Terjerat Cinta Sang Pengacau

Terjerat Cinta Sang Pengacau
Bab 13.


__ADS_3

Semua orang menatap ke arah Roy. Baik Miko, Keysa dan Rey kaget dengan kedatangan Roy saat ini. Bagi Miko dan Keysa bingung siapa sebenarnya Roy? Namun hanya Rey yang mengetahui siapa Roy sesungguhnya.


"Om!" Tatap Rey ke arah Roy. Roy hanya sekilas melihat ke arah Rey. Kemudian dia melirik ke arah Miko dan Keysa juga.


"Teman-teman Benny juga kok, Om." Rey memberitahukan karena sadar akan tatapan mata Roy.


"Hem." Roy hanya merespon singkat. Dia kemudian beralih ke arah dokter yang menangani Benny. Situasi saat ini sedang kritis.


"Ambil saja darah aku. Aku adalah papa dari Benny," ucap Roy yang membuat Keysa dan Miko kaget. Mereka saling pandang.


"Baik. Mari ikuti saya." Dokter segera membawa Roy. Roy pun mengikuti dokter agar bisa segera menolong Benny. Bagaimana juga mereka adalah ayah dan anak.


Operasi Benny kembali segera dilanjutkan.


Diluar ruangan operasi, Keysa, Miko dan Rey kembali berdoa untuk keselamatan Benny. Miko bahkan mulai bertanya kepada Rey.


"Elu kenal papa Benny, Rey?" tanya Miko dan Rey mengangguk. Keysa menatap ke arah Rey dan Miko. Dia mendengarkan mereka berdua.


Tentu saja Rey mengenal papa Benny. Bahkan sangat tahu. Dahulu Rey dan Benny sempat satu sekolah. Namun Rey putus sekolah terlebih dahulu dari pada Benny. Biar pun begitu, mereka tetap berteman baik.


Rey juga tahu apa yang membuat Benny dan papanya bertengkar hebat. Sehingga Benny memilih pergi dari rumah dan hidup di jalanan. Rey tahu semuanya.


Miko tidak tahu menahu karena dia baru mengenal Benny setelah Benny hidup di jalanan. Maka itu Miko kaget dengan pria bersetelan jas mahal datang dan mengaku sebagai papa Benny.


Keysa juga cukup kaget. Dia tidak tahu kalau Benny masih punya seorang papa. Keysa pikir Benny hidup sebatang kara. Jika dilihat penampilan papa Benny terlihat orang berada. Namun Benny terlihat seperti anak jalanan.


Miko kembali bertanya. "Jadi Benny masih punya orang tua. Kok dia gak pernah cerita dan gak pulang ke rumah. Malah milih jadi anak jalanan kayak kita," ucap Miko.


"Itu Benny punya alasannya sendiri. Gue gak bisa cerita karena itu masalah pribadi Benny." Lanjut kata Rey. Bagaimana juga itu masalah Benny dengan papanya, sehingga Rey tidak mungkin ikut campur.


"Oke, Bro. Gue paham." Miko mengangguk.


Kini baik Miko dan Keysa tahu Benny masih punya seorang papa. Keysa kini merasa tidak tahu apapun tentang Benny. Seolah banyak hal disembunyikan oleh Benny. Keysa menjadi merasa asing.

__ADS_1


Akan tetapi, Benny adalah penolong dirinya. Jika tidak ada Benny, entah bagaimana nasib Keysa ditangan Ronie. Padahal karena Benny maka Keysa bisa terkena musibah tersebut.


Namun Keysa masih belum sadar kalau Ronie melakukan semua itu karena ingin membalas Benny. Ronie dan Benny adalah musuh.


Beberapa jam telah berlalu. Akhirnya Benny pun selamat. Kini dia dirawat di kamar pasien. Masih belum sadar diri. Papa Benny, Roy kemudian melihat sebentar ke ruangan Benny.


Miko, Rey dan Keysa melihat ke arah Roy. Setelah melihat anaknya, Roy pun pergi. Keysa agak bingung kenapa papa Benny pergi begitu saja setelah menolong Benny.


Roy pergi begitu saja tanpa pamit. Dia bahkan berpesan kepada dokter agar memberikan pelayanan terbaik untuk kesembuhan Benny. Masalah biaya rumah sakit juga sudah dibayarkan Roy. Setelah urusan di rumah sakit selesai barulah Roy pergi.


