Terjebak Cinta Di Dunia Manga

Terjebak Cinta Di Dunia Manga
chapter 19


__ADS_3

Di dalam mobil, Vira tidur dengan menyandar kan kepala nya di bahu Reno. Sedang kan pak Hadi duduk di depan bersama supir.


Reno tak berhenti menatap wajah Vira yang tertidur pulas. Wajah nya masih tampak pucat, suhu tubuh nya pun masih belum turun. Namun Vira bersikeras untuk pulang membuat Reno akhir nya menyetujui nya.


Setelah mengantar pak Hadi pulang , mereka langsung kembali ke rumah.


Sesampai nya di rumah, bi weni yang tengah menyapu halaman langsung berlari menghampiri Reno yang menggendong tubuh Vira ala bride style.


" Ya ampun... kenapa sama Vera den, kok dia di gendong gitu " ujar bi Weni panik.


" Dia demam bi, pas di bus tadi pingsan.. " jawab Reno.


Bi weni berjalan mendahului Reno menuju kamar Vira, ia langsung membuka kan pintu kamar nya dan Reno segera masuk membaring kan vira yang masih tertidur di atas kasur nya.


" Biar bibi aja yang jaga Vera den, aden istirahat aja.. " ujar bi Weni sembari membenahi selimut Vira.


" Baik lah bi aku pergi dulu.. kalau ada apa- apa panggil aku.. " ucap Reno. Kemudian ia keluar dari kamar Vira, meski sebenar nya ia ingin terus berada di sini.


Keesokan hari nya,


Vira terbangun, ia masih merasa kan kepala nya yang sedikit pusing.


" Udah bangun??? " ucap Reno yang tiba- tiba muncul di hadapan nya membuat Vira terkejut.


" Kamu? ngapain kamu di sini? " tanya Vira.


" Ck..apa ini balasan nya untuk orang yang udah nolongin kamu " ujar Reno yang kini telah duduk di tepi ranjang Vira.


Vira menggeser kan tubuh nya sedikit ke samping, ia sangat menjaga jarak dari Reno kalau- kalau ada seseorang yang masuk dan melihat mereka berdua maka akan menumbul kan masalah.


" Emm..makasih, udah jagain aku kemarin sewaktu di puskesmas... tapi apa kamu bisa pergi dari sini sekarang? "


" Kamu ngusir aku..?? "

__ADS_1


" Bisa di bilang begitu.. kamu tau kan ini tempat nya pembantu, kamu gak pantes ada sini yang ada nanti nya malah buat orang berfikiran yang enggak- enggak.. " ujar Vira.


" Memang nya kenapa kalau di sini tempat pembantu, toh mereka juga manusia kan? hanya kamu saja yang terlalu banyak berfikir " ucap nya.


Melihat Vira saat ini memang sedikit mengingat kan ia pada penolakan Vira beberapa hari lalu.


" Nanti jika orang tuamu atau Gita kemari bagaimana? takut nya mereka bakal salah paham " ujar Vira lagi.


" Ver.. apa kamu benar- benar gak mau jadi pacar aku? " tanya Reno yang masih mengingin kan jawaban dari Vira.


Vira hanya terdiam dan mengalih kan pandangan nya dari Reno. Ia belum yakin akan perasaan nya,terlebih lagi diri nya bukan lah Vera yang asli. Entah kemana jiwa Vera kini yang dengan tiba- tiba berganti dengan jiwa Vira.


" Baik lah jika kamu belum bisa beri aku jawaban.. kalau gitu aku pergi dulu jangan lupa di minum obat nya ya.. " ujar Reno dengan tersenyum meski senyuman itu terpaksa.


Dengan rasa kecewa Reno keluar dari kamar Vira, yang kini masih diam dan mengabai kan nya. Tak lagi melihat Reno di kamar nya, Vira segera beranjak dari tempat tidur menghampiri lemari tempat penyimpanan buku- buku nya.


