
Malam itu sedang ada perjamuan di rumah keluarga Reno, Vira pun mau tak mau harus membantu bibi nya. Ia tak ingin di cap sebagai keponakan yang tak tau balas budi.
Sedari tadi Vira sibuk berjalan kesana kemari menyiap kan makanan dan merapikan meja. Tanpa di sadari Reno yang dari tadi tengah menatap nya dari lantai atas.
Vira hanya melirik nya sekilas ia mengetahui jika diri nya sedang di perhatikan namun Vira lebih memilih mengabaikan nya.
" Vera.. udah biarin yang lain aja yang nerusin pekerjaan ini, sebaik nya kamu gabung makan malam bersama kami di sini " ujar Zoya menghampiri Vira.
" Gak papa tante.. ini udah jadi tugas Vera bantuin bi weni " jawab nya menolak secara halus.
" Ya udah kalau kamu mau nya seperti itu.. tante tinggal dulu ya " ucap nya lagi seraya berjalan pergi menuju kedepan.
Dirasa semua pekerjaan sudah beres Vira dengan segera kembali ke kediaman nya. Vira berdiri di depan jendela melihat ke arah luar, terlihat beberapa mobil mewah telah terparkir di halaman rumah Reno. Bisa di lihat mereka semua bukan lah orang biasa.
ceklek..
Pintu kamar nya terbuka, yang ternyata adalah bi Weni.
" Ver.. kamu ganti baju ya kita harus balik lagi ke sana, bantuin bibi " ujar nya sembari menghampiri Vira.
Vira hanya mengangguk kecil menyetujui permintaan bibi nya. Jujur saja seluruh badan nya terasa sangat pegal, bagaimana tidak sehabis pulang sekolah ia langsung pergi membantu bi Weni. Untung nya saja besok adalah hari libur jadi tak terlalu menjadi masalah untuk Vira.
Vira bergegas mengganti pakaian nya menggunakan dress selutut berwarna peach dengan tampilan natural yang hanya menggunakan bedak tabur dan sedikit olesan lipgloss di bibir nya. Rambut panjang nya yang di kuncir kuda menampak kan leher jenjang nya, yang membuat tampilan Vira malam ini terkesan sederhana namun sempurna.
Dilihat nya sudah ada beberapa orang yang telah datang menempati meja makan, Reno yang tak sengaja melihat Vira begitu pun dengan Vira kedua mata mereka saling bertemu.
Buru- buru Vira mengalih kan pandangan nya dan segera pergi menuju dapur.
" Dia terlihat sangat cantik dengan berpenampilan seperti itu.. " puji nya dalam hati.
Tak hanya Reno yang terperangah melihat tampilan cantik Vira malam itu, semua pekerja yang sedang berada di dapur pun sama hal nya dengan Reno yang juga mengagumi paras ayu Vira.
" Bi weni.. ponakan nya cantik banget sih.. " puji salah satu rekan bi Weni, Vira hanya tersenyum simpul mendengar nya.
" Iya.. kalau anak ku laki-laki udah aku jodohin dia sama Vera, udah cantik, pinter, rajin lagi.. " sahut yang lain nya.
__ADS_1
Vira ikut duduk bergabung bersama mereka.
" Vera.. jangan ikutan di sini, masa udah dandan cantik begini malah di dapur "
" Gak dandan kok bi.. lagian kalau gak disini mau di mana lagi, kan gak mungkin aku ikutan duduk bareng mereka di dalam "
" oh. . iya ya bener juga "
Mereka pun duduk bersama sembari mengobrol, ada perasaan hangat di hati Vira melihat kebersamaan mereka yang sudah seperti keluarga sendiri. Ia ingin lebih mensyukuri untuk menjalani kehidupan di sini, yang jelas ia tak harus begadang tiap malam untuk menyelesai kan gambaran nya untuk di serah kan ke pihak editor.
Merasa agak bosan Vira berpamitan untuk keluar sebentar. Ia malangkah kan kaki nya menuju ayunan yang berada di taman belakang.
