Terjerat Cinta Sang Pengacau

Terjerat Cinta Sang Pengacau
Bab 7.


__ADS_3

Hari dimana balapan dengan Ronie pun tiba. Kali ini Benny tidak akan mau kalah lagi. Sepeda motor sudah dicek dan diperiksa. Semua terlihat aman dan dalam kondisi baik sepeda motor Benny. Benny datang ke arena yang akan dijadikan tempat balapan.


Benny datang bersama Rey. Ronie dan para pembalap lain juga hadir pula di tempat tersebut. Taruhan pun mulai dipasang. Banyak yang menaruh taruhan kepada Ronie. Mereka memasang banyak uang untuk memilih kemenangan Ronie.


"Udah siap, Bro?" Tatap Rey dan turun dari motornya.


"Sip," ucap Benny dan bersiap ke arena. Rey menunggu di dekat para penonton balapan. Dia memasang atas nama Benny.


Benny masuk ke barisan para pembalap. Sepertinya banyak yang mengikuti tantangan dari Ronie. Ronie menjanjikan hadiah uang yang banyak memang, karena itu banyak yang ikutan.


Ronie melihat ke arah Benny. Dia tersenyum.


"Wah. Bertemu kembali kita. Bagaimana? Elu mau ikutan lagi? Sudah siap dan terima kekalahan elu berikutnya," ucap Ronie dengan sombongnya.


Benny hanya tersenyum dan bersikap santai. "We will see! "


Ronie tersenyum sinis. Kemudian dia bersiap dan naik ke sepeda motor balapannya. Semua peserta juga bersiap. Benny juga sama. Kemudian aba-aba dimulai dan dihitung. Setelah bunyi pluit dan bendera dikibar-kibarkan. Selendang hijau dilemparkan dan semua memacu kendaraan mereka.


Saling dulu mendahului. Masing-masing memacu kecepatan kendaraan mereka. Salip menyalip. Benny berkendara dengan posisi tenang awalnya setelah itu dia memacu kecepatan kendaraan miliknya. Mereka semua berlomba dengan cepat.


Dua putaran sampai tiga putaran telah berlalu. Namun semua masih berusaha keras. Ronie sendiri memimpin di paling depan. Tepat saat itulah, Benny memacu dengan kecepatan maksimal dan dia memencet tombol NOS, sehingga kecepatan Benny melampaui beberapa pembalap lainnya.


Kemudian Ronie melihat kedatangan Benny yang menyusul dirinya dari belakang. Kini Benny sudah tepat dibelakang Ronie. Ronie masih saja arogan. Dia tidak akan memberikan jalan bagi Benny. Kemudian taktik lama akan Ronie mainkan kembali. Dia bermaksud menyenggol kendaraan Benny kembali. Namun hal tersebut sudah terbaca oleh Benny.


Mereka bersisian dalam memacu kendaraan. Namun saat Ronie mendekat dengan Benny. Seketika Benny segera mengelak. Ronie yang mau menyenggol malah meleset. Dia seakan sulit mengendalikan laju kecepatan milik kendaraan Ronie. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Benny. Dia memacu kendaraan dan menyenggol Ronie. Kemudian Ronie oleng dan langsung ditabrak saja oleh Benny.


Brak!!


Suara tabrakan yang amat sangat kuat. Kemudian Benny mengalihkan kendaraan miliknya dan langsung memacu ke garis akhir. Sedikit lagi kemenangan akan dimiliki oleh Benny. Namun untuk Ronie yang disenggol kemudian ditabrak dengan sengaja langsung terjatuh dan terguling-guling. Ronie luka parah beserta kendaraannya yang juga rusak parah.


Para pembalap lainnya juga melintasi Ronie dan melewati Ronie yang terkapar begitu saja. Semua sedang menuju garis akhirnya. Akhirnya setelah cukup lama, Benny pun yang sampai dan dia menang.


"Itu Benny! Yes! Menang!" teriak Rey karena kesenangan.


Benny tiba dahulu dan disusul pembalap lainnya. Namun dipastikan pemenangnya adalah Benny. Benny turun dari kendaraan miliknya, kemudian berpelukan dengan Rey.