Ia mengobrak abrik isi lemari nya berharap mendapat kan jawaban dari semua teka- teki kehidupan nya kini.


Vira membuka buku usang itu lembar demi lembar, betapa terkejut nya ia saat mengetahui isi buku tersebut yang ternyata mengungkap kan bagaimana cara pengembalian jiwa yang tak sengaja berpindah.


isi buku itu..


Cara untuk kembali ke raga mu yang asli adalah dengan membuat salah satu tokoh utama terbunuh, dia atau kamu sendiri. Dengan begitu jiwa kamu yang kini berada di raga orang lain dan bahkan juga berada di dimensi lain akan dengan sendiri nya kembali.


Vira langsung menjatuh kan buku tersebut, ia menggigit bibir nya dan tubuh nya gemetaran.


" Gak mungkin kan aku harus jadi pembunuh...buku apa itu? sangat menakut kan.. " ujar Vira mengambil kembali buku itu dan segera menyembunyi kan nya di lemari pakaian.


" Buku gila... gak ada cara lain apa selain berhubungan dengan nyawa.. " ucap nya lagi dengan kesal.


Vira keluar dari kamar nya hendak menghampiri bi Weni. Namun saat ia berjalan menuju dapur , tiba- tiba tangan nya di tarik oleh Reno dan di bawa ke kamar nya.


" Reno.. kamu gila ya, buka gak pintu nya.. " ujar Vira yang kesal dengan perlakuan Reno.

__ADS_1


" Gak.. aku bawa kamu ke sini karena aku mau kasih kamu sesuatu.. " jawab Reno yang kemudian berjalan menuju meja belajar nya dan mengambil sebuah kotak hitam.


" Ini... " ucap nya memberi kan kotak hitam itu.


" Gak mau..! lagian itu apaan sih Ren, udah deh kamu buka pintu nya sebelum mama kamu ke sini " ujar Vira lagi.


" Mama ku gak ada di rumah, dan juga kalau pun mereka ke sini itu bukan karena aku tapi karena suara kamu yang nyaring itu.. " jawab Reno yang kini telah duduk di tepi ranjang nya.


Dengan terpaksa Vira pun mengambil kotak hitam berukuran kecil itu dan membuka nya.


" Astaga!! " ucap nya terkejut setelah itu ia kembali menutup nya dan memberi kan nya lagi ke Reno.


" Kenapa di kembali kan " tanya Reno mengerut kan dahi nya.


" Kamu gila ya mau kasih aku barang mahal itu..aku gak mau " tolak Vira.


Reno tersenyum singkat melihat reaksi Vira yang mungkin tak akan terjadi pada cรจwek- cewek umum nya.


Bagaimana tidak terkejut jika di dalam kotak hitam itu terdapat sebuah kalung dengan liontin batu permata yang harga nya pasti lah sangat fantastis.


" Bukan nya kalian para cewek suka barang seperti ini ya.. "


" Gak semua cewek ya... mungkin mereka iya, tapi gak dengan aku. Kalau mau kasih barang begini harus dari keringat sendiri dong, kalau ini namanya pemerasan uang orang tua kamu "


" Mereka kan bekerja memang untuk ku, jadi gak masalah dong.. "


" Hadeeh... Reno, hasil keringat sendiri dengan hasil minta sama orang tua jelas berbeda lah. Aku gak mau terima kalau itu bukan hasil dari kerja keras kamu sendiri " ujar Vira.


" Ini lah yang aku suka dari kamu Ver.. kamu berbeda dari mereka dan kamu unik " ucap Reno dalam hati sembari menatap Vira.


Reno pun menyimpan kembali kotak itu ke dalam laci nya. Tanpa mereka sadari di depan pintu sudah ada Gita yang kini tengah mengepal kan kedua tangan nya menahan emosi mendengar percakapan mereka.


Hai..hai..aku udah update lagi nih.. jangan lupa like ya..๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2