
Vira hampir tak percaya dengan apa yang di lihat nya, sebuah komik milik nya yang terakhir ia baca sebelum diri nya masuk ke dunia yang berbeda.
Vira membuka lembar demi lembar buku itu, namun ia tak melihat gambar apa pun melain kan hanya kertas kosong.
" Kenapa dengan buku ini? kenapa kosong? " ujar nya yang mulai panik sembari ia masih memeriksa seluruh bagian buku.
Vira terduduk lemas di lantai, tubuh nya gemetaran tak terasa air mata nya mengalir deras di pipi nya.
" Apa ini pertanda aku akan berada di sini selamanya?? " gumam nya lirih, Vira menangis sejadi- jadi nya hingga akhir nya ia tertidur di lantai.
Keesokan harinya..
Vira yang telah bersiap untuk berangkat sekolah ia menunggu Reno di dekat mobil hitam nya yang telah terparkir. Dengan terpaksa Vira memakai kaca mata hitam untuk menutupi kedua mata nya yang bengkak karena ia menangis semalaman. Belum lagi seluruh tubuh nya yang terasa begitu pegal karena tidur di lantai.
" Gara- gara ketiduran di lantai, jadi nya badan ku pegel semua " gerutu Vira sembari meregang kan kedua lengan otot nya.
Akhir nya orang yang di tunggu nya muncul juga, namun ia tak sendiri melainkan bersama Gita. Reno menatap heran Vira yang mengenakan kaca mata hitam di pagi hari membuat nya terlihat konyol.
" Kenapa kamu pakai kaca mata hitam pagi buta begini? hah.." ujar Reno dengan nada mengejek.
" Gak usah banyak tanya.. " jawab Vira mendengus kesal.
Tanpa basa basi Reno langsung melepas kan kaca mata yang di kenakan Vira. Dengan sigap Vira merebut kaca mata itu dari tangan Reno, namun bukan Reno namanya jika ia sampai kalah.
Reno menaikkan tangan nya memegang kaca mata itu yang membuat Vira melompat untuk merebut nya.
" Aiihh.. terserah lah kalau kamu mau tuh kaca mata ambil aja.. " ujar Vira yang telah kesal, Vira langsung masuk ke dalam mobil dengan wajah cemberut. Semetara Reno ia masih tertawa terbahak- bahak melihat wajah Vira yang seperti muka panda, yang menurut Reno sangat lucu.
Gita yang merasa di abaikan membuat nya semakin tak menyukai Vira.
__ADS_1
" Kak buruan kita berangkat ntar telat .. " ucap Gita merangkul lengan Reno dengan nada manja.
" Oke.. kita berangkat sekarang " jawab Reno yang masih menahan tawa nya membuat Gita semakin kesal.
Melihat Vira yang telah duduk di kursi belakang membuat Gita menghenti kan langkah nya, begitupun dengan Reno.
" Ada apa? " tanya nya
" Dia berangkat bareng kita? " tanya Gita balik sambil jari telunjuk nya menunjuk Vira.
" Iya.. memang kenapa? "
" Kok kita barengan sama dia sih.. aku gak mau masa iya kita satu mobil sama pembantu " ujar Gita yang membuat Vira langsung menoleh.
" Pake mobil ku aja ya.. aku bawa mobil kok kemarin " ujar nya lagi.
" Gak usah keluar.. "
" Udah gak papa.. aku naik angkutan umum aja, lagian yang di bilang dia bener kalau aku gak pantes barengan naik mobil sama kamu " ujar nya yang membuat hati Reno menjadi tak enak.
" Ihh.. kak Reno apa- apaan sih kenapa gak biarin dia naik angkutan umum aja, males banget aku satu mobil sama pembantu " gerutu Gita yang menatap Vira dengan tatapan tak suka.
Reno langsung masuk ke dalam mobil yang membuat Vira menggeser kan tubuh nya ke samping memberikan tempat untuk Reno duduk.
" Kok kakak malah masuk sih.. terus aku duduk di mana? " tanya Gita
" Kamu di depan aja.. "
" Gak mau.. aku mau nya duduk di samping kak Reno, kalai gitu Cewek ini aja yang duduk di depan "
__ADS_1
" Namanya Vera, kalau kamu gak mau ya udah naik mobil mu aja sendiri "
" Udah biar aku aja yang ngalah, aku duduk di depan.. " sahut Vira yang menengahi perdebatan mereka, Vira hendak membuka pintu samping namun lagi- lagi di tahan oleh Reno.
" Udah kubilang duduk disini.. ya disini aja " ujar Reno dengan tatapan yang tak mau di bantah membuat Vira akhir nya menurut.
Dengan perasaan yang menahan emosi Gita akhir nya duduk di kursi depan samping supir. Terlihat jelas wajah kesal dari Gita.
" Sebelum nya kak Reno gak pernah kayak gini.. Vera juga ku lihat sikap nya sudah berubah, apa kak Reno mulai suka sama cewek pembantu itu. Aku gak rela kalau sampai itu terjadi " ujar Gita mengoceh dalam hati.
" Pasti tuh cewek benci liat aku deket sama Reno, kelihatan banget cara dia liat aku tadi " gumam Vira yang juga merasa kan sikap Gita.
Vira langsung merebut kaca mata milik nya dari tangan Reno dan langsung memakai nya kembali.
" Kamu nangis? sampe mata mu sembab begitu? " tanya Reno yang penasaran.
" Bukan urusan kamu.. " jawab nya ketus
" Kamu ini bener- bener ya.. sudah lah terserah " ujar Reno kesal dengan jawaban Vira.
Suasana mobil menjadi hening, tak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka. Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah.
" Melihat perubahan sikap Vera yang seperti ini aku yakin.. jika dia punya sesuatu yang di sembunyikan " gumam Reno yang melirik sekilas ke Vira.
Hai readers.. jangan bosen ya buat ngikutin kelanjutan nya๐
jangan lupa like,komen dan beri vote..
terimakasih๐๐
__ADS_1