Terjebak Cinta Di Dunia Manga

Terjebak Cinta Di Dunia Manga
Chapter 14


__ADS_3

Terlihat murid- murid tengah menggerumbuli papan mading sekolah yang berada di lobby. Karena penasaran Vira pun ikut melihat.


Ia menerobos masuk ke dalam kerumunan untuk mencapai letak mading. Tertulis di sana bahwa sekolah akan mengadakan study tour bagi siswa kelas tiga ke sebuah pedesaan pesisir.


" Wahh... bakal seru nih, tapi kenapa harus ke pedesaan sih bukan ke tempat wisata nya aja kan lebih asik " ucap Edwis yang langsung merangkul bahu Vira.


" Edwis... kamu main rangkul- rangkul aja sih, aku pikir tadi siapa bikin kaget aja " ujar nya cemas yang membuat Edwis terkekeh.


Mereka pun keluar dari kerumunan dan pergi menuju kelas mereka. Namun sial nya mereka berpapasan dengan selly yang sejak tadi telah menatap tak suka ke mereka.


Vira hanya melalui nya begitu saja, tak memperduli kan lirikan tajam yang ia arah akan untuk Vira.


" Eh.. pembantu berhenti ! " teriak nya seketika membuat semua orang melihat mereka.


" Ngapain liat- liat... dasar kepo " ujar salah satu teman selly yang mengusir setiap murid yang menatap mereka.


Sedang kan Vira ia berpura- pura tak mendengar, ia terus melanjut kan langkah nya. Kesal karena tak ada respon,dengan geram Selly mendorong tubuh Vira dari belakang hingga ia terhuyung hampir jatuh kedepan.


" Woi ! bisa gak sih jadi orang jangan resek, heran ya aku gak di rumah gak di sini ketemu terus sama cewek aneh kayak kalian " cerocos Vira yang mulai emosi.


" Makanya.. kalau di panggil orang tuh dengerin dong "


" Aku gak ngerasa tuh kalau lagi di panggil... " sahut Vira sinis.


" Dasar gak tau diri.. udah tau pembantu pake berlagak " Timpal Tasya.


Vira yang tak mau diri nya terlibat lebih jauh lagi ia melangkah kan kaki nya pergi.


" Ayo Wis.. kita kekelas aja, kelamaan di sini bisa- bisa kena hipertensi aku " ucap nya merangkul lengan Edwis.


Tiba- tiba rambut Vira di tarik oleh Selly yang membuat tubuh Vira terpundur. Dengan kasar ia menepis tangan Selly yang menjambak rambut nya.


" Apa- apaan sih kamu... jangan cari gara- gara deh ini masih di sekolah " teriak Edwis tak terima melihat Vira meringis sakit mengusap kepala nya.


" Oohh... jadi si cupu ini juga udah mulai berani " ujar Tasya menatap nanar Edwis.


Plakk..

__ADS_1


Tiba- tiba Vira dengan berani memukul wajah Selly.


" Eh asal kamu tau ya.. Vera yang sekarang bukan lah Vera yang mudah kamu tindas dan kamu bully seperti dulu, jika kamu melukai sedikit tubuh ku dan teman kau maka rasa sakit itu akan kembalikan berlipat- lipat untuk kalian semua "


" Alah... gaya kamu Ver, sok kuat banget sih.. kamu pikir dengan kamu ngomong kayak gitu aku bakalan takut " jawab Selly


" Nih bukti nya.. " ucap nya lagi,kedua tangan nya kembali menjambak rambut Vira.


Vira pun tak mau kalah ia juga langsung membalas Selly, Edwis yang tak terima pun juga ikut membantu Vira sehingga terjadi perkelahian di sana.


Di tempat yang tak jauh, Gita tersenyum sinis menyaksikan perkelahian mereka.


" Heh...ternyata bukan hanya aku yang tak menyukai gadis babu itu, jadi aku tak perlu repot- repot untuk mengotori tangan ku buat beri dia pelajaran " ujar nya puas.


Reno yang baru saja tiba, ia melihat ada keributan di dekat ruang lobby yang membuat nya menghampiri asal suara keributan itu.


