Terjebak Cinta Di Dunia Manga

Terjebak Cinta Di Dunia Manga
chapter 17


__ADS_3

Reno langsung mengejar Vira dan memegang tangan nya.


" Apaan sih Ren.. lepasin gak tangan ku " ujar Vira mencoba melepas kan genggaman tangan Reno di pergelangan tangan nya.


" Gak.. " jawab nya tegas.


Merasa kesal Vira langsung menggigit tangan Reno hingga ia melepas kan genggaman nya.


Dengan segera Vira berlari meninggal kan Reno yang tengah melihat tangan nya.


" Apa dia anjing.. sampai harus menggigit ku seperti ini " gerutu nya kesal.


Jam telah menunjuk kan pukul sebelas pagi namun cuaca masih terasa begitu dingin. Vira berdiri didepan jendela menatap keluar, memandang langit yang tampak biru.


" Apa kabar mereka di sana? apa yang terjadi dengan ku saat aku berada di sini? aku benar- benar sudah kehabisan akal memikir kan semua ini tak ada satu pun petunjuk yang ku temukan .. " ucap nya dalam hati.


" Ver.. jalan yuk, mumpung hari ini kita gak ada kegiatan " ujar Edwis yang telah berdiri di samping nya.


" Kemana? "


" Ada deh.. keluar dulu yuk bosen tau di sini terus " ujar Edwis lagi langsung menarik tangan Vira.


Mereka berjalan keluar Villa menuju jalan ke arah perkampungan. Vira mengikuti Edwis dari belakang, tiba- tiba ia melihat Reno yang juga tengah berjalan- jalan di hamparan perkebunan sayur warga bersama Dita.


Ia menghentikan sejenak langkah kaki nya melihat mereka yang tampak begitu menikmati suasana.


" Ahh.. buat apa aku memikir kan dia? hanya membuat kepala ku pusing " gumam nya langsung melanjut kan langkah kaki nya.


Setelah berjalan sejauh satu kilometer, akhir nya mereka tiba di sebuah danau yang berada tak jauh dari pedesaan.


" Edwis.. kamu mau bawa aku ke ujung dunia ya? betis ku rasa nya pegal sekali " rintih Vira yang telah kelelahan karena berjalan.


" Ya elah.. gitu doang udah capek Ver, itung- itung lah sekalian olahraga. Coba deh kamu lihat pemandangan di depan kamu " jawab Edwis.


Lalu Vira melihat kedepan, seketika kedua mata nya langsung membulat sempurna. Ia benar- benar takjub dengan apa yang di lihat nya saat ini.


" Ya ampun Wis.. keren banget danau ini? kamu kok tau ada tempat sebagus ini " ujar nya, tak ingin menyia- nyiakan kesempatan Vira segera mengambil ponsel nya untuk mengabadi kan pemandangan indah ini.


" Dari salah satu warga di sini.. keren kan?? "


Vira langsung mengangguk menyutujui apa yang di katakan sahabat nya itu benar.

__ADS_1



Ia duduk di rerumputan hijau dengan beralas kan sepatu nya, memandang keindahan danau.


" Wis.. andai aku bukan lah Vera yang asli apa kamu masih mau berteman dengan ku? " tanya Vira tiba- tiba yang membuat Edwis langsung menoleh kearah nya.


" Kamu ngomong apa sih Ver? kok aku kurang ngerti ya maksud kamu " ucap nya.


" emm.. gak kok, lupain aja.. bukan apa- apa " jawab Vira yang tak ingin melanjut kan pembicaraan mengenai diri nya yang sesungguh nya.


Mereka kembali menatap ke arah danau. Tiba- tiba Reno dan Dita datang, melihat ada Vira dan Edwis membuat Dita sangat kesal. Pasal nya ia ingin berjalan berdua dengan Reno menikmati pemandangan namun semua nya memjadi gagal karena keberadaan Vira dan Edwis.


