno yang telah berjalan memasuki sebuah butik mewah.
Vira di buat terkagum- kagum oleh pajangan baju hasil desainer hebat yang telah menghasil kan sebuah karya yang sangat indah. Ia terus berjalan mengekori Reno di belakang, namun kedua mata nya tak berhenti melihat ke sana kemari menatap baju- baju yang begitu elegan dan cantik.
Duuukkk...
Tak sengaja Vira menumbur punggung Reno yang tiba- tiba berhenti. Reno langsung berbalik melihat Vira yang tengah mengusap - usap dahi nya.
" Kebiasaan banget jalan gak lihat kedepan.. " ujar Reno menggeleng kan kepala nya.
" Ya maaf" cicit Vira.
" Jangan ikutin aku terus... kamu cari aja baju yang kamu suka aku juga mau cari untuk ku "
" Kenapa? apa baju di sini jelek? kamu gak suka ? " Tanya Reno.
Vira langsung menggeleng kan kepala nya.
Kemudian ia mendekat, dan sedikit berjinjit disamping Reno.
" Harga nya mahal banget " bisik Vira.
" hahaha.... " Reno tertawa lepas membuat Vira bingung.
" Nih orang gak waras kali ya.. tiba- tiba ketawa. Di mana coba letak lucu nya " gumam Vira menatap heran Reno.
" Heii.. asal kamu tau aku yang ngajak kamu ke sini. Jelas lah aku yang bakal bayarin baju nya.. dasar bodoh " ujar nya sambil menonyor kepala Vira.
__ADS_1
" Tapi... " belum selesai Vira berbicara Reno malah pergi begitu saja menuju ke tempat khusus pakaian pria.
Vira pun akhir nya mencoba mencari- cari gaun yang akan ia kenakan. Kedua mata nya menangkap sebuah dress panjang berwarna peach yang sangat menarik perhatian nya.
Ia langsung mengambil dress itu dan membawa nya ke ruang ganti, Vira mencoba dress nya sembari menatap cermin besar yang berada di depan nya.
" Cantik banget baju ini.. apa lagi yang makai aku,, uuuhh.. tambah kelihatan cantik " ucap nya dalam hati yang dengan pede nya memuji diri sendiri.
Namun, saat Vira melepas kan dress itu. Ia melihat bandrol harga baju yang membuat detak jantung nya seakan berhenti. Bagaimana tidak jika harga yang tertera dibaju itu bisa membeli motor baru.
" Ya ampun... ini beneran harga baju nya? kalau di tukar motor udah dapet dua nih.. " ucap nya merasa ngeri sendiri melihat harga dress itu.
Buru- buru Vira keluar dari ruang ganti dan membawa dress nya keluar, kemudian ia serah kan ke pegawai butik itu.
" Kenapa di kembalikan? " tanya Reno yang melihat Vira memberikan baju itu ke pegawai butik.
Vira hanya diam, ia tak tau harus menjawab apa. Mengingat harga nya yang selangit tak mungkin baginya untuk meminta Reno membelikan baju itu.
Reno langsung mengambil baju itu dari pegawai toko.
" Kalau kamu suka yang ini ambil aja.. kita gak punya banyak waktu" ujar Reno
" Tapi ini mahal banget Ren.. " ucap Vira yang merasa tak enak.
" Tenang aja, aku yang bayar."Reno tak menghirau kan rengekan Vira yang tak mau membeli gaun itu, namun Reno justru langsung menyerah kan baju yang ia pilih dan juga dress Vira ke kasir.
Horang kaya mah bebas ya!!π€£π€£
Jangan lupa like,komen dan vote yaπ
terimakasihπππππ
__ADS_1