
Hari ini adalah hari pertama mereka untuk berkeliling mengenal desa dan mencoba lebih dekat dengan penduduk.
Mereka yang sudah terbagi dalam beberapa kelompok,masing- masing mengerjakan tugas yang di beri kan oleh guru mereka.
Saat pembacaan nama-nama kelompok, Vira di buat terkejut sekaligus kesal. Bagaimana tidak ia harus sekolompok dengan orang- orang yang sangat ia tak suka Selly and the geng, Dita dan untung nya Edwis satu kelompok dengan Vira hingga membuat nya cukup nyaman jika berada di tengah- tengah mereka.
Mereka mulai berjalan menyusuri desa mengunjungi beberapa tempat kediaman para tokoh desa.
" Berhenti dulu deh.. capek banget nih, betis ku udah sakit banget.. " rengek Selly yang langsung duduk di sebuah batu semen yang berada di pinggiran jalan.
Keringat nya sudah bercucuran membanjiri wajah mulus nya.
Teman- teman nya pun juga ikut duduk bersama Selly. Sedang kan Dita,Edwis dan Vira mereka masih menerus kan langkah kaki mereka meninggal kan Selly dan teman- teman nya yang tengah beristirahat.
" Aku perhatiin.. kamu sama Reno kayak nya sekarang makin deket ya.. " ujar Dita membuka pembicaraan.
" Gak juga ... " jawab Vira singkat.
" Cuma mau ngingetin aja.. sebelum hubungan mu dengan Reno lebih jauh aku saran kan kamu bercermin dulu siapa kamu? dan status mu itu seperti apa " ujar Dita lagi.
Vira langsung menghentikan langkah nya, ia menahan tangan Edwis yang hendak menghampiri Dita yang berjalan di depan mereka.
Edwis melihat Vira menggeleng kan kepalanya, memberi nya tanda agar ia tak perlu bicara apa pun.
" Maksud kamu apa Dit? " tanya Vira langsung.
" Gak ada maksud apa- apa.. aku cuma mau ngingetin status sosial kalian itu sangat berbeda, orang tua Reno gak akan menyetujui hubungan kalian.. " jelas nya lagi.
Vira tersenyum sinis mendengar perkataan Dita yang membuat Dita menatap aneh ke Vira.
" Hahahhah... !!! " tiba- tiba Vira tertawa membuat Edwis dan juga Dita semakin menatap aneh Vira.
__ADS_1
" Ver.. kok tiba- tiba ketawa kayak gitu sih.. ngeri tau aku liat nya " ucap Edwis bergidik ngeri melihat sahabat nya yang tiba- tiba tergelak sendiri.
" Sorry..sorry.. !! Dita segitu takut nya ya kamu kalau Reno dan aku benar- benar ada hubungan.. " ujar nya.
" Gak perlu kamu kasih tau aku juga udah nyadar diri.. tapi kelihatan nya kamu menganggap aku lebih unggul dari pada kamu buat dapetin hati nya Reno " ujar nya lagi yang membuat Dita mendengus kesal.
Vira dan Edwis melanjut kan perjalanan mereka menuju villa. Dita yang sudah sangat kesal ia berjalan dengan cepat hendak mendahului Vira, ia berencana hendak mendorong bahu nya namun siapa sangka Vira yang mengetahui niat buruk Dita ia mengelak dan Dita langsung jatuh tersungkur.
Edwis yang melihat nya langsung tertawa sembari memegangi perut nya.
" Ngapain sih kamu... lagi cari uang jatuh? " tanya Edwis mengejek.
Dita menekuk kan wajah nya kesal, tiba- tiba Reno datang dan langsung membantu Dita berdiri.
Reno tampak khawatir, ia memegang kedua tangan Dita melihat telapak tangan nya yang memerah karena terkena kerikil.
" Kok bisa jatuh sih.. kayak anak kecil aja kamu " ujar Reno sambil meniup- niup telapak tangan Dita.