" Kalian di sini juga? " tanya Reno yang tiba- tiba membuat kedua nya kaget.


" Loh... Reno,Dita.. kok kalian tau tempat ini? " jawab Edwis.


" Ya tau lah ini kah termasuk destinasi wisata di desa ini, emang kalian pikir cuma kalian berdua aja yang bisa di sini.. " sahut Dita jutek.


" Wis kita balik aja yuk.. takut nya kita ntar ganggu orang pacaran " ujar Vira langsung menggandeng tangan Edwis.


Dengan terpaksa Edwis menyetujui nya meskipun ia masih ingin berlama-lama disini. Namun saat hendak beranjak melangkah, Reno menarik tangan Vira dan membawa nya pergi.


" Mereka mau kemana sih.. " sungut Dita yang hendak menyusu namun di halangi oleh Edwis.


Tak bisa lepas dari Edwis membuat Dita terpaksa diam dan tak jadi mengikuti mereka.


Vira dan Reno berjalan melewati ladang sayauran, tangan Reno terus memegang pergelangan tangan Vira. Meski pun Vira terus memberontak meminta Reno melepas kan tangan nya.


Hingga akhir nya suara tangis Vira pecah. Reno langsung menghenti kan langkah nya. Dan berbalik melihat Vira yang telah menangis sesenggukan.


" Kenapa nangis? " tanya nya lembut seraya kedua tangan nya menangkup wajah Vira memandang nya lembut.


" Hiks..hiks.. kenapa kamu kayak gini? kenapa kamu suka sekali permainkan aku? aku gak ngerti sama sikap kamu yang kadang baik, kadang lembut terus berubah lagi dingin, cuek.. sebener nya sikap kamu yang sebener nya tu yang mana !! " ujar Vira mengeluar kan semua isi hati nya.


Meski berusaha menyangkal bahwa ia tak memiliki perasaan apa pun pada Reno, namun hati dan perasaa n nya tak bisa ia bohongi.


Ia menyukai Reno, menyukai seseorang yang seharus nya tak bisa ia cintai. Karena mereka berbeda dimensi ruang dan waktu.


Vira tak ingin saat sewaktu- waktu ia pergi, ia akan meninggal kan bekas luka yang dalam untuk Reno.


Melihat Vira yang menangis tanpa henti membuat Reno langsung memeluk nya.

__ADS_1


" Maaf.. " ucap nya lirih.


Mendengar taknada penjelasan apa pun lagi membuat Vira semakin memberontak dari pelukan Reno. Namun Reno semakin memeluk nya erat.


Hingga Vira akhir nya diam menyerah, air mata nya masih menetes membasahi baju Reno.


" Ver.. aku menyukai mu " ucap nya tiba- tiba.


Vira langsung terdiam mendengar pengakuan dari Reno.


" A..a-apa.. ? " tanya Vira.


" Aku bilang aku menyukai mu.. " ujar nya lagi cukup keras.


Degg..


Serasa detak jantung nya hampir berhenti mendengar pernyataan dari Reno, ia menatap tak percaya pada Reno.


" Kamu beneran? " tanya Vira memastikan sekali lagi.


Reno merasa gemas dengan ekspresi Vira yang begitu polos seolah tak mengerti apa yang di maksud oleh nya.


Akhir nya Reno langsung mencium bibir Vira.


Cuupp..


Kedua mata Vira langsung membulat, ia segera mendorong tubuh Reno.


" Sekarang percaya kan ?? " ujar Reno tersenyum.


Vira mengangguk, namun wajah nya kembali murung .


" Aku percaya.. tapi seperti nya kita tak bisa menjalin hubungan seperti itu " ucap Vira menunduk.


" Apa..!! tapi kenapa?? "


" Karenaa... " ucap nya menggantung ia sedikit ragu untuk mengatakan nya.


Hai readers terimakasih sudah membaca novel ini.


Jangan lupa like dan beri vote ya😊

__ADS_1


terimakasih..


__ADS_2