"Urusan kita sudah selesai. Mari pulang," ucap Roy dan segera diangguki oleh Zaki.


"Baik, Pak."


Berkat papa Benny, akhirnya Benny pun selamat dan tertolong. Setelah menolong Benny, papa Benny pun pergi dan tidak bertemu dengan Benny, bahkan jika setelah Benny sadar pun, Papa Benny sama sekali tidak menemuinya.


Keysa dan Miko serta Rey bergantian menjaga Benny.


"Iya, Key."


Rey menatap gadis cantik di depannya saat ini. Sesungguhnya Rey menyukai Keysa saat pertama kali melihatnya. Namun sayangnya Keysa sudah jadi milik Benny. Dia tidak mungkin mendekati Keysa. Jadi Rey memilih untuk berteman saja.


"Elu tau dan kenal papa Benny? Kenapa mereka seperti sekarang ini?"


"Iya, Key. Tapi ada baiknya elu tanya Benny aja nanti, ya." Rey menyarankan agar Keysa bertanya langsung nanti kepada Benny.


Keysa mengerti. Dia mengangguk paham. "Oke."


Rey menatap Keysa. "Sebaiknya elu pulang. Pasti sudah dicariin orang tua elu, kan?" Rey yakin dan tahu Keysa saat ini dicari keluarganya. Syukurnya sekarang Keysa juga sudah diobati pula. Ada beberapa luka akibat ulah Ronie. Namun tidak parah. Sekarang Keysa sudah baikan. Dia hanya mencemaskan Benny, walaupun masa kritis sudah lewat, tetapi dia masih cemas dengan Benny.


Keysa menggeleng. "Gue masih mau disini. Jagain Benny. Karena gue maka Benny jadi gini, Rey. Gue gak bisa ninggalin Benny."


"Pulang aja. Miko dan gue bisa gantian jagain Benny. Gue antarin elu pulang, ya. Biar Miko disini jagain dahulu. Elu tenang aja, kami bakal gantian jagain Benny." Rey menyakinkan Keysa. Namun Keysa masih saja mau tinggal menjaga.

__ADS_1


"Gue masih mau disini," ucap Keysa perlahan.


Rey paham kalau Keysa sedang mencemaskan Benny. Mereka pacaran pasti tentunya Keysa ingin tetap di sisi Benny. Rey menghela napas panjang.


Rey tidak mungkin memaksakan. Dia akhirnya membiarkan Keysa tetap disisi Benny. Keysa duduk di kursi yang ada di dekat ranjang pasien. Dia memandang ke arah Benny yang masih tertidur lelap. Keysa bersyukur karena Benny telah selamat dari masa kritis. Sudah dua kali Keysa melihat Benny di antara hidup dan mati.


Syukur saja Benny masih punya banyak nyawa jadi hingga kini dia selamat. Bukan banyak nyawa, lebih tepatnya keberuntungan yang selalu dipihak Benny.


Keysa dan teman Benny (Miko dan Rey) selalu menemani Benny di rumah sakit. Sampai akhirnya papa Keysa mengetahui keberadaan anaknya. Keysa dimarahi oleh papanya. Dia diajak papanya untuk pulang. Namun Keysa tetap bersikeras tidak akan meninggalkan Benny.


"Keysa!" Panggil papa Keysa saat melihat Keysa keluar ruangan kamar pasien. Dia berniat mau ke mini market membeli makanan. Namun malah melihat papanya datang.


"Papa! Bagaimana Papa bisa disini?" tanya Keysa kaget.


"Ayo kita pulang sekarang!"


Papa Keysa langsung menarik tangan Keysa. Keysa ditarik secara paksa. Keysa berontak, tetapi tetap ditarik papanya. Sebenarnya papanya mencari ke sana kemari keberadaan Keysa.


Kemudian ada kenalan papa Keysa di rumah sakit dimana Benny di rawat dan berkata melihat Keysa di rumah sakit tersebut. Maka itu setelah papanya tahu segera menyusul. Dia mau membawa Keysa kembali pulang.


Setelah berjalan cukup jauh. Keysa menepis tangan papanya.


"Lepas, Pa!" Keysa menepis kemudian menarik tangannya secara kasar.


Tangan Keysa terlepas. Papa Keysa terlihat marah. Dia memandang Keysa dengan tajam.


"Pulang sekarang! Ikut sama papa!"


"Engga, Pa. Keysa masih mau disini!"


Plak! Suara tamparan. Keysa ditampar oleh papanya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2