Terjerat Cinta Sang Pengacau

Terjerat Cinta Sang Pengacau
Bab 10.


__ADS_3

Keysa yang kaget segera menoleh ke asal suara. Benar saja itu papa Keysa.


"Papa!"


"Kemari, Key!"


Bram menatap tajam ke arah Keysa. Keysa terlihat takut dengan ekspresi wajah Bram. Namun mau tidak mau Keysa harus menurut kepada sosok papanya.


Keysa pun mendekat dan duduk disisi Bram. Bukan. Lebih tepatnya duduk di depan hadapan Bram. Bram duduk dengan menatap Keysa dan berada pas di hadapan Keysa.


"Ada apa, Papa?" tanya Keysa sendiri dan memberanikan diri. Dia melihat ke arah Bram walaupun merasa takut.


"Siapa pemuda itu, Keysa? Jangan bilang kalau dia hanya teman, Key. Sudah beberapa kali dia mengantarkan kau pulang, Key. Hari ini malah papa melihat dia mengecup keningmu!" Terlihat Bram sangat marah.


Keysa menggigit bibir bawahnya. "Keysa pacaran sama Benny, Pa. Nanti Keysa bawa dia kemari biar kenalan sama Papa. Maaf, ya, Pa," ucap Keysa memelas. Dia berharap rasa belas kasihan papanya.


Namun Bram begitu marah saat tahu Keysa malah berpacaran dengan Benny. Jadi selama ini dia dibohongi. Hal ini membuat Bram semakin marah.


Kini Bram sudah mengetahui hubungan Keysa dan Benny. Dia tidak merestui hubungan Keysa dengan pemuda tersebut.


"Putuskan hubungan kalian, Key! Mulai hari ini kau akhiri saja hubungan kalian. Papa tidak suka dan papa tidak merestui."


Keysa kaget dan menatap sang papa. "Tapi, kenapa, Pa?"


"Masih kau tanya lagi kenapa? Sejak berhubungan dengan pemuda itu, kau sudah tidak jujur dengan papa." Bram menatap tajam Keysa.


"Engga, Pa. Saat Papa tanya pertama kali kami memang hanya berteman. Tapi sekarang memang sudah pacaran. Benny orangnya baik kok, Pa. Papa ketemu dahulu baru bisa berkomentar tentang Benny. Dia anak baik, Pa. Papa setujui hubungan kami, ya?" Pinta Keysa kepada Bram.


"Anak itu bukan pemuda baik. Papa pernah lihat dia balapan di jalanan dengan liar. Papa juga pernah lihat dia sebelumnya tawuran dan berkelahi dengan orang lain. Itu yang kau sebut baik, Key?! Tidak! Papa tidak setuju." Suara Bram naik satu tingkat lebih tinggi.


"Tapi, Pa."

__ADS_1


"Tidak ada kata tapi. Putus dengan dia. Papa gak mau lihat lagi kau berhubungan dengan dia, Key! Sekarang masuk ke dalam kamar!" teriak Bram.


Mama keysa sampai mendengar keributan tersebut. Dia kemudian bergabung dengan Keysa dan suaminya. Namun Keysa harus masuk kamar. Keysa pun menghentakkan kaki dan berlari masuk kamar.


"Kenapa, Pa?" tanya Mama Keysa.


Bram menghela napas panjang. Dia melihat ke arah istrinya. "Aku baru saja memarahi Keysa."


"Jangan terlalu keras dengan anak sendiri, Pa!" Melia mengingatkan suaminya.


"Pemuda itu bukan anak baik. Keysa malah pacaran dengan dia. Aku melarang hal tersebut." Bram tidak akan pernah menyetujui Benny dan Keysa berhubungan. Itulah tekad Bram saat ini.


Melia hanya menghela napas panjang. Dia tahu watak keras suaminya, walaupun begitu menyayangi Keysa, tetapi sikap melindungi begitu besar pula. Sehingga apa yang menurut Bram tidak baik akan dia larang. Melia memahami hal tersebut.


Bahkan Melia paham betul juga sikap Keysa yang saat ini sedang dimabuk asmara. Sepertinya dia tahu betul hal ini pasti akan mendapatkan pertengkaran dan pertentangan dari Keysa. Bagaimana juga Keysa masih remaja, pasti sedang memikirkan perihal kekasih dan hubungan tersebut. Melia hanya berdoa semoga kali ini dan nantinya akan baik saja.


Sedangkan di dalam kamar, Keysa menangis. Dia menangis karena sedih papanya melarang hubungan dirinya dan Benny. Dia sangat menyukai Benny. Bahkan mereka baru berbaikan masa iya Keysa putuskan kembali. Keysa memikirkan hal tersebut begitu pusing. Keysa pun kelelahan menangis hingga akhirnya dia tertidur lelap.


