Terjerat Cinta Sang Pengacau

Terjerat Cinta Sang Pengacau
Bab 11.


__ADS_3

Keysa dan para anak buah Ronie melihat ke asal suara. Ternyata itu suara Rey, teman dari Benny. Tadi Rey melihat seorang gadis manis dan cantik. Hati Rey tergerak dan bergetar saat melihat Keysa.


Kemudian para anak buah Ronie datang dan mau menggangu Keysa. Saat itulah Rey datang dan mau menolong Keysa.


"Lepaskan cewek itu!" teriak Rey.


"Bukan urusan elu! Minggir aja sana!" teriak pula salah satu dari anak buah Ronie.


Rey kemudian mendekati mereka dan menendang beberapa diantara mereka sehingga akhirnya mereka jatuh. Keysa yang ketakutan segera ditarik Rey.


"Ayo! Ikut sama gue!"


Keysa hanya menganggukkan kepala. Mereka kemudian berlari dan para anak buah Ronie kembali menaiki sepeda motor mereka.


Setelah Rey dan Keysa berlari, Rey mengajak Keysa naik sepeda motor miliknya. Mau tidak mau, karena Keysa tidak ada pilihan lain, maka dia pun ikut dibelakang Rey. Rey membonceng Keysa. Dia kemudian melajukan sepeda motor.


Terjadi kejar mengejar diantar Rey dan para anak buah Ronie di jalanan. Rey memacu laju kendaraan miliknya. Hal tersebut membuat Keysa takut. Dia akhirnya memegang erat Rey dari belakang. Hal tersebut malah membuat debaran aneh di hati Rey.


Kemudian sepeda motor Rey disenggol dengan sengaja. Akhirnya Rey dan Keysa jatuh. Syukur saja tidak ada luka parah. Kemudian para anak buah Ronie mendekati Rey dan Keysa yang jatuh.


"Mampus elu! Hajar dia!"


Mereka kemudian mulai menghajar Rey.


Rey tidak tinggal diam. Dia pun membalas dengan membela dirinya. Terjadi baku hantam antara Rey dan para anak buah Ronie. Namun tidak begitu seimbang karena Rey sendirian, sedangkan Keysa memilih ke pinggir. Dia takut dengan suasana tersebut.


Rey kalah jumlah dan dia akhirnya habis dibantai serta babak belur. Saat itulah, Benny datang. Awalnya Benny menunggu Rey yang begitu lama. Mereka sedang mencari oli yang akan digunakan untuk bengkel tempat dimana mereka bekerja.


Sudah begitu lama Rey tidak kunjung tiba, akhirnya Benny memutuskan mencari Rey. Tidak disangka Rey malah dihajar sampai babak belur. Benny yang sedang mencari Rey dan melihat sang sahabat sedang dikeroyok segera saja Benny datang membantu. Bahkan dia cukup kaget ternyata ada Keysa pula.


"Rey! Keysa!" Suara Benny melihat ke arah Rey dan Keysa bergantian.


Para anak buah Ronie berhenti menghajar Benny. Sebagai gantinya mereka melihat ke arah Benny.


"Eh, elu udah datang?! Baguslah. Jadi sekalian dihajar saja," ucapnya dan kemudian mulai mengeroyok Benny. Syukur saja Benny jago berkelahi.


Baku hantam terjadi. Benny melawan mereka. Keysa terlihat cemas. Rey sendiri kini telah bangun walaupun penuh luka. Dia membantu Benny.


Akhirnya Benny dan Rey melawan anak buah Ronie secara bersamaan. Baku hantam pun terjadi. Namun kemudian Benny lebih unggul akhirnya para anak buah Ronie pun bergegas pergi.


"Cabut!" ucap salah satu seorang dari anak buah Ronie.


Rey dan Benny saling menatap kemudian tersenyum.


"Gimana elu, Rey?"


"Aman. Thanks." Rey berusaha tersenyum walaupun dia sedang kesakitan.


Kemudian Benny mendekati Keysa. Rey mengerutkan kening. Dia tidak tahu cewek itu adalah pacar Benny.


Benny memandang ke arah Keysa. "Key, elu gak apa-apa?" Terlihat jelas kalau Benny begitu cemas.


Keysa tersenyum lembut. "Gue baik aja. Makasih, ya," ucap Keysa.

__ADS_1


Rey kaget saat mendengar Benny menyebutkan cewek itu Keysa. Dia melihat ke arah Benny dan Keysa bergantian.