"Congrats, friend!" seru Rey dan memeluk Benny dengan erat.


"Thanks, Bro!" Benny tersenyum bahagia akan kemenangan miliknya.


Para pembalap lain yang juga sudah tiba di garis akhir, segera bertepuk tangan atas kemenangan Benny. Mereka semua mengucapkan selamat.


Benny dan Rey menerima banyak uang atas kemenangan mereka.


Disisi lain para teman Ronie segera menyusul Ronie dan menolong dirinya. Ronie segera dilarikan ke rumah sakit.


Benny dan Rey pulang membawa kemenangan mereka berdua. So happy.

__ADS_1


***


Keesokannya.


Benny dari pagi sudah senang sekali. Dia menunggu di halte bus agar bisa berangkat sekolah bersama Keysa. Beberapa saat kemudian, Keysa pun sampai. Mereka saling menyapa kemudian naik bus bersama.


Benny dan Keysa duduk bersebelahan. Keysa menatap ke arah Benny.


"Kok elu kelihatan lagi happy gitu?" Tatap Keysa melihat ke arah Benny.


Benny tersenyum. "Lagi senang aja. Oh, iya. Pulang sekolah kita jalan, yuk!" ajak Benny.


"Kemana?" tanya Keysa heran.


"Ada deh," ucap Benny. Hari ini rencananya Benny mau mengutarakan isi hatinya kepada Keysa. Jadi sekalian ngajak Keysa kencan. Dia menang banyak uang maka Benny merasa ini waktu yang tepat.


"Hem. Main rahasia gitu. Oke dah. Asal gak aneh-aneh, ya." Tatap Keysa dengan serius. Dia sambil menunjukkan jari telunjuk ke arah Benny.


"Siap Tuan Putri yang cantik. Aman kok," ucap Benny sambil tersenyum dan Keysa pun tersenyum.


Beberapa saat kemudian mereka sampai ke sekolah. Keysa dan Benny turun dari bus, kemudian mereka berjalan bersisian dan masuk ke sekolah bersama.


Dari jauh Devan, Bima dan Vino sudah memerhatikan mereka. Kemudian mereka melihat Keysa masuk ke dalam kelas dan disusul oleh Benny. Namun mereka segera memanggil Benny.


"Ben! Kita mau ngomong bentar sama elu!" Bima dan kedua temannya kini sudah ada dihadapan Benny.


Benny melihat ke arah tiga pemuda yang cukup populer di sekolah mereka.


"Gak enak disini. Cari tempat lain aja," ucap Devan kemudian.


Devan bersama Bima dan Vino berjalan dahulu, Benny pun mengikuti mereka.


Kini mereka sedang berada di belakang sekolah. Benny menatap mereka satu persatu.


"Mau apa kalian?" tanya Benny dengan heran menatap ketiga pemuda di depannya.


"Kita langsung aja. Kami gak suka elu dekat sama Keysa. Jadi mulai sekarang elu jauhi Keysa," ucap Devan menyampaikan maksudnya.


Benny hanya tersenyum meremehkan. "Atas dasar apa, hah? Kalian bukan siapa-siapanya Keysa?" Tatap Benny yang berubah jadi garang.


"Wah, nyolot nih anak!" Vino mulai panas.


"Kita sikat aja. Kita bertiga dan dia sendiri. Pasti kalah lah," ucap Bima menjadi kompor.


Devan pun menarik kerah baju Benny dan segera Benny tepis. Akhirnya terjadi perkelahian diantara Benny dengan Devan, disusul Vino dan Bima yang ikut serta mengeroyok Benny.


Tiga lawan satu. Sungguh tidak seimbang. Namun Benny bukan pemuda biasa. Dia bisa melawan. Benny merupakan pemuda tangguh dan juga bisa berkelahi.

__ADS_1


Terjadi perkelahian antara Benny dengan tiga pria yang memperebutkan Keysa. Ivony kebetulan lewat dan mendengarkan keributan. Dia berjalan mendekati lokasi keributan. Terlihat jelas oleh Ivony kalau Benny berkelahi dengan Devan, Bima dan Vino. Mereka adu jotos dan baku hantam.


"Kami bilang jauhi Keysa! Dengar gak elu!" teriak Devan di sela perkelahian mereka.