Keysa sudah tidak fokus belajar. Dia hanya memandang kosong. Tidak tahu harus berkata apa dengan Benny. Haruskah dia menurut kata papanya? Namun Keysa masih mempunyai perasaan kepada Benny. Dia tidak sanggup berpisah dengan Benny.


Benny melihat hal berbeda dengan Keysa, hingga kini keduanya berada di kantin sekolah. Keysa kebanyakan melamun. Benny pun bertanya.


"Kenapa, Key? Apa ada masalah?" tanya dan tatap Benny memandang ke arah Keysa.


Keysa yang mengaduk makanan dan mau menyuapi makanan ke arah mulut dari tadi tidak jadi terus dimakan. Dia melihat ke arah Benny.


"Ben. Seandainya kita berpisah bagaimana?" tanya Keysa tiba-tiba. Hal yang cukup mengejutkan bagi Benny.


"Salah gue apa lagi, Key? Gue jelas gak mau lah pisah dari elu. Gue sayang dan cinta samamu, Key!" Benny meraih tangan Keysa dan dia genggam erat.


"Elu gak salah kon, Ben. Gue cuma nanya saja." Keysa berpura-pura baik-baik saja. Dia berniat menyimpan hal tersebut di dalam hati.

__ADS_1


"Pokoknya gak boleh pisah, ya, Key. Love you!" Benny tersenyum lembut ke arah Keysa. Keysa pun tersenyum. Bahkan Keysa juga menjawab, " Love you too." Mereka kemudian melanjutkan makan.


Keysa berpikir akan melanjutkan saja hubungan mereka. Papa memang menentang dan melarang, walaupun begitu mereka tetap menjalani hubungan. Keysa diam-diam tetap berhubungan dengan Benny. Keysa akan merahasiakan hal tersebut dari papanya.


Keysa tidak bisa lepas dari jerat cinta Benny. Dia begitu mencintai Benny dan Benny pun begitu mencintai Keysa. Biarlah saat ini mereka menjalani hubungan diam-diam dari sang papa. Begitulah pikir Keysa.


***


Ronie yang di rawat cukup lama di rumah sakit, kini akhirnya keluar dari rumah sakit. Sepeda motor miliknya juga diperbaiki. Dia begitu kesal dan marah dengan Benny. Ada rasa dendam dan benci yang dirasakan Ronie.


Dalam hati Ronie berniat membalas Benny. Dia sudah menetapkan Benny sebagai musuhnya. Ronie pun mencari kabar Benny. Dari para anak buahnya akhirnya dia tahu kalau sekarang Benny bersekolah di SMA favorit. Bahkan sekarang dekat dengan seorang gadis.


"Gue akan nuntut balas! Siap-siap aja elu, Ben. Terima pembalasan gue nanti," ucap Ronie penuh api amarah.


Saat hubungan Keysa begitu manis-manisnya dengan Benny, musuh lama Benny pun datang mengganggu. Dia ingin menggangu Benny dengan sang kekasih.


"Awas elu, Ben! Titik kelemahan elu bakal gue pakai!" Senyum jahat terlukis di wajah Ronie.


Kemudian Ronie menyuruh anak buahnya untuk memata-matai Benny dan Keysa. Jika ada kesempatan akan dia pakai untuk membalas dendam.


Selama beberapa hari anak buah Ronie mengawasi Benny dan Keysa. Pas kebetulan hari itu Benny tidak bisa pulang bersama Keysa. Dia hanya mengantarkan Keysa ke toko buku, selanjutnya Benny pamit pulang dahulu karena dia ada job dipanggil ke bengkel. Benny sudah cerita ke Keysa kalau dia bekerja di bengkel. Akhirnya Keysa pulang sendirian.


Sore hari setelah dari toko buku, Keysa pulang dan menunggu bus di halte bus. Tidak lama kemudian beberapa anak buah Ronie mendekat ke arah Keysa. Sesuai instruksi Ronie kepada anak buahnya agar menculik Keysa.


Keysa merasakan hal aneh. Kenapa beberapa gerombolan anak genk motor mendekati Keysa.


"Halo Nona cantik, apa kabar? Kenalan boleh dong," ucap salah satu dari mereka.


Keysa merasa takut, sehingga dia memilih pergi. Namun langkah Keysa terhenti saat melihat para kelompok tersebut malah menghalangi jalannya. Sebuah suara kemudian terdengar.


"Berhenti kalian! Jangan ganggu gadis itu!"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2