Benny memeluk Keysa dengan erat. Hal tersebut membuat hati Rey serasa agak kacau. Namun begitu dia bersikap tenang agar tidak ada yang tahu isi hatinya.


Setelah memeluk Keysa dan memastikan gadis tersebut baik saja, Benny mengajak Keysa berkenalan dengan Rey.


"Rey, kenalin ini Keysa. Cewek gue. Cantik 'kan," ucap Benny tanpa menyadari tatapan mata dari Rey.


"Keysa, ini Rey. Teman baik gue." Benny menatap ke arah Keysa kemudian ke arah Rey.


Keysa tersenyum. Kemudian Rey dan Keysa berjabat tangan. Setelah Itu, Benny mengajak Keysa ke tempat mereka. Rey hanya mengikuti saja.


Benny kemudian naik sepeda motor miliknya dan Keysa duduk di belakang Benny. Rey juga menaiki sepeda motor miliknya yang sempat terjatuh dan tergeletak biasa saja. Kemudian mereka ke arah bengkel.


Beberapa saat kemudian sampailah ke bengkel. Benny mengenalkan Keysa ke pemilik bengkel. Kemudian Keysa menunggu Benny dan Rey yang sedang bekerja di bengkel. Selang beberapa jam kemudian, Benny pulang bersama Keysa. Rey tidak ikut. Dia merasa kurang nyaman. Jadi memilih tetap di bengkel.


Hanya Benny dan Keysa yang pulang. Pulang ini ke rumah Rey dan Benny. Sampai di tempat, Benny meminta Keysa duduk dahulu di sofa. Benny sendiri pergi mandi.


Keysa menunggu dalam diam. Dia memperhatikan sekeliling. "Oh, ini tempat Benny tinggal," ucapnya begitu polos.


Beberapa saat kemudian, Benny sudah selesai mandi, dia pun berpakaian rapi. Benny kemudian duduk disisi Keysa.


"Mau minum?" tawar Benny kepada Keysa.


Keysa tersenyum. "Apa aja boleh kok."


Benny mengangguk. Dia berjalan ke arah lemari pendingin. Mengambil minuman dingin. Satu diberikan kepada Keysa dan satu lagi dia teguk minum minuman tersebut.


Keysa pun ikut minum. Kemudian keduanya kembali diam dan hanya memegang botol minuman mereka. Benny menatap ke arah Keysa.


Keysa tersenyum dan mengangguk. Namun beberapa detik kemudian dia segera menggeleng.


"Gak usah, Ben. Gue pulang sendiri aja." Keysa takut papanya akan tahu. Bisa marah besar lagi papa Keysa mengetahui Keysa masih berhubungan dengan Benny.


"Loh. Gue takut kenapa-napa sama elu, Key." Tatap Benny sambil mengerutkan kening menatap ke arah Keysa.


"Gak apa. Aman aja kok. Entar antar aja ke halte bus dan tunggu sampai bus datang aja, ya." Keysa tersenyum lembut. Benny melihat senyuman tersebut. Dia kemudian semakin mendekat ke arah Keysa.


Keysa merasa tegang. Namun kemudian Benny mengelus pipi Keysa. Cup cup cup. Benny mengecup bibir mungil dan manis milik Keysa. Hati keduanya begitu bergetar. Keysa perlahan memejamkan mata dan menikmati perlakuan lembut dari Benny.


Tanpa mereka sadari kalau ada Rey yang menatap dan mengintip Benny yang sedang mencium Keysa. Hati Rey seakan cemburu. Dia kemudian berpaling dan menjauh pergi. Tadinya dia mau pulang dan mandi karena sudah selesai di bengkel. Dia kira Keysa sudah tidak ada. Tahunya yang Rey lihat kini Benny dan Keysa bermesraan.


Seketika hati Rey menjadi sakit. Baru kali ini Rey jatuh hati, tetapi malah dengan cewek yang salah. Malah dengan cewek Benny pula. Rey yang sadar ada yang salah pada dirinya memilih pergi saja. Dia membiarkan kedua orang tersebut di dalam rumah.


Di lain tempat, Ronie sedang memarahi para anak buah yang ditugaskan mengawasi Benny dan Keysa. Kemudian disuruh menculik Keysa. Namun nyatanya malah gagal.


"Bodoh kalian semua!" teriak Ronie marah-marah. Dia kemudian menendang anak buahnya satu persatu.


"Sekarang balik ke sana dan culik gadis itu! Paham!" Mata Ronie begitu merah padam menahan emosi.


"Paham, Bos."