" Ver.. kamu yang buat dia begini? " tanya Reno langsung yang membuat Vira sedikit terkejut.
" Aku? dia sendiri kok yang jatuh.. ngapain aku dorong- dorong dia kurang kerjaan banget " jawab Vita tak terima.
" Udah kak.. Dita gak papa kok, mungkin kak Vera kurang suka liat kedekatan kita padahal kan kita udah kayak adik kakak " ucap Dita dengan memelan kan suara nya.
" Gak mungkin juga sih Vera kayak gitu.. tapi aku liat sendiri pas Dita jatuh bukan nya di tolong malah di ketawain.. " batin Reno yang agak bimbang.
" Sok lemah kamu... ! bicara yang jujur dong dasar munafik.." ucap Edwis ketus, ia sudah tak tahan lagi melihat Dita yang berpura-pura di depan Reno.
Reno yang melihat lutut Dita terluka ia segera berjongkok di depan Dita meminta nya untuk naik ke punggung nya. Dengan senang hati Dita langsung naik ke atas punggung Reno.
" Aku kira kamu itu gadis pendiam, polos dan baik ternyata selama ini semua hanya depan nya aja.. dan juga aku katakan sama kamu kita gak sedekat itu hubungan kita gak lebih dari majikan dan pembantu , lalu saat di sekolah kita hanya teman biasa sama seperti lain nya " Ujar Reno panjang lebar.
__ADS_1
Entah kenapa air mata Vira hampir saja lolos jika ia tak menahan nya sekuat tenaga. Hati nya begitu berdenyut nyeri mendengar perkataan Reno yang sedikit kasar.
Reno berlalu pergi meninggal kan mereka berdua, Dita menoleh kebelakang melihat Edwis dan Vira dengan tersenyum puas.
" Dasar muka dua? kamu kenapa diem aja sih di bilangin kayak gitu sama Reno, jelas- jelas dia duluan yang mau dorong kamu kok malah kamu yang jadi di salah kan " oceh Edwis yang tak terima.
" Percuma juga aku membela diri, toh dia juga liat semua nya ya.. walau pun bukan dari awal " jawab Vira menghela nafas nya menatap Reno yang telah berjalan jauh.
" Kenapa hati ku rasa nya sakit banget ya.. denger Reno ngomong kayak gitu lagian kenapa juga sih hidup ku di sini sial banget " gumam Vira dalam hati.
Mereka pun kembali berjalan menuju villa.
Pagi hari yang sejuk, terlihat kabut yang masih menghalang pandangan mata dan cuaca yang begitu dingin membuat Vira beberapa kali menggosok kedua tangan nya dan meniup nya.
Ia duduk di sebuah ayunan yang berada di halaman belakang villa yang menghadap langsung ke perkebunan warga. Menghirup udara yang begitu sejuk dan segar yang jarang ia dapat kan di kota.
Vira memang sengaja pagi- pagi buta bangun lebih awal untuk pergi ke sini untuk menikmati pemandangan pagi hari melihat matahari terbit.
" Kenapa pagi- pagi udah di sini? gak dingin? " tiba- tiba Reno telah duduk di samping nya. Yang memang ukuran ayunan yang Vira pakai cukup besar.
" Apa urusan nya dengan mu.. " jawab Vira ketus.
" Vir ak..... " belum selesai Reno berbicara Vira langsung beranjak berdiri.
" Mau kemana? " tanya Reno
" Mau balik kekamar, tiba- tiba aku ngantuk lagi " jawab nya tanpa melihat Reno, ia pun langsung pergi.
" Pasti dia marah soal perkataan ku kemarin.. " gumam nya.
" Bodoh banget sih.. kenapa juga sampe bisa ngomong kasar kayak gitu ke dia pasti dia tersinggung banget " ucap nya lagi merutuki diri nya sendiri.
__ADS_1