"Never!" teriak Benny pula.


"Hajar dia bersama-sama!" ucap Bima.


"Biar mampus elu!" Vino tidak kalah sangar. Dia seakan terbawa emosi pula. Mereka masih baku hantam dengan Benny.


Ivony yang mendengar mereka memperebutkan Keysa merasa tidak senang. Ivony semakin tidak suka dengan Keysa karena hal tersebut. Bagi dia kalau Keysa itu hanya cari perhatian saja.


"Dasar Keysa suka kecaperan! Sekarang malah para anak cowok berantem gara-gara rebutin dia!" Mata Ivony memperlihatkan ketidaksukaan dari dirinya.


Ivony segera berlari dan mencari guru. Kemudian karena terjadi keributan dengan tiga pemuda antar Benny dengan mereka, maka mereka sampai masuk ruang BP. Mereka semua kena teguran.


"Benny! Devan! Bima! Vino! Berhenti kalian semua!"Pak Karyo begitu marah melihat anak didiknya berkelahi.


Benny dan ketiga pemuda tersebut pun berhenti. Mereka masing-masing sudah ada luka lecet dan sedikit bonyok. Semua diam dan menundukkan kepala.


"Ayo ikut Bapak masuk ke ruangan BP!"


Benny dan ketiga pemuda tersebut pun mengikuti Pak Karyo. Di dalam ruangan BP Benny dan ketiga pemuda ditanya-tanya masalah apa yang membuat mereka ribut.


Namun semua diam dan tidak berucap. Akhirnya Pak Karyo menasehati mereka dan menegur. Jika masih saja berkelahi dilingkungan sekolah maka akan segera ditindaklanjuti. Mereka semua mengangguk saja. Usai selesai dari ruangan BP, mereka pun pamit keluar dari ruangan BP.


Disisi lain, Ivony mendatangi meja dan kursi Keysa yang sedang baca buku pelajaran.


"Hey, lu Keysa! Gara-gara elu teman-teman kita jadi kena masalah dan masuk ke ruangan BP! Emang elu jadi cewek kok ganjeng banget, sih!" teriak Ivony tiba-tiba setelah menggebrak meja Keysa.


Keysa yang kaget melihat ke arah Ivony. "Apa elu bilang tadi?!" Tatap Keysa dengan kening berkerut.


"Ya ampun! Budeg ya elu! Benny berkelahi dengan Devan, Vino dan Bima. Mereka sekarang di ruangan BP. Itu semua gara-gara elu! Paham!" Aura wajah Ivony begitu kesal. Namun di wajah Keysa terlihat kaget dan panik.


"Hah! Berkelahi! Lalu Benny?!" Keysa bangun dan segera berlari keluar mencari Benny. Dia berlari ke arah ruangan BP. Ivony hanya bertolak pinggang karena kesal dengan Keysa.


Benny, Devan, Vino dan Bima baru saja keluar dari ruangan BP setelah begitu banyak teguran dan nasehat yang harus mereka dengarkan. Setelah semua diluar kembali Devan dan kedua temannya menatap Benny dengan mata kebencian dan amarah.


Benny pun melihat ke arah mereka. "Apaan elu semua natap gue!"


"Kali ini elu selamat. Tapi lain kali jangan harap!" ucap Devan dengan tegas dan diangguki oleh Bima dan Vino juga.


Selanjutnya mereka masih saja ribut diluar sekolah, tetapi kali ini ribut dengan adu mulut saja diantara mereka. Namun kali ini Benny mengajak taruhan balapan saja.


"Jadi mau kalian apa, hah! Berkelahi lagi gitu! Gimana kalau kita balapan saja! Cowok jantan harus terima tantangan dong!" ucap Benny menantang mereka semua.


Devan, Bima dan Vino saling pandang. Kemudian Benny kembali berucap.

__ADS_1


"Yang menang tetap bisa dekat dengan Keysa, tapi yang kalah harus menjauh dan gak ganggu lagi!! Gimana? Mau kalian lawan gue balapan motor!" ucap Benny dengan senyuman meremehkan. Dia menantang ketiga pemuda tersebut.


Bersambung.


__ADS_2