Mereka kembali pergi dan mau menculik Keysa.

__ADS_1


Kemudian tiba saatnya Keysa pulang. Benny mengantarkan sampai halte bis. Para anak buah Ronie kemudian datang. Kali ini Benny tiba-tiba dipukul dari belakang. Benny kaget dan menjadi oyong.


"Benny!" teriak Keysa. Namun mereka kemudian menangkap Keysa. Keysa pun dibawa oleh para anak buah Ronie.


"Keysa!" seru Benny dan dia kemudian pingsan.


Beberapa jam kemudian, Benny sadar. Saat dia sadar sudah kembali ke rumah Rey. Tadi Rey yang menemukan Benny tergeletak di jalanan dan dia bawa ke rumah kembali. Kini Benny telah sadar.


"Gue kok disini?" tanya Benny. Dia memegang kepalanya yang terasa sakit begitu dia baru sadar.


Rey datang mendekat. "Elu pingsan. Gue bawa pulang. Apa terjadi sesuatu, Bro?" Tatap serius Rey ke arah Benny.


Seketika itu Benny teringat Keysa. "Sial! Mereka menculik Keysa. Aku harus menolong Keysa."


Rey mengerutkan kening. "Mereka itu siapa?"


Benny menatap Rey. "Gue gak tahu. Tapi kayaknya para anggota Ronie. Terlihat jelas gaya pakaian mereka dan sepeda motor yang mereka pakai." Benny segera bangun dan berdiri. Rasa sakit terasa kembali.


"Istirahat dahulu aja, Ben. Elu masih pusing kan?" Usul Rey yang melihat kondisi Benny kurang baik.


"Gak bisa. Gue harus nolong Keysa!" Benny tetap bersikeras.


"Oke. Kalau gitu gue cari bantuan." Rey bangun dan segera menelepon beberapa teman. Setelah itu dia bergegas naik sepeda motor agar segera berkumpul dengan yang lainnya.


Benny sendiri menaiki sepeda motor miliknya dan mengendarai menuju wilayah Ronie biasa kumpul. Sampai di tempat ternyata Benny sudah ditunggu kedatangannya. Benny kini berhadapan dengan Ronie.


"Dimana Keysa? Lepaskan dia! Aku tahu anggota mu pelakunya, Ronie!" Tatap Benny begitu sangar.


Ronie hanya tersenyum. "Oke. Gue lepaskan. Tapi sebelum itu elu musti hadapin mereka." Tunjuk Ronie ke beberapa anak buah yang besar dan tinggi seperti pegulat saja bentuk tubuhnya.


"Baik!"


Terjadilah keributan antara Benny dan musuhnya.


Keysa kemudian dimunculkan oleh Ronie. Benny menatap ke arah Keysa. Saat itulah Benny dihajar babak belur.


"Tidak." jerit Keysa dan kemudian dia menangis. Apalagi kemudian musuh Benny mulai mengganggu Keysa, pacar Benny.


Ronie mulai menyentuh Keysa dan memukuli Keysa. Benny kesakitan melihat Keysa di pukul oleh Ronie.


"Hentikan! Pukul saja aku sepuasnya!" teriak Benny. Ronie hanya tersenyum mengejek.


"Pukuli Benny habis-habisan. Setelah itu, elu, Ben. Hadapilah gue. Kita tanding balapan. Bagaimana? Elu menang bisa bawa cewek ini!" Ronie menarik rambut Keysa dan kemudian mendorong tubuh Keysa.


Akhirnya demi menolong Keysa, Benny menurut perkataan musuhnya.


"Oke. Gue setuju." Benny menyetujui. Dia berdiri dengan sisa-sisa kekuatan yang masih ada. Padahal tubuh Benny terluka karena dihajar oleh para musuh.


Benny dan Ronie sepakat balapan. Mereka naik ke atas sepeda motornya masing-masing. Mereka berdua bersiap. Kemudian mereka melakukan aksi kebut-kebutan di jalanan dengan jalanan yang berbahaya. Benny mempertaruhkan nyawanya demi Keysa. Bahkan Benny sempat terluka saat disenggol oleh Ronie, yang kebetulan si musuh menusuk pisau ke arah perut Benny.


Benny berusaha tetap bertahan walaupun terluka. Di putaran akhir saat akan kembali ke pos tempat Ronie dan anak buahnya berada, Benny kemudian terjatuh dari atas sepeda motor.


Keysa yang melihat kaget. Dia pun berteriak.

__ADS_1


"Benny!"


Bersambung.


__ADS_2