" Ngapain sendiri di sini.. " tiba- tiba terdengar suara Reno.
" Gak papa bosen aja di dalam.. sekalian nunggu perjamuan nya selesai " jawab Vira tanpa menoleh ke arah Reno.
Reno masih berdiri di samping ayunan, tatapan nya tak lepas dari wajah Vira yang terlihat bening di bawah sinar bulan.
Malam itu langit benar- benar cerah, membuat Vira betah berlama- lama berada di situ mengamati rasi bintang.
" Jangan di lihatin terus, aku tau kok kalau aku ini cantik. Hati- hati ntar jatuh cinta... " ujar Vira yang menyadari jika sedang di perhati kan.
Ia langsung duduk di sebuah kursi taman yang bersebelahan dengan ayunan.
" Ren.. "
" Hemm.. "
" Apakah kamu percaya dengan sebuah cerita yang berpindah dimensi " tanya nya tiba- tiba
" Maksud kamu.. " Reno menaikkan satu alis nya tak mengerti.
" Ito loh.. cerita yang misal nya nih ada orang yang tiba- tiba masuk ke dunia lain seperti time travel gitu "
" Aku gak percaya.. mana ada hal yang begituan itu hanya ilusi seorang penulis saja, memang kenapa kamu bertanya seperti itu "
__ADS_1
" Itu bukan ilusi.. contoh nya aku sendiri yang telah mengalami itu " gumam nya dalam hati.
" Gak papa... cuma mau tanya aja " jawab Vira menggeleng.
Reno langsung mengacak pucuk kepala Vira dengan gemas.
" Ngapain kamu ngacak- ngacak rambut ku, jadi rusak kan tatanan rambut ku " sungut Vira kesal, ia memperbaiki rambut nya yang berantakan.
" Lagian aku tuh gemes banget sama kamu.. kenapa gak dari dulu kamu kayak gini jadi kita kan bisa berteman baik "
" Emang aku yang dulu seperti apa "
" Kamu yang dulu itu, terlalu penakut, sangat tertutup bahkan sejak kamu pindah di sini kita belum pernah sedekat ini karena setiap kali mencoba mendekati kamu, kamu langsung pergi " jelas nya.
Vira hanya mengangguk perlahan. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada sepasang mata yang tak suka melihat kedekatan mereka.
Gita yang sudah menyukai Reno sejak kecil merasa tak senang jika Reno terlalu dekat dengan wanita lain, apalagi dengan seorang Vira yang hanya keponakan pembantu disiini.
GIta berjalan menghampiri mereka.
" Kak di cari tante Zoya tuh.. kamu di suruh kesana " ujar nya.
" Ya udah aku kedalam dulu ya.. jangan kelamaan di luar disini udara nya sangat dingin " ujar nya langsung beranjak pergi.
Mendengar kata- kata yang terkesan memberi perhatian membuat Gita semakin panas. Ia lalu mendekati Vira yang masih duduk di ayunan.
" Eh.. pembantu aku harap kamu bisa tau diri ya kalau mau dekat sama kak Reno, harus nya kamu ngaca dulu sebelum bergaul dengan orang yang jauh berada di atas mu " ucap nya ketus, ia pun langsung pergi menyusul Reno.
Sementara Vira, ia menggenggam baju nya berusaha menahan emosi yang hampir tak bisa ia bendung lagi.
" Kalau bukan karena status sosial ku yang rendah di sini , udah kusumpal mulut nya pake cabe dasar cewek resek " umpat nya menatap kesal Gita yang tengah menggandeng lengan Reno masuk ke dalam rumah.
" Bilang aja takut kalau Reno bakal naksir aku, pake acara ngomong pedes segala " maki nya lagi
" Sabar.. sabar.. Vir.. sabar.. jangan biarkan emosi mu meledak di sini bisa berabe urusan nya ntar.. " ucap Vira lagi sembari mengelus dada nya.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ... jangan lupa like dan saran nya ya...😊😊
See you..