" Vira.. " gumam nya saat melihat Vira yang sedang saling tarik menarik rambut mereka.


Bahkan murid- murid di sekitar nya tak ada yang mencoba melerai pertengkaran mereka. Hanya menjadi tontonan dan beberapa di antara mereka merekam perkelahian tersebut.


Reno langsung menghampiri mereka namun langkah nya terhenti saat tiba- tiba suara lantang menggema meneriaki mereka yang membuat perkelahian itu spontan berhenti.


" Apa- apaan kalian ini.. bikin keributan pagi- pagi, mau jadi sok jagoan kalian!!" teriak pak Bonar guru olah raga yang terkenal sangat buas.


" Ikut saya ke ruang guru.. !!" pekik nya lagi yang membuat mereka semua tersentak kaget karena keras nya suara pak Bonar.


Akhir nya dengan penampilan mereka yang telah acak- acakan, mereka berjalan mengikuti pak Bonar.


Melihat wajah garang nya saja sudah membuat takut setengah mati.


Brakk...


Pak Bonar menggebrak meja nya yang membuat mereka berlima terkejut. Tak hanya mereka bahkan semua guru yang sudah berada di situ pun turut terkejut.


" Kalian ini mau belajar atau mau tawuran.. pagi- pagi sudah berkelahi ! " ucap nya tegas.


" Dia pak.. dia yang mulai duluan "

__ADS_1


" Bohong.. mereka duluan pak "


Begitu lah kira- kira mereka saling menyalah kan yang membuat Pak Bonar semakin pusing.


" Berhenti!! kepala saya sudah mau pecah menghadapi kenakalan kalian.. lebih baik sekarang kalian lari mengelilingi lapangan " perintah nya.


Sudah hampir sejam mereka terkena hukuman pak Bonar, setelah mengelilingi lapangan sebanyak dua puluh putaran kini mereka harus membersih kan taman sekolah.


Matahari sudah semakin tinggi, geng Selly sejak tadi sudah ribut mengeluh karena cuaca yang semakin terik.


" Sel.. panas nih, udahan yuk.. bisa - bisa gosong nih muka " rengek salah satu teman Selly.


" Kamu pikir aku gak kepanasan apa!! kalau bukan karena cewek babu itu kita gak bakal di hukum kayak gini " sahut nya kesal.


Mereka masih memunguti sampah yang berserakan di taman.


" Aduh... nih sekolah kata nya elit kenapa masih banyak sampah kayak begini sih " teriak Selly lagi yang membuat telinga Vira dan Edwis terasa panas mendengar keluhan mereka.


Bruukk...


" Nih.. kalian aja yang ngelanjutin, kerjaan kayak gini cocok nya buat kalian " ucap nya sembari melempar tempat sampah yang mereka pegang hingga tempat sampah itu terguling dan menumpah kan hampir sebagian isi nya.


" Eh..biasa aja dong, gak liat apa kerjaan ku udah hampir beres. mau cari gara- gara lagi ya kamu " lawan Vira yang emosi melihat sampah berserakan lagi.


Mereka sudah saling berhadapan lagi hendak mengulang kejadian tadi pagi.


" ehem.. jika kalian ingin di lanjut kan lagi hukuman nya silah kan berkelahi lagi, tapi ingat bapak tidak bisa jamin nilai kalian nanti " tegur nya, yang memang sejak tadi pak Bonar mengawasi mereka.


Mereka pun segera bubar, sebelum memancing kemarahan pak Bonar.


" Vir.. perlawanan kamu tadi pagi keren banget, aku baru tahu ternyata kamu bisa berantem juga ya " bisik Edwis terkekeh sembari memberi jempol nya untuk Vira.


" Iya dong... emang nya mentang- mentang diam terus bisa di tindas semau nya aja apa " jawab nya penuh semangat.


" Kamu gak tau aja.. kalau sebenar nya aku bukan Vera tapi Vira... jangan kan memberes kan satu cewek seperti dia, sepuluh pun aku bisa " batin nya membanggakan diri sendiri.


Hai readers.. makasih masih mengikuti cerita aku

__ADS_1


jangan lupa like,ya🙂


